Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 62 Datang terlambat


__ADS_3

Di rumah sakit tampak tegang karena meli akan segera melaksanakan operasi. vanya mencoba menengkan fahri Yang kelihatannya panik Dan tidak bisa tenang.


dari tadi hanya mondar mandir saja.


"far tanang lah, kita berdoa semoga meli baik baik saja"


"tapi van.. aku tetap khawatir"


" iya aku tau itu, tapi berusaha tenang lah agar kamu bisa memberi semangat untuk meli"


kini meli sudah berada di ruang oprasi, sepertinya operasi akan segera di laksanakan.


tak lain dengan orang tua meli Yang juga berada di rumah sakit menunggu puutrinya Yang sedang menjalankan operasi.


"Oh iya van, kamu kesini sendirian? Tanya fahri


"iya far aku sendirian"


"Gimana kamu, apa kecelakaan ini ada Yang merencanakannya? " fahri mengingkat ucapan aditya kemarin


"Kemarin si anak buah aditya bilangnya gitu, tapi belum tau siapa dalang di balik semua ini"jelas vanya singkat.


tak Lama mereka berbincang bincang dokter pun keluar dari ruang operasi. Dan orang tua meli Yang langsung bertanya keadaan putri mereka.


"bagaimana dok keadaan putri kami"


" alhamdullilah pak buk, putri ibu o perasinya berjalan lancar, sebentar lagi meli akan kami pindahkan ke ruang rawat." jelas dokter


Alhamdullilah ucap mereka semua Yang ada di sana.


"Oh iya om tante, vanya pamit pulang duluan ya, kebetulan hari ini vanya juga ada urusan mendadak"vanya pamit kepada orang tua meli, karena dia kan menggungjungi butiknya.

__ADS_1


"iya nak hati hati ya" ucap pak anton papa nya meli


Dan mamanya menggangguk.


" kamu pulang sama siapa van? aku anter ya biar aman"ucap fahri menawarkan diri.


" tidak usah far, aku bisa sendiri. kmu jagain meli aja di sini" tolak vanya tak mau merepotkan fahri.


vanya pun meninggalkan rumah sakit Dan melajukan mobilnya ke arah butik.


tiba" di tengah perjalanan vanya melihat kaca mobil, sepertinya ada Yang menggikutinya tapi ntah lah siapa.


vanya menambah sedikit kecepatan mobilnya untuk menghilangkan jejak.


" ayo kejar dia jagan sampai lolos"


" kali ini kita tidak mungkin Salah sasaran"


"hallo sayang... tolongin aku, aku di ikuti seseorang" sambungan telfon vanya mati karena panik melihat mobil Yang menghadang di depannya.


Aduh gimana ini, aku ngak mungkin bisa ngalahin mereka, apalagi keadaannya aku sekarang hamil batin vanya semakin bergemuruh.


" heh keluar atau kaca mobil Lo gue pecahin" teriak seorang laki" berbadan besar.


dengan berusaha tenang vanya keluar dari mobilnya.


" ada apa? , apa Yang kalian inginkan dari ku"


" hagh... sudah jagan banyak bicara, bawa dia" ucap seorang bandit lainya.


" jagan berani sentuh aku" ucap vanya menepis tangan bandit Yang ingin memegang tanyanya. Dan dengan sigap vanya memuntir tangan bandit itu kemudian memukulnya.

__ADS_1


untunglah vanya bisa sedikit beda diri, tapi jika melawan mereka semua vanya tidak mungkin mampu.


" ayo hadapin aku dulu" ucap vanya.


kemudian satu persatu bandit itu pun maju menghadapi vanya, namun sayangnya mereka tidak bisa menggalahkan vanya.


" hanya segitu kemampuan kalian" ucap vanya sombong sekaligus kesal.


bruggh... tiba" seorang bandit memukul bagian perut vanya, sehingga vanya merasa kesakitan kemudian terduduk memegangi perutnya.


"Ahh... tolong..." ucap vanya menahan sakit


" sudah bawa dia"


"tapi dia kesakitan bos"


" sudah bawa saja Yang penting tugas kita selesai."


vanya Yang tak bisa mengelak lagi Dan dengan keadaanya Yang lemas akhirnya vanya tak sadarkan diri.


"bos dia mati, atau pingsan ya bos"


" biar saja mati atau hidup bukan urusan kita justru kita di suruh menghabisi dia bukan? "


tak Lama mobil itu pergi membawa vanya. aditya Dan anak buah vanya pun sampai di sana.


" Dimana vanya? " Tanya aditya pada seorang anak buah vanya.


" kami tidak tau pak, baru saja kami samapi sini"


" engak engak aku ngak mau terjadi sesuatu sama vanya, ini mobilnya lalu di mana dia"teriak aditya merasa kesal karena dia datang terlambat. belum lagi jarak antara kantor dengan butik vanya lumayan jauh.

__ADS_1


__ADS_2