
kini mereka sudah sampai di rumah orang tua vanya. rumahnya terlihat sangat sepi. mungkin karna bu indah dan pak alex hanya tinggal berdua saja.
vanya dan aditya langsung masuk, vanya sudah mencoba memanggil mama dan papanya namun tidak ada jawaban. jadi vanya dan aditya langsung saja masuk mencari keberadaan orang tuanya.
"Eh non vanya... "
"Oh iya bik, mama sama papa dimana? kok sepi banget dari tadi vanya panggil ngak ada yang jawab"
"Emang non vanya tidak tau? kalau nyonya dan tuan sedang ke luar negri, sudah ada satu minggu mereka ada di london"
"yah.. vanya tidak tau bik, mama sama papa tidak ada ngabari vanya"
"bibi kira non vanya sudah tau"
"Yah sudah deh bik, vanya mau pulang aja ya. mama papa juga tidak ada di rumah, vanya sama aditya mau kerumah mama linda aja".ucap vanya
"Loh ngak mau makan dulu non, kok buru buru banget"ucap bik ros.
"Engak ah bik, tadi kita udah makan di rumah"
"Ya sudah bik kita pamit ya"ucap aditya.
"Iya hati-hati non, den.. "ucap bik ros
Akhirnya vanya dan aditya melanjutkan perjalannya. menuju rumah orang tua aditya. hari ini mereka memang sengaja meluangkan waktu untuk mengunjungi orang tua mereka.
Sekitar 3 jam mereka dalam perjalanan akhirnya, mereka sampai di rumah pak bima.
"Ini mama sama papa di rumah ngk ya yang? "tanya vanya karna sama saja rumah nya sepi.
"rumah mama sama papa kita sama sayang, sepi karna mereka hanya punya anak semata wayang saja. yaitu kita dan kita sudah berumah tangga sendiri jadi ya seperti ini, seperti tidak ada penghuninya. mangkanya aku mau kita punya anak banyak"jelas aditya pada vanya.
__ADS_1
"Iya juga sih"jawab vanya
kemudian mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah pak bima.
"Eh anak mama... kalian kesini juga akhirnya"sambut bu linda yang melihat kedatangan aditya dan vanya.
bu Linda mencium Dan memeluk anak Dan menantunya. mungkin saja melepaskan rindu yang tak kunjung ketemu.
"Iya ma, kita sengaja hari ini tidak kerja, karna mau mengunjungi mama sama papa. iya kan sayang? "
"Iya ma, bener kata aditya" jawab vanya sambil tersenyum.
"Ya sudah ayo.. kita kesana duduk dulu, papa ada di ruang kerja biar mama panggil dulu ya"but Linda berlalu meninggalkan aditya Dan vanya di ruang tamu.
"Sayang kamu kenapa? "Tanya aditya melihat istrinya diam saja dari tadi.
"em.. tidak papa kok Yang"ucap vanya seperti tersadar dari lamunannya.
mereka tersenyum melihat orang tuanya sehat-sehat saja, Dan menyambut kedatangan mereka dengan hangat.
"Bagaimana kabar papa sama mama"Tanya aditya pada orang tuanya.
"Kita baik-baik saja, iya kan ma? "ucap pak bima
bu Linda tersenyum Dan menganggukkan kepalnaya.
"Kalian sendiri bagaimana? "Tanya balik bu Linda pada anak Dan mantunya.
"kita juga baik kok ma, pa"jawab aditya.
"Vanya... kamu kenapa diam saja?"tanya bu linda melihat menantunya hanya duduk terdiam di sofa.
__ADS_1
"vanya tidak papa ma"jawab vanya sambil tersenyum, ntah lah apa yang sebenarnya, yang sedang vanya fikirkan.sehingga membuatnya diam dan tidak fokus.
"Oh mungkin itu bawaan bayi ya"celetuk bu linda tersenyum.
deg.. hati vanya terasa membeku mendengar ucapan mertuanya barusan.sedangkan aditya tersedak kopi yang sedang di minumnya. uhukk..
"Aditya pelan-pelan kalau minum"ucap bu linda melihat anaknya tersedak.
Aditya hanya mengangguk dan langsung melihat ke arah vanya, yang raut wajahnya datar.
"Maaf ma, pa.. sebenarnya.. janin yang ada dalam perut vanya sudah tidak ada, vanya keguguran"aditya mencoba mengatakan yang sebanarnya terjadi pada orang tua vanya.
"Apa... bagaimana bisa vanya keguguran"ucap bu linda terkejut.
"Maaf ma, vanya kemarin kelelahan bekerja, sehingga berpengaruh dengan janin vanya"celetuk vanya mencoba menutupi apa yang sebenarnya terjadi.
karna vanya tidak ingin membuat orang tua aditya khawatir.
"Tapi sekarang kamu tidak papa kan nak?"tanya pak bima pada mantunya.
"Tidak pa, vanya baik"
"Kan mama sudah bilang, kamu harus bisa jaga kesehatan kamu, lihat sekarang apa yang terjadi. mama ngak jadi punya cucu"sepertinya bu Linda kecewa, karena vanya keguguran. bu Linda sudah Lama sekali menginginkan cucu dari mereka namun harapanya hanya tinggal harapan.
"Maafin vanya ma"ucap vanya sambil menunduk.
"Ini bukan Salah vanya ma, tapi aditya Yang tidak bisa menjaga istri aditya"ucap aditya membela istrinya, karna sebenarnya dia merasa bersalah atas apa Yang terjadi pada vanya.
"Kalian sama saja"celetuk bu Linda.
"Sudah lah ma, ini semua musibah. lagian mereka pasti tidak ingin ini terjadi, jangan membuat mereka tambah bersedih"ucap pak bima menasehati istrinya.
__ADS_1