
Acara demi acara sudah hampir selesai, namun vanya tak kunjung kembali dari toilet. satu persatu tamu sudah mulai berkurang.
"dit kamu nggak pulang? "tanya eliza pada aditya yang belum bangkit dari duduknya.
sangking paniknya aditya sampai tidak menghiraukan seseorang yang berbicara di sampingnya.
Aditya langsung beranjak dari duduknya menyusul vanya ke toilet. aditya mengecek satu persatu toilet di rumah meli, namun tak mendapati istrinya di sana.
"Kemana vanya?tadi bilangnya mau ke toilet, tapi kok nggak balik balik"cemas aditya tidak menemukan istrinya.
sembari mengecek toilet, aditya melihat ada satu ruangan yang sedikit terbuka. ia mendekati ruangan itu, kemudian membuka pintu dan menyalakan lampunya, karena ruangan itu sangat gelap.
seketika lampu nyala, mata aditya membulat sempurna mendapati istrinya yang sedang terpejam di bahu seorang pria.
"vanya... "teriak aditya hingga membuat dua orang di depannya terkejut dan tersadar.
"Mas... ini tidak seperti yang kamu fikir kan"ucap vanya mencoba menjelaskan, namun aditya keburu marah. dan langsung menarik keras pergelangan vanya,
membawanya pulang.
"Mas, ini bener bener salah faham mas. ini nggak seperti yang kamu lihat"jelas vanya di dalam mobil, sambil menatap suaminya yang masih terdiam.
__ADS_1
melihat keadaan suaminya yang benar benar di penuhi amarah vanya mencoba untuk tidak menjelaskannya sekarang, karena percuma aditya pun pasti tidak akan mendengarkannya.
sampai di rumah aditya langsung beranjak dari mobil dan tanpa mengajak atau pun menghiraukan vanya.
ia langsung masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas sofa.
vanya menyusul aditya ke kamar, dan mendekati aditya.
"Mas, aku minta maaf. aku bisa jelasin semua sama kamu"ucap vanya
"aku.... "vanya belum selesai berbicara namun mulutnya sudah di bungkam oleh bibir aditya dengan ganas, aditya mel**at bibir vanya.
kemudian mengangkat tubuh vanya ke ranjang. aditya melanjutkan aksinya dengan sangat kasar.
aditya mendorong kan tubuhnya ke vanya dengan cepat, sehingga vanya merasa seram dengan pergerakan aditya.
"Bagaimana aku sangat kuat bukan? "ucap aditya dengan nafasnya yang terengah engah seperti habis olahraga futsal.
vanya hanya dia menahan rasa yang ia rasakan saat ini. tanpa sadar setetes air matanya lolos membasahi pipinya.
melihat vanya yang merasa kesakitan, aditya menghentikan gerakannya kemudian memeluk vanya ke dekapannya.
__ADS_1
"Aku minta maaf"ucap aditya kemudian beranjak ke kamar mandi meninggalkan vanya.
sembari menunggu aditya vanya menutupi tubuh polosnya dengan selimut.
"Mas.. aku mau bicara"kata vanya.
"Silahkan"singkat aditya
FLASHBACK ON
seseorang mendorong vanya ke dalam ruangan.
"vanya... "nando menangkap tubuh vanya.
saat itu vanya tidak sadarkan diri karena seseorang memukulnya. namun karena ruangan gelap nando tidak bisa mengenali siapa orang tersebut. lagian dia pun agak jauh dari pintu karena berfikir vanya akan membuka kan pintu. namun malah sebaliknya vanya juga di masuk kan kedalam ruangan itu.
nando mencoba menyadarkan vanya, namun vanya tak kunjung sadar. hingga akhirnya nando pun ketiduran.
Flashback Off
"siapa yang berani jebak kamu?, bereng**k dia belum tau apa, siapa yang di permainkan"kata aditya sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Aku juga tidak tau mas, yang penting sekarang mas percaya sama aku"ucap vanya
"Maafin aku ya sayang, aku tadi bener bener cemburu liat kamu berduaan sama dia. dan maaf juga tadi aku kasar"ucap aditya menyesali perbuatannya.