
setelah selesai, vanya keluar kamar mandi dengan menggunakan kimono di atas lutut. dengan santainya vanya berjalan melewati suaminya sambil memilih pakaian yang akan di kenakan.
aditya menelan saliva melihat bagian paha istrinya yang putih bersih dan sangat menggoda itu.
sekejap vanya menghilang dari pandangannya. ternyata vanya masuk ke ruang ganti untuk menggunakan pakainnya.
"Kita jadi pergi hari ini kan yang? "tanya vanya sambil merapikan bajunya setelah keluar dari ruang ganti.
ternyata aditya sudah tidak ada di sana, vanya mencari keberadaan suaminya di dalam kamar namun tidak juga menemukannya.
"kemana dia?.. kenapa tidak menungguku? "vanya memanyunkan bibirnya. sambil berjalan ke arah meja rias, untuk menambahkan sedikit make up di wajahnya.
setelah selesai vanya menggambil tasnya kemudian, turun ke lantai dasar mencari suaminya untuk di ajak sarapan.
ternyata aditya sudah ada di meja makan, sedang memainkan ponselnya. sambil menunggu vanya di sana.
vanya mendekati suaminya yang sedang asik memainkan ponselnya. "Maaf ya lama... "ucap vanya sambil menarik satu kursi untuknya.
seketika aditya mengalihkan pandangannya mendengar sumber suara.
__ADS_1
"cantik banget kamu hari ini" celetuk aditya sambil tersenyum menatap vanya.
"hanya hari ini saja, aku terlihat cantik? "ucap vanya sambil tersenyum.
"Tidak, setiap hari kamu cantik. bahkan kamu ileran pun tetap cantik"puji aditya pada istrinya.
bagaimana tidak vanya selalu tampil cantik dan tidak berlebihan. karena vanya juga seorang model yang pastinya selalu mencocokkan style nya, sehingga setiap hari terlihat sangat mempesona.
"sudah ayo sarapan"vanya menyodorkan sepiring nasi yang sudah lengkap dengan lauknya."bik yem ayo, sini kita sarapan dulu. beres beresnya nanti lagi aja" ajak vanya pada bik yem.
"Tidak non, saya makannya nanti saja di dapur" ucap bik yem merasa sungkan.
"Ayo lah bik yem, bareng aja sini. biar lebih seru sarapannya" bujuk vanya.
bik yem mengangguk dan menarik satu kursi di depan vanya.
" maaf non den, saya tidak pantas makan bersama kalian. itu kelihatan sangat lancang"ucap bik yem karena setaunya pembantu tidak pernah makan, semeja makan dengan majikannya.
"Tidak bik, itu tidak benar. justru kami merasa senang kalau bibi makan bareng kami, iya kan yang?"
__ADS_1
"Iya bik, jangan anggap kami orang lain, dan orang yang lebih tinggi kita ini sama."jawab aditya sambil menyupkan nasi kedalam mulutnya.
"baik den, non"bik yem merasa bersyukur memiliki majikan sebaik aditya dan vanya. selalu menghargai hormati orang tua dan menghargai orang lain tanpa memandang siapa dia.
"Ya sudah bik, ayok ambil makannya nyicipi masakan saya"
bik yem mengangguk dan mengambil nasi dan lauk yang ada di sana. " enak banget non masakannya"ucap bik yem setelah memasukan sesendok makanan ke dalam mulutnya.
"Ah.. bibi bisa aja"ucap vanya sambil tersenyum.
selesai menghabiskan sarapannya. aditya dan vanya akan pergi ke rumah orang tua vanya karena sudah lama mereka tidak berkunjung ke sana.
"bik kita pamit ya, mau ke rumah mama"ucap vanya berpamitan dengan bik yem.
"Iya non, hati-hati"
"Ya sudah.. ayok keburu kita kejebak macet nanti" ucap aditya.
"iya sabar dong"vanya menyusul langkah aditya yang begitu cepat.
__ADS_1
sudah di dalam mobil, aditya melajukan mobilnya. menuju ke rumah mertuanya. yang jarak dari rumahnya cukup jauh. rencananya setelah ke rumah orang tua vanya, mereka ingin pergi jalan-jalan menghabiskan waktu berdua.
karena biasanya mereka pasti sibuk bekerja, dan ini lah saatnya mereka menghabiskan waktu di luar rumah tanpa memikirkan pekerjaannya.