Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 32 Suatu tempat


__ADS_3

Vanya  sedang menonton drakor dan aditya sedang memainkan ponsel ya di sofa.


“Sayang..”(ucap aditya mendekati vanya)


“Ada apa?”(tanya vanya)


“Kita tidur yuk”(ajak aditya)


“Tidur,yakin mau tidur ini kan belum jam nya tidur”(ucap vanya)


“Iya yang mau itu”(ucap aditya terputus karena vanya langsung menutup mulut aditya dengan mulutnya)


Aditya yang mendapat serangan dadakan dari istrinya tidak menolak dan membalas nya dengan semangat karenaa itu yang di inginkannya. Aditya tampak sedikit buas Karena sudah satu minggu dia tidak meraskan tubuh istrinya yang sangat menggoda itu.Adity langsung meneruskan aksinya, dia mulai mengabsen setiap inci tubuh vanya dan tak lupa meninggalkan beberapa tanda kepemilikannya di sana.kini aditya sudah melepas bajunya dan baju vanya kini mereka sudah tampak polos tanpa sehelai benang di tubuh mereka.Aditya merasa senang karena mendapatkan balasan dari istrinya dia merasa sangat bahagia karena istrinya tau apa yang dia inginkan.mereka akhirnya kembali bertempur sampai mencapai puncak kenikmatan mereka.Tak hanya melakukannya sekali kini


aditya dan vanya sama-sama agresif mereka sama-sama ingin melakukanya berulang-ulang sampai akhirnya mereka berdua tepar tak berdaya.Mereka terlalap dengan berpelukan tanpa sehelai benang yang ada di tubuh mereka, mereka hanya di tutupi dengan selimut.


*****


Pagi telah tiba terlihat vanya dan aditya belum kunjung terbangun dari tidurnya,mungkin mereka merasa lelah karena mereka hampir semalaman melakukan pertempuran itu.tiba-tiba vanya terbangun dari tidurnya dan


melihat kearah jam yang menunjukan pukul 07:15, vanya terkejut dan langsung membangunkan aditya.


“Sayang…. Bangun kita bangun kesiangan”(ucap vanya)


“Ya sudah sayang, tidak masalah”(jawab aditya sambil menguap)


“Kok biarin si yang, kita kan harus berangkat ke kantor”(ucap vanya lagi)


“udah itu aman, aku sudah meminta tolong pada fahri”(ucap aditya)


“Ah, kamu ya udah bangun”(ucap vanya kesal karena aditya masih menutup matanya)


“Nani syang aku masih ngantuk”(ucap aditya malas)


“Ya udah, kalau kamu ngak mau bangun kau tinggal, aku mau pergi ke kantor”(ucap vanya membuat aditya langsung bangun dari tidurnya dan duduk)


“Kamu mau ke kantor?”(tanya aditya)


Vanya mengganguk


“Sayang ini udah jam barapa”(jawab aditya)


“Iya kamu enak, semua nya sudah di urus sama asisiten kamu, lah aku”(ucap vanya)


FLASBACK


“hallo far”(ucap aditya menelfon fahri)


“Iya hallo bro”(jawab fahri)


“Besok gue ngak ke kantor, jadi lo handle semua pekerjaan gue dan vanya ya”(perintah aditya)


“Emang lo mau kemana”(tanya fahri)


“Gue besok mau pergi jalan-jalan sama vanya”(jawab aditya)


“Oh…tu ya, yang udah punya istri jalan-jalan ngak ajak temnnya”(ucap fahri)


“Apaan si lo, gue mau cari hadiah buat nyokap bokap gue”(jawab aditya)


“Owh iya gue lupa”(ucap fahri)


“Ya udah gue minta lo selesaiin semuanya ya”(ucap aditya)

__ADS_1


“Oke pak bos siap”(jawab fahri)


Aditya langung mematikan sambungan telfonnya.


FLASBACK OFF


“Nah jadi gitu yang, kamu ngak usah binggung mikirin pekerjaan kamu, lagian bos kamu kan aku”(ucap aditya)


“Iya-iya bos”(ucap vanya cuek)


“Senyum dong”(ucap aditya sambil mengecup bibir vanya)


“Ih apaan si kamu yang, bau jigong tau”(ucap vanya sambl mendorong tubuh aditya)


“Tapi kamu suka kan”(goda aditya pada vanya)


Seketika wajah vanya memerah karena menahan malu,kemudian vanya beranjak dari tempat tidurnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, vanya berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


setelah kurang lebih satu jam vanya berada di dalam kamar mandi kini vanya keluar ,dan gentian aditya yang masuk ke dalam kamr mandi untuk membersihkan tubuhnya.


********


 “ Sayang kita mau pergi kemana?”(tanya vanya)


“Ini sayang kita mau pergi buat cari kado buat mama papah besok”(jawab aditya)


“Memang kita mau kasih hadiah apa yang”(tanya vanya)


“Apa ya? Menurut kamu apa yang”(tanya aditya balik)


“Aku kan tanya sama kamu kok kamu malah tanya balik si”(ucap vanya)


“Ya udah itu kita pikir nanti aja, sekarang aku mau ajak kamu ke suatu tempat”(ucap aditya)


“Ayo turun”(ucap aditya pada vanya yang belum turun dari mobil)


“Apa mau aku gendong”(ucap aditya lagi)


“Tidak usah, aku bisa sendiri”(ucap vanya sambil turun dari mobil)


“Kita di mana, kok aku belum pernah kesini”(ucap vanya)


“Udah kamu ikut aja”(ucap aditya pada vanya)


Aditya berjalan menggandeng istrinya sampai ke sebuah tempat yang di suguhkan pemandangan yang sangat indah.


“Sayang, ini bagus banget tempatnya”(ucap vanya)


“Iya dong, gimana kamu suka ngak kesini”(tanya aditya)


“Suka sayang, suka banget malah”(jawab vanya sumringah)


“Ya bagus lah kalau begitu”(jawab aditya)


“Kenapa kamu ngak dari kmarin-kemarin ajak aku kesini yang”(tanya vanya)


“Iya kan kita terlalu sibuk bekerja yang, kalok ngak ngurus pekerjaan kita, kita ngurus perusahaan orang tua kita”(ucap aditya menjawab vanya)


“Iya juga sih, ternyata ngak seenak  yang orang bayangkan ya yang, jadi anak penggusaha sukses”(ucap vanya lagi)


“Iya yang, tapi kita harus bersyukur karena kita di berikan hidup yang berkecukupan dan serba ada,kan ada yang lebih susah dari kita juga”(ucap aditya)


“Iya sayang, aku senneg deh sekrang kamu bijak banget”(puji vanya pada aditya)

__ADS_1


“Apaan sih yang, dari dulu kalik aku bijak”(ucap aditya)


“yang kita duduk di sana yuk”(ajak aditya pada vanya)


“ayuk, kirain kamu mau ajak aku berdiri aja”(ucap vanya sambil tersenyum)


Aditya ingin bertanya pada vanya mengenai masalalu nya, tapi aditya takut kalau nanti vanya marah.aditya binggung bagaimana agar vanya sendiri yang mengatakannya.Vanya yang melihat raut wajah aditya berubah merasa sedikit binggung.


“Yang, kamu kenpa”(tanya vanya pada aditya)


“Eng.. ngak papa yang”(jawab aditya gugup tersadar dari lamunanya)


“Yakin kamu yang, ada sesuatu yang kamu pikirkan ya”(tanya vanya)


“Iya yang, sebenernya ada hal yang ingin aku tanya kan sama kmu, tapi aku takut kamu marah”(jawab aditya)


“Engak aku ngak akan marah sama kamu, mengenai apa yang”(tanya vanya lagi)


“Masalalu kamu”(jawab aditya pada vanya)


“Owh, jadi aku dulu pernah pacaran sama seorang pria namanya dika, tapi dia pergi gitu aja tanpa ada kabar dan dia juga ngak ngasih kabar ke aku, terkahir kali dia ngabari ke aku, minta aku jagan ganggu di lagi karena dia udah dapet pengganti aku, ya di situ aku ngerasa kecewa dan aku mutusin buat fokus ke karir aku tanpa memikirkan laki-laki,setelah itu beberapa bulan kita menikah dia datang ke butik aku, mencari aku tapi aku ngak ada di sana, akhirnya dia menemui meli dan bertanya pada meli tapi meli tidak memberi taunya tentang aku.kemudian dia buat keributan di butik aku sampai aku yang harus turun tangan menemui dia dan membahas semuanya dan aku juga menceritakan kalau aku sudah menikah”(jelas vanya pda aditya)


“Ow… jadi gitu ya ceritanya, berarti aku beruntung dong dapetin kamu”(ucap aditya)


“Apaan si kamu yang, emang kenpa kamu tiba-tiba tanya masalalu aku”(tanya vanya pada aditya)


“em ngakk papa yang pegen tau aja, kan kamu ngak pernah cerita tentang masalalu kamu”(jawab aditya)


“Yakin karena itu”(tanya vanya lagi)


“Iya yang, Cuma aku tau sedikit aja tentang dika”(jawab aditya)


“Apa, terus dari mana kamu tau”(tanya vanya menyelidik)


“Aku tau dari fahri, di cerita sama aku, kalau dia menolong meli sahabat kamu dari dika yang menekan dia menanykan keberadaanmu”(ucap aditya menjelaskan pada vanya)


“Ow.. jadi yang menolong meli itu fahri asisten kamu”(ucap vanya mengerti)


“Iya, kamu tau yang”(tanya aditya pada vanya)


“Iya, aku tau meli cerita juga sama aku, tapi dia ngak bilang kalau yang menolong dia itu fahri”(jawab vanya)


“Ya sudah yang, aku juga udah tau semua nya, dan aku janji aku bakalan jagain kamu sampai kapan pun”(ucap aditya sambil merangkul bahu vanya dan mengecup keningnya)


“Yang pulang nanti kita mampir ke butik kamu ya”(ucap aditya)


“Mau ngapain yang”(tanya vanya)


“Aku ingin melihat butik kamu, aku kan belum pernah kesana sama kamu”(ucap aditya)


“Tapi kamu pernah kesana kan”(tanya vanya)


“Pernah, waktu nemenin angel mau cari gaun, tapi aku ngak melihat kamu”(ucap aditya)


“Ya udah nanti kita mampir kesana ya”(ucap vanya)


Aditya dan vanya berbincang bincang sambil menikmati suasana yang sangat segar dan pemandangan yang sangat indah membawa ketenangan bagi siapa yang berada di sana.


 


 


 

__ADS_1


Hy ges bantu support ya jagan lupa like and comen.


__ADS_2