
Satu minggu setelah kejadian itu aditya dan vanya memutuskan untuk pindah rumah dan meninggalkan apartemen aditya. Karena sepertinya sudah banyak yang mengetahui tempat tinggal mereka.
“sayang kamu mau jual apartemen ini?”tanya vanya dengan aditya dengan hari yang sedikit iba meninggalkan apartemen itu, karena di sana lah awal kenangan indah mereka.
“Ngak sayang, lagian aku ngak kehabisan uang kok buat beli rumah baru kita, bahkan aku bisa beli 10 apartemen yang lebih besar dari ini”celetuk aditya dengan kebisaannya yang suka pamer di depan istrinya.
“sombong banget… aku juga bisa beli kok bahkan lebih dari 10”balas vanya tak mau kalah dari suaminya yang terus-terusan pamer di depannya.
“Oh iya- ya anak pak Alex… apa coba yang ngak bisa di beli”goda aditya mendengar istrinya yang sekarang mulai bisa membalas kesombongannya. “Ah sudah lah ayo.. kita beresi semua barang-barang kita”ajak vanya pada suaminya dan menarik lengan aditya.
“Ngak-ngak… biar nanti aku suruh orang buat pindahin semua barang-barang kita, atau ngak kita bisa beli barang-barang yang baru bukan?”jawab aditya membuat vanya kesal, gimana tidak sifat vanya dan aditya itu justru kebalikannya, dimana aditya adlah cowok yang arogan sedangkan vanya adalah wanita yang tidak suka memamerkan kekayaannya, messkipun dia memiliki semuanya.
“ya sudah ayok sekarang kita siapin barang-barang yang penting untuk kita bawa kerumah baru kita”aditya menyetujui ajakan vanya meskipun sengan berat hati, karena aditya tidak suka beres-beres.
Setelah mereka selesai membawa barang-barangnya kemobil, mereka pun meninggalkan apartneb aditya yang menyimpan banyak kenangan itu.
“Oh ya yang, nanti aku mau undang anak yatim ya buat syukuran di rumah baru kita”ucap vanya memang sudah kebiasaan vanya berbagi dengan orang-orang yang tidak membutuhkan, bahkan dia sering pergi kepanti asuhan untuk berbagi kebahagian dengan anak-anak panti.
“iya aku ikut aja apa mau kamu, pasti au dukung”ucap aditya yang selalu menyetujui kemauan istrinya selagi itu adalah hal yang positif.
Tak lama mereka berbincang-bingang kini mereka sudah sampai di sebuah rumah yang besar dan mewah
itu. Vanya pun terkejut melihat rumah yang ada di depannya itu, kerena dia tidak tau rumah barunya hanya aditya dan fahri lah yang mengetahuinya.
__ADS_1
“Yang ini rumah kita”tanya vanya sambil mengangga terheran
“iya yang, kenapa kamu ngak suka?”tanya aditya kemabli melihat expresi istrinya
“Ngak bukan gitu tapi ini gede banget rumahnya”
“iya kan aku udah bilang yang, kalau aku mampu beli 10 apartemen lebih besar dari punya aku”jawab aditya dengan entengnya.”dan aku mau jadiin kmu ratu bukan cuma di hati aku tapi di rumah ini”
“Apaan sih yang, gombal deh”jawab vanya malu, karena aditya selalu saja memenangkan hatinya.
Aditya dan vanya pun masuk ke dalam rumah yang besar dan megah itu, tampak semua barang-barang yang di sana barang-barang mewah yang harganya pasti jutaan rupiah, vanya menggelng gelengkan kepalanya melihat seisi rumah itu, dia tidak menyangka aditya benar-benar kaya raya dan tidak pernah takut akan kekayaannya habis sia-sia.
“Kemana dia?”Vanya celigukan mencari keberadaan aditya yang sudah tidak ada di sampingnya.”aditya…. sayang….”teriak vanya mencari aditya, kemudian melihat satu pintu kamar yang terbuka, vanya masukke dalam kamar yang luas itu. Sepertinya aditya sedang mandi.
Drettt…. Dret…. Tampak layar ponsel aditya menyala sepertinya ada yang menelfonnya. Vanya melihat nama nu astute di layar ponsel aditya, kemudian vanya menggangkat telfonnya.
“hallo… assalmmualikum”ucapn seseorang dari balik telfon
“Iya walaikumsalam”jawab vanya
“Apa ini istri pak aditya?”tanya bu astuti dari balik panggilan
“Iya benar saya istrinya pak aditya, ada kepentingan apa ya bu?”
__ADS_1
“Oh tidak buk saya, Cuma mau ngabarin uang yang kemarin pak aditya kirim ke panti sudah saya terima, dan saya mengucapkan terimakasih banyak”jawab bu astuti yang sudah menerima sejumlah uang yang di kirim aditya.
“Oh iya buk, nanti saya sampaikan, kalau boleh tau dalam rangka apa suami saya mengirimkan dana ke panti ya bu?tanya vanya sedikit meneyelidik, apa untuk bisins atau ada tujuan lain.
“loh ibuk tidak tau, kalau suami ibu itu donatur terbesar di panti kami, yang menyumbangkan dana setiap bulanya”jelas bu astuti pada vanya yang memng tidak mengetahui hal itu.
Dekkk….. hari vanyaa tergoyah mendengar penjelasan dari bu astuti dia tidak menyangka suaminya yang dikenalnya angkuh dan arrogant itu ternyata jauh di lubuk harinya adalah pria yang baik, selain mampu menjdi
imamnya.
“ya sudah bu kalau begitu saya titip salam untuk pak aditya, assalmmuaikum”
“walaikumsalam”ucap vanya
Vanya semakin kagum dengan suaminyan itu, ternyata penilaianya tentang suaminya itu salah dan jauh dari kenyataannya.
“Kamu kenapa, kok melamun”celetuk aditya keluar dari kamar mandi, membuat vanya terkejut.”siapa yang menelfonku tadi?” tanya aditya yang mendengar ponselnya berbunyi ketika di dlaam kamar mandi.
“Oh iya tadi bu astuti, yang menelfon mengucapkan terimakasih dan titip salam”jawab vanya menyampaikan pesan bu astuti dan memberikan ponsel aditya kepadanya.
__ADS_1
Simak yuk kisah selanjutnya....