
hari ini meli sudah boleh pulang karena keadaanya sudah membaik meskipun belum sepenuhnya Dan masih harus banyak beristirahat.
fahri mengantar meli Dan orang tua meli kerumahnya, Dan memastikan meli baik baik saja.
"Oh iya far, selama aku di rumah sakit aku belum pernah melihat vanya. apa dia tidak datang menjenguk ku?" tanya meli yang tak melihat keberadaan sahabatnya.
"vanya... dia datang kok ketika kmu kecelakaan dia datang ke sana bahkan dia terlihat sangat sedih dengan kabar itu. dan dia juga datang saat kamu operasi" jelas fahri pada meli.
" lalu kenapa dia tidak mengunjungi ku saat aku sudah sadar, apa dia tak ingin melihat sahabatnya ini yang hampir saja mati" celetuk meli
"Bukan seperti itu sayang, mungkin dia sedang sibuk atau dia lagi kurang sehat kan"fahri mencoba menutupi hilangnya vanya, karena takut meli khawatir Dan jadi kepikiran. meli kan juga baru sembuh Dan belum sepenuhnya.
"Ya udah deh mungkin saja begitu"meli menghela nafas.
sesampainya di rumah meli, fahri menggantarkan meli sampai kedalam rumah.
"Oh iya far duduk dulu, tante buatin minuman dulu ya" ucap mama meli
" Tidak usah repot repot tan"
" Tidak, justru tante yang merepotkan kamu"
meli tersenyum melihat ke akraban mama nya dengan fahri.
__ADS_1
" oh iya meli, pernikahan kita di tunda dulu ya sampai kamu bener bener sembuh total. aku tidak mau terjadi sesuatu sama kamu" perhatian fahri pada meli membuat meli tersenyum lebar Dan mengangguk.
" Di minum far"
" iya tante terimakasih"
" Ya sudah tante tinggal dulu ya far" sambil berjalan meninggalkan meli Dan fahri di ruang tamu.
"Mel, sepertinya aku harus ke kantor deh, masih banyak pekerjaan Yang aku tinggal selama kamu sakit.
" iya ngk papa kok" jawab meli
" Ya sudah kamu istirahat ya, biar cepet sembuh. aku pamit sampaikan salam ku buat orang tua kamu. assalammualaikum" fahri berlalu meninggalkan meli.
sebelum pergi ke kantor, fahri pergi ke rumah aditya. untuk menanyakan vanya.
sesampainya di rumah aditya, fahri melihat seorang perempuan paruh baya Yang sedang menyapu.
" maaf buk, aditya nya ada? " Tanya fahri pada bik yem
"Oh ada mas di dalam, silahkan masuk"
fahri masuk Dan langsung menuju tempat aditya berada.
__ADS_1
"Dit bagaimana kabar vanya?"fahri menanyai aditya Yang sedang melamun.
" Dia di sekap oleh sandi, tapi aku tidak tau dia berada di mana, dan siapa sandi? jawab aditya Yang mendapatkan kabar dari Salah satu anak buahnya.
"Tunggu dit, aku seperti tidak asing dengan nama itu" fahri mengingat ingat nama sandi, dan siapa dia.
" Aku sudah mencarinya kemana mana, bahkan aku sudah menyebar anak buah ku ke seluruh penjuru daerah. namun hasil nya nihil" kesal aditya.
" tenang dit, kita pasti bisa menemukan vanya"
" Oh iya meli bagaimana? dia sudah sembuh? " aditya menanyakan keadaan meli
" sudah membaik dit, tapi belum sepenuhnya masih harus banyak beristirahat. "
"Bagus lah kalau begitu"
" ya sudah aku pamit ke kantor dulu ya, sambil menyelidiki keberadaan vanya"
aditya mengangguk.
fahri meninggalkan rumah aditya Dan langsung melajukan mobilnya ke kantor.
sampai di kantor fahri mencari tau siapa sebenarnya sandi itu.
__ADS_1
" ngak.. ngak mungkin dia sandi prayoga, lagian sandi kan udah lama ngak ada kabar"fahri mencoba mencari tahu, siapa sebenarnya yang menyekap vanya.