
Meli yang baru sampai rumahnya, segera berjalan menuju kamarnya.
“Mel”(panggil seorang wanita)
“Iya ma”(jawab meli)
“kamu dari mana, kok baru pulang”(ucap waita itu ternyata mamanya meli)
“Oh iya ma meli *** habis ketemu sama vanya”(jawab meli)
“Benar”(ucap mama tidak percaya)
“Iya ma”(ucap meli meyakinkan mamanya)
“Sama suaminya juga”(tanya mama)
“Engak ma, suaminya vanya lagi di luar kota”(jawab meli)
“Mel, kamu kappan mau menikah, kan temann-temann kamu udah pada nikah, apa kamu mau mama jodohin juga”(ucap mama pada meli)
“Engak ma engak, ya meli akan menikah kalau meli udah ketemu sama jodoh meli ma, lagian meli kan juga masih muda”(jawab meli)
“Iya nak mama tau, tapi orang tua mana yang ngak khawatir punya anak perempuan, mama ngak mau kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak di inginkan”(ucap mama)
“Iya ma, mama tenang aja meli ngak akan kecewain mama”(ucap meli sambil menggengam tangan mamanya)
“Ya sudah meli ke kamar dulu ya ma, meli mau istirahat”(ucap meli)
“Iya"(jawab mamanya)
Meli berjalan meninggalkan mamanya dan menuju kamarnya, samapi di sana meli merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.Meli memikirkan kata-kata mamanya tadi.
“Iya juga sih, temen-temen gue udah pada nikah bahkan vanya temen deket gue juga udah,tapi gue mau nikah sama siapa, pacar aja ngak punya”(ucap meli sambil menatap langit-langit kamarnya)
Meli terus terbayang ucapan mamanya tadi yang mennyuruhhnya segera menikah, atau di jodohkan.
“Kalau di jodohinn kayak vanya mah ngak masalah, dapet suami tajir, ganteng terhotmat lagi”(ucap meli lagi)
“Tapi ngak ah, gue ngak mau kalau sampai di jodohin, gue mau nikah kalau gue udah bener-bener jatuhh cinta sama seseorang”(ucap meli lagi)
Ketika meli sedang melamun kan kata-kata mamanya, dia teringat seseorang.
__ADS_1
“Dih kenapa jadi ngayalin dia si”(ucap meli sambil menepuk kepalanya)
“Tapi dia ganteng juga si, ya walaupun Cuma asisten”(ucap meli lagi)
“Ih apa-apaan si gue, malah bayangin dia, cowok ngeselin amit-amit kalau punya suami kayak dia”(ucap meli lagi sambil membenarkan posisi tidurnya)
*******
Di lain tempat Fahri juga sedang melamunkan seseorang yang wajahnya terus terbayang di ingatannya.
“Kenapa mikirin dia terus si”(ucap fahri)
“Kan jelas-jelas kalau ketemu dia ue selalu sial”(ucap fahri lagi)
“Sudah lah far, berhenti memikirkan cewek rese itu”(ucap fahri sambil menepuk kepalanya)
“Tapi kok kangen juga ya gak ketemu dia beberapa hari ini”(ucap fahri lagi)
“Sudahlah lebih baik aku tidur saja, karena besok aku harus bangun pagi untuk pulang”(ucap fahri sambil membenarkan posisinya.
Sebelum fahri tertidur dia menggambil poselnya yan ada di atas meja dan menyalakan ponselnya, seketika fahri mengernyitkan dahinya melihat ada beberapa pesan masuk.salah satunya dari vanya.
“Far besok kan acara aniversaray bu linda dan pak wijaya, kita beragkat bareng ya, kamu bisa kan jemput asisten aku sekalian, nanti asisten aku, aku suruh chat kamu ya.”(isi pesan vanya)
Kemudian fahri menlihat ada sebuah pesan yang masuk dari
nomor yang tak di kenal.
“Maaf, apa ini benar asisten pak aditya fahri”(isi pesan tersebut)
Fahri membacanya, dan membalasnya karena tampak nomor tersebut sedang online
“Iya benar, saya fahri, anda siapa ya?ada yang bisa saya bantu”(jawab fahri membalas pesan itu)
Fahri menunggu balasan dari nomor yang tak di kenali nya, tak lama pun seseorang tersebut membalas pesan fahri
“saya tika pak, asisten bu vanya, bu vanya menyuruh saya menghubungi anda”(balas wanita itu dalah tika)
“Oh, iya bu vanya sudah memberi tau saya, kalau saya harus menjemput kamu ”(balas fahri)
“Ya sudah besok saya sharlok lokasinya ya pak”(balas tika sopan)
__ADS_1
“Baik lah jagan panggil aku pak ya nona, panggil saya aku fahri”(balas fahri)
“Oh iya maaf, fahri ya, kalau gitu pangil saya tika juga ya jagan nona”(ucap tika membals pesan itu)
“Baik lah sampai jumpa besok”(balas fahri)
Fahri mematikan ponselnya setelah selesai chattingan engan tika, dan kembali membenarkan posisi tidurnya.
Sedangkan tika dia tersenyum melihat balasann pesann dari fahri, dia menggangap laki-laki itu sangat sopan.
“apa kenyataanya kau selebut da sesopan ini”(ucap tika sambil menatap profil fahri)
“Kenapa wajahnya seperti tidak asing”(ucap tika setelah menggesave kontak fahri)
“Oh iya ini kan laki-laki yag aku tabrak kemarin itu, pas di café”(ucap tika ingat sebuah kejadian)
“Ya ampun betapa malunya aku, jika dia mengetahui ku,bahkan dia besok akan menjemput ku”(ucap tika sedikit ngeri)
“Aduh gimana ya, apa aku bilang aku ngak bisa hadir, tapi ini printah bu vanya, tapi aku malu untuk betemu dengan pria itu karena kau pernah menabraknya, ya walaupun dia memaafkanku”(ucap tika binggung)
“Sudah lah, anggap saja aku tidak mengenalnya an belum pernah bertemu”(ucap tika sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur)
JANGAN BOSAN MENUNGGU EPS SELANJUTNYA YA, SIMAK CERITA SELANJUTYA..............
__ADS_1
Bantu follow Ig:Nirwanakhay_12