
“Mel kamu kenapa ngajak aku ketemuan?”(tanya vanya)
“Ngak papa van, gue pengen aja nongkrong bareng lo, kan lo jarang bisa nih”(jawab meli)
“Yah, lo ma, kan sekarang beda sekarang gue udah nikah dan gue bukan pengganguran”(ucap vanya)
“Ya mangkannya gue ngajak ketemu lo sekarang, soalnya gue suka kesepian van”(ucap meli)
“Yah mangkanya lo cepetan nikah”(ucap vanya)
“Gimana mau nikah, pacar aja ngak punya”(jawab meli)
“Hahaha… kasian banget lo, ya lo itu jagan banyak milih-milih mangaknnya”(ucap vanya)
“Yah lo mah enak punya suami kayak aditya, ganteng iya, tajir iya, sayang lagi sama lo”(ucap meli)
“Iya dong”(jawab vanya)
Setelah mereka berbincang-bincang, vanya pun melihat jam sudah menunjukan jam 08:30
“Mel, kayak nya gue harus pulang deh,soalnya udah malam juga”(ucap vanya)
“iya, gue juga mau balik van”(jawab meli)
“Ya udah yu”(ajak meli)
Vanya dan meli segera pulang mereka tidak harus saling mengantar, karena mereka menggunakan mobilnya sendiri- sedndiri
****
“Kok tuan ngak tergoda si sama aku”(ucap ike dalam hati)
Aditya hanya cuek saja sambil menonton televisi dan memantengi ponsel nya menunggu kabar dari istrinya.ike yang terus berusaha\, kini dia mulai mendekat membersihkan meja depan aditya\, dengan posisinya agak membungkuk memperlihatktkan bela****nya. Tiba-tiba pintu apartmen terbuka.
“Sayang”(ucap vanya mennghampiri aditya membuat ike terkejut )
“kamu lama banget yang, aku kan kangen”(ucap aditya manja memeluk vanya)
“Apaan si kamu, baru aja beberap jam ngak ketemu”(jawab vanya)
“Iya aku kan gak bisa jauh, jauh dari kamu, untungnya sekertaris aku kamu juga”(ucap aditya)
Ike yang melihat kemesraan mereka berdua merasa jengkel, ike mengaitkan kancing bajunya.
“Maaf tua, saya lupa tadi siang ada seorang wanita yang mencari tuan, dan menitip salam”(ucap ike)
“Siapa?”(tanya aditya)
__ADS_1
“Katanya kekasih tuan, kalok ngak salah namanya angel tuan”(jawab ike)
“Tidak, dia bukan ke kasihku, kalau dia kesini lagi, usir aja dia”(ucap aditya)
"Maaf tuan, tapi dia yang berbicara seperti itu, dia mengatakan bahwa nonya merebut tuan darinya"(jelas ike)
"Apa?, aku merebut suamiku darinya"(tanya vanya)
"Iya nonya, dia berbicara seperti tu, bahkan dia mengatakan nyonya wanita murahan"(ucap ike menambahkan sedikit perkataan angel)
"Tidak, itu tidak benar, aku tidak pernah merebut siapa pun, apa lagi aditya darinya"(ucap vanya kesal karena takk trima di bilang wanita murahan)
"Sudah lah sayang, jagan hiraukann ucapan wanita itu"(jawab aditya)
"Tapi aku tidak terima dia menggatakan aku merebutmu dan dia mengataiku wanita murahan,apa dia tidak tau siapa aku"(ucap vanya kesal)
"Sudah, sudah sayang kamu jagan marah-marah ya, lagian kan itu semua ngak bener, dan sekarang aku menjadi milikmu, dan kau menjadi miliku"(ucap aditya menenangkan vanya)
Vanya hanya terdiam saja, sambil menekuk wajahnya dan memanyunkan bibirnya.
“Ya sudah sekarang ayo kita tidur”(ajak aditya pada vanya dan menggandeng tangan vanya)
Vanya mengikuti langkah suaminya, lalu aditya menggendong vanya menuju lift.
“sayang…. Turunin”(ucap vanya, tapi aditya tidak menggubrisnya)
"Bukannya bertengkar, malah mesra-mesraan"(gerutu ike dari jauh sana)
Vanya dan aditya sudah samapi di kamar, mereka segera mengganti baju nya dan akan segera tidur.
“sayang…. Kita pindah rumah yuk”(ajak aditya pada vanya)
“Aku sih, mau aja tapi, memang kamu udah beli rumah?”(tanya vanya)
“Ya, belum si tapi aku bisa kok kalau mau beli sekarang juga”(ucap aditya)
“iya, aku tau kamu kan banyak duit”(celetuk vanya)
“Memang,tapi kita tunggu selesai pesta ultah pernikahan mama papa dulu, ya yang”(ucap aditya)
“Owh.. iya acara nya 1 bulan lagi ya yang”(ucap vanya)
“Iya, tadi mama telfon aku pas aku di kantor, bilang kalau acara ultahnya kita harus datang”(jelas aditya)
“Ya iya lah yang, kita harus dating, tapi aku belum siapin kado buat mama papa lagi”(ucap vanya)
“Ya kan masih 1 bulan lagi yang”(jawab aditya)
__ADS_1
“Iya sih”(jawab vanya)
“Yang aku mau gituan”(ucap aditya sambil mendekatkan tubuhnya ke vanya)
“Tapi yan…”(ucap vanya berhenti karena aditya langsung
menutup mulut vanya dengan mulutnya)
Kemudian tanngan aditya sudah menge******* tubuh vanya seketika aditya melepas pelukan nya.
“Sayang kamu lagi datang bulan?”(tanya aditya matanya menatap vanya tajam)
Vannya menngganguk dan aditya menghela nafasnya kasar
“Kenapa kamu ngak bilang si”(ucap aditya kesal)
“Aku tadi mau bilang, tapi kamu langsung tutup mulut aku”(jelas vanya membela dirinya)
“Terus ini bagaimana”(ucap aditya menunjuk si boy udah bangun)
“Kamu suruh tidur lagi aja”(jawab vanya sambil tersenyum)
Vanya cekikikan melihat tinggkah suaminya, tapi dia juga kasihan melihatnya.
“Sayang maaf ya”(ucap vanya)
“Iya yang, ya udah kita tidur yuk, besok kan kita harus ke kantor”(ajak aditya pada vanya)
Vanya pun megganguk .
“sayang peluk”(pinta vanya pada aditya, kareana dia tidak bisa tidur kalau tidak di peluk suaminya)
“sini”(ucap aditya sambil menarik tubuh vanya dan menggeser tubuhnya mendekati istrinya)
Mereka berdua pun terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
Jangan bosan menunggu eps, selanjutnya ya......