
Aditya dan vanya sudah menyiapkan kado untuk pak bima dan bu linda, sekrang mereka berlalu menuju butik vanya,. Tak lama mereka sudah samapi di butik vanya.mereka turun dari mobil mewah milik aditya dan semua sepang mata yang ada di sana melihat mereka tanpa mengalihkan pandangannya.
“Sayang, mereka kenapa melihat kita seperti itu”(tanya aditya pada vanya)
“mungkin mereka, bertanya-tanya mengapa aku bisa bersama mu”(jawab vanya)
“Memang kenpa yang, apa ad ayang salah dari ku”(tanya aditya lagi)
“Bukan yang, mereka mengenal mu sebagai tuan muda di kota ini”(jelas vanya)
“Jadi mereka mengenal ku keluarga wijaya”(tanya aditya lagi)
“Ya iya lah, keluarga kamu kan paling utama di kota ini, dan sering seliweran di social media”(jawab vanya)
“Ow, jadi begitu, apa mereka tidak tau kalau kau sudah menikah denganku”(tanya aditya lagi)
“sudah cukup jagan bertanya terus, jadi masuk ngak”(jawab vanya)
“Iya iya sayang, galak banget”(ucap aditya sambil mengandeng tangan vanya)
Mereka memasuki butik yang sedang banyak di kunjungi oleh para pembeli dan pemesan gaun karean butik vanya adalah butik terfavorite di kota itu dan sudah di kenal banyak orang, karena pemiliknya adalah model terkenal yang sangat cantk dan di kagumi oleh banyak orang.
“Siang bu”(sapa salah satu karyawan)
“Siang, apa kamu melihat tika”(jawab vanya sambil bertanya keberadaan tika assisitennya)
“Ada bu di dalam sedang melayanin pelangan yang memesan gaun”(jawab karyawan itu)
“Terimakasih”(ucap vanya meninggalkan karyawan itu)
Vanya masuk mencari keberadaan tika, dan aditya yang berjalan disamping vanya.tak hanya sepang mata yang menatap mereka, ada rasa iri dan ada rasa takjub.
“Ya ampun gemes banget liat mereka romantic banget si”(ucap salah satu pembeli)
“Iya ya buk, udah yang satu cantik yang satu tampan sama-sama tajjir lagi”(jawab ibu-ibu temannya)
“Mbak mas minta foto dong”(ucap ibu-ibu muda yang kelihatanya sedang mengandung)
Vanya dann aditya yang melihatnya pun tersenyum dan mengangguk mengiyakan ajakan ibu itu.
“Boleh bu, ayo”(ucap vanya sambil tersenyum membuat ibu itu semakin terpanah olehnya)
Mereka mengambil beberapa foto
“Terimakasih ya mbak mas”(ucap ibu itu)
“Sama-sama bu, semoga bayinya sehat-sehat ya bu”(ucap vanya sambil memegang perut ibu hamil itu)
“Amin, semoga kalau anak saya perempuan mirip mbaknya cantik, pintar, baik lagi”(puji ibu itu pada vanya)
“Ah, ibu bisa aja”(ucap vanya)
“Dan kalau anak saya laki-laki semoga bisa seperti tuan muda ini ganteng, perkasa, sukses baik”(puji ibu itu pada aditya)
Aditya tersenyum mendengar ucapan itu.
“Ya sudah kami permisi ya bu”(ucap vanya sambil meninggalkan ibu itu)
Vanya dan aditya menghampiri tika.
“Hey tik, sibuk sekali sepertinya”(ucap vanya mengejutkan tika)
“Eh ibu, maaf bu saya tidak menyadari kedatangan ibu”(ucap tika sopan)
“Tidak masalah tik, saya tau kamu sedang sibuk”(ucap vanya)
“Ow, iya tik kamu memang bener-bener hebat bbisa saya andlin saya liat butik ini semakin berkembang dan pemasukannya semakin meninggkat setiap hari”(ucap vanya)
“Ini semua juga karena ibu, karena pemiliknya seorang model cantik makanya mereka juga ingin tampil seperti ibu”(jawab tika sambil melontarkan pujian pada bosnya)
“Kamu ni bisa aja, oya tik kenalin ini suami saya”(ucap vanya)
“Iya bu, saya sudah tau dari social media dan acara pernikahan ibu yang di lakukan secara langsung”(ucap tika)
“Oh iya ya tik”(jawab vanya tersenyum)
“Sayang acara mama tika aku ajak ya”(tanya vanya pada aditya)
__ADS_1
“Iya yang ngak papa, nanti aku kan juga ajak asisten aku”(jawab aditya)
“Makasih sayang”(ucap vanya)
“Tik kamu besok ikut saya ya ke acara ulang tahun pernikahan mertua saya”(ajak vanya)
“Iya bu, kalau ibu yang memerintahh saya tidak mungkin menolak”(jawab tika)
“ya sudah, besok kmu datang ke apartmen kami ya, biar kita brangkat bareng”(ucap vanya)
“Baik bu”(jawab tika)
“Ya sudah kalau begitu saya pamit ya, soalnya udah mau sore juga”(ucap vanya)
“Baik bu mari saya antar”(ucap tika sopan)
Aditya dan vanya keluar di antar oleh tika, mereka meninnggalkan butik vanya.
“Sayang aku kangen deh sama mama”(ucap vanya)
“Ya udah kita mampir yuk, tempat mama”(ucap aditya)
“Beneran yang”(tanya vanya)
“Iya lah, masak anak kangen sama orang tuanya aku ngak bolehin(jwab aditya)
“Ahh makasih sayang”(ucap vanya memeluk lengan aditya)
Aditya pun yang tadinya mengemudi mobilnya kea rah apartment kini, jadi berbalik arah menuju rumah pak alex orang tua vanya, tak lama sekitar 2 jam kurang lebih vanya dan aditya sudah sampai di depan rumah pak alex.
“Ayok sayang”(ucap aditya sambil membuka pintu mobil)
“Iya”(ucap vanya senang karena dia sangat merindukan orang tuanya)
Mereka berdua berjalan menuju pintu dan menekan tombol bel.
Ting nung…. Ting nung….
Pertanda ada seseorang berkunjung di rumah itu bu indah pun segera membuka kan pintu rumahnya. Tiba-tiba dia langsung di peluk vanya, seperti harimau yang langsung menerkam mangsa nya.
“Iya sayang mama juga kangen, tapi kita masuk dulu ya kasian suami kamu”(ucap bu indah)
“Eh iya ma”(ucap vanya)
“Ayo.. nak aditya masuk”(ajak bu indah mempersilahkan aditya)
“Iya ma”(ucap aditya)
Mereka berjalan menuju ruang tamu dan mereka duduk di sofa.
“Mama buatkan minum dulu ya”(ucap bu indah)
“Ngak ma, biar vanya aja”(ucap vanya langsung jalan kearah dapur)
“Ya sudah”(ucap bindah kembali duduk menemani aditya)
Vanya membuat minuman dan membawa beberapa makanan di tangannya dan meletakannya di meja ruang tamu.
“Ma, papa mana, kok ngak kelihatan”(ucap vanya)
“Iya papa kamu ada di kamar tadi sedang mandi”(jawab bu indah)
“Oh kiarain papa ngak ada”(ucap vanya)
“Kabar mama sama papa gmna ma”(tanya aditya pada bu indah)
“Allhamdullilah kami baik-baik aja”(jawab bu indah)
“Maaf ya ma, semenjak kita menikah jadi jarang jengguk mama dan papa,begitupun dengan vanya”(ucap aditya)
“Tidak papa nak adit, mama dan papa tau kok, kalau kalian itu sibuk”(ucap bu indah mengerti)
Di tengah perbincangan mereka pak alex tampak turun dari tangga.
“Loh ada vanya sama aditya”(ucap pak alex)
“Papa”(ucap vanya sambil memeluk papanya)
__ADS_1
“Vanya kangen sama mama papa”(ucap vanya)
“Iya kami juga kangen sama kalian”(ucap pak alex)
Semenjak mereka menikah mungkin bisa di mereka berkunjung ke rumah vanya, mangkannya vanya sangat merindukan orang tuannya.
“Bagaimana hubungan kalian”(tanya pak alex)
“Kita baik-baik aja pa”(ucap vanya)
“Oh ya besok aku mungkin akan ke bandung sayang”(ucap aditya)
“Oh iya ada proyek papa kamu di sana kan dit”(ucap pak alex)
“Iya pa”(ucap aditya)
“Aku ikut dong”(ucap vanya)
“Kmu yakin, nanti kamu capek”(ucap aditya)
“Ya kan aku mau ikut suami aku”(ucap vanya )
“Terus yang ngurus kantor siapa kan besok juga ada client di kantor”(ucap aditya)
“Iya ya, ya udah deh ngak ikut”(ucap vanya sedikit lesu)
“Tapi kamu ngak lama kan”(ucap vanya pada aditya)
“Ngak sayang aku Cuma sehari di sana”(jawab aditya pada vanya)
“Vanya,vanya mama dulu aja sering banget di tinggal papa”(ucap bu indah)
“Apaan mama selalu ngintilin papa kemana-mana”(jawab vanya tak mau kalah)
Hahahhahha mereka tertawa bersama.
“Untunng aja kamu tadi ngajak kesini, jadi kan besok aku bisa tenang ninggalin kamu”(ucap aditya pada vanya)
“Berarti besok aku ke kantor sendiri gitu”(ucap vanya pada aditya)
“Iya lah sayang, kan aku besok berangkatnya pagi”(jawab aditya)
“Iya dech”(ucap vanya)
“Ya sudah sekarang kita makan dulu yuk, mama udah siapain tadi”(ajak bu indah)
“Iya ma”(jawab aditya)
Mereka sekarang sedang makan malam di rumah orang tua vanya, seperti kebiasaan ketika makan tidak ada yang berbicara hanya terdengar suara sendok dan piring yang berseteru.Selesai makan vanya dan aditya pamit untuk ke
kamar.
“Ma, pa kita ke kamar duluan ya, soalnya kami capek seharian muter terus”(ucap vanya pada bu indah dan pak alex)
“Ya sudah kalian istirahat aja, apa lagi besok aditya harus pergi ke bandung pagi kan”(ucap pa alex)
“Iya pa”(ucap aditya)
Vanya dan aditya berjalan menuju kamar vanya
“Sayang ini kmar kmu”(tanya aditya)
“Engak ini gudang”(jawab vanya)
“Ih aku serius tauu”(ucap aditya)
“Iya kamar aku lah”(jawab vanya sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur)
“banyak juga ya penghargaan yang kamu dapat”(ucap aditya)
“Iya dong, aku kan ngak mau kalah sama kamu”(ucap vanya sedikit sombong)
“Owh, gitu”(ucap aditya sambil mencubit pipi vanya)
“sudah ayo tidur”(ajak vanya)
Aditya dan vanya memang tidak pernah tidur sekamar di kamar vanya, makanya aditya sedikit takjub melihat banyak penghargaan yang di dapat istrinya.
__ADS_1