
“kenapa dia tidak menggangakat telfonku?, apa dia sedang sibuk?”aditya terus menghubungi vanya karena perasaannya yang tidak enak dan ingin memastikan keedaan itrinya baik-baik saja.”apa…. sekarang ponselnya tidak aktif, ayo lah vanya, dimana kau, kenapa tidak menjawab telfonku”aditya mondar mandir panik memikirkan istrinya.
Fahri pun yang baru saja masuk keruangan aditya, terheran melihat atasnya sedang mondar-mandir ngak karuan sambil menggengam ponselya.”pak…”fahri mencoba memanggil aditya, namun aditya tidak menjawab seakan tidak ada siapapun yang sedang memperhatikannya.
“pak… aditya” lantang fari membutat aditya tersadar bahwa ada fahri yang memperhatikanya.
“kapan kita pulang, apa masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan?”tanya aditya kepada fahri dan berharap pekerjaan mereka segera selesai
“oh, itu tentu pak, sekitar 2 jam lagi kita akan pulang, karena pekerjaan kita sudah hampir selesai”jawab fahri
“apa tidak bisa lebih cepat lagi?”tanya aditya lagi, sambil menatap layar ponselnya, berharap kalau
vanya mengabarinya.
“memangnya ada apa pak?? Apa ada masalah di kantor pusat?”tanya fahri sambil mengernyit , karena tidak biasanya aditya tawar menawar seperti ini.
“vanya tidak bisa di hubungi, dari tadi aku menelfonnya , namun tidak ada di jawab dan sekarng ponselnya tidak aktif, aku sangat khawatir padanya. aditya memegang kepalanya sambil berfikir ada apa dengan istrinya.
“oh, jadi karna vanya, lo ngak bisa fokus kerja”jawab fahri enteng
“lo ngak tau aja far, gue di teror sama seseorang mangkannya gue panik kayak gini”ucap aditya yang membuat fahri terkejut.
“Apa di teror?”fahri terkejut siapa yang berani menerornya, namun fahri mencoba menenangkan aditya,”ya positif aja lah dit, mungkin vanya lagi sibuk, lo tau kan pekerjaannya vanya banyak, mungkin dia ngak sempet jawab telfon lo kalau ponselnya sekarang ngak aktif mungkin lobet”.
Aditya hanya diam tidak menjawab ucapan fahri,”ya udah kita selesaikan pekerjaan kita sekrang, agar kita bisa segera pulang 1 jam kemudian”perintah aditya pada fahri.
“Baik pak, akan saya selesaikan secepatnya”jawab fahri meninggalkan ruanngan aditya.
****
__ADS_1
Ternyata aditya dan fahri sudah menyelesaikan pekerjaannya lebih awal dari yang mereka perkirakan.sehingga mereka bisa pulang lebih awal untuk segera menemui vanya. Aditya tampak sangat cemas karena belum ada juga
kabar tentang vanya bahkan dia sudah menghubungi tika dan meli bahkan rekan-rekan kerja vanya juga.
“Tenang dit, vanya pasti baik-baik saja”ucap fahri mencoba menenangkan aditya yang dari tadi tampak tak bisa tenang.
“Gimana aku bisa tenang far, vanya belum ada kabar sampai sekarang “. bentak aditya panik mencari keberadaan istrinya
“Iya aku tau tetapi tenang lah kita pasti akan menemui vanya”
Mereka sudah sampai ke apartment aditya namun terlihat sepi. Raut wajah aditya semakin panik melihat apartmen yang sepi dan tidak melihat keberadaan vanya.
“Tenang dit, berfikir lah positif, sekarang apa kau punya musuh?”tanya fahri pada aditya
“Tidak, ada aku tidak punya musuh”jawab aditya sambil mondar mandir.
“Yakin ngak punya musuh atau masalah sama siapa gitu, atau rekan kerja"?tanya fahri lirih pada aditya
"dit.. eh dit... tunggu dulu lo yakin"teriak fahri sambil mengejar aditya yang sudah berada di dekat mobil dan bergegas ingin menemui efan."dit tunggu dulu lo yakin apa, kalok si efan yang udah sekap vanya?"
"Iya gue yakin far, karna dia itu suka sama vanya, pasti dia yang udah sekap vanya"yakin aditya bahwa efan lah yang sudah menyekap vanya.
"Ya sudah kita temui efan, tapi emang lo tau rumahnya di mana?"tanya fahri sebelum melajukan mobilnya.
"Iya gue tau, karna gue sempat berteman dekat dengan dia, sebelum gue tau kalau wanita yang dia sukai itu istri gue"sedikit penjelasan dari aditya membuat fahri faham dan langusung melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah efan.
tak lama mereka pun samapi di depan rumah efan yang terlihat sangat sepi karena efan hanya tinggal sendiri di indonesia.aditya bergegas turun dengan langkahnya yang besar itu dia sudah sampai di depan pintu rumah efan.
"fan, fan... keluar lo"teriak aditya dengan lantang sambil mengetuk piintu rumah efan.Tak lama pun sang pemilik rumah membuka pintu, untuk menemui seseorang yang berteriak-triak di depan rumahnya.
__ADS_1
"Ngapain lo kesini, triak-triak lagi, lo pikir rumah gue ini hutan, jadi ini yang di hormati semua orang, iya wakil pemimpin"ucap efan mebuat aditya tambah emosi dan langung melunjucurkan kepalannya di wajah tampan efan.
"Jaga ucapanmu, seakarang katakan di mana kau sekap vanya, aku tau kau menyekap vanya karna kau tidak bisa mendapatkannya, iya kan.."wajah aditya sudah merah padam denagn tatapan yang mematikan.
"Oh sekarang lo malah nuduh gue gitu, mau lo apa si ha, gue emang suka sama vanya tapi bukan gue namanya kalau mendapatkan seorang wanita dengan cara sepicik itu"tegas efan yang mendapat tuduhan dari aditya."Apa kau punya bukti yang kuat sehingga kau menuduhku"tanya efan balik pada aditya.
"Ya tentu aku menuduh mu, karna kau lah yang tidak suka denganku dan kau lah yang mencintai vanya, tentu saja aku menuduh mu saat vanya menghilang"teegas aditya tak mau kalah dan masih menuduh efan.
"Sekarang begini saja kau boleh liat ponsel ku dan kau boleh priksa dalam rumahku"pinta efan mempersilahkan aditya agar aditya berhenti menuduhnya.
"Baik lah... far kau masuk ke dalam pastikan apakah vanya ada di dalam"perintah aditya pada fahri dan dirinya memeriksa ponsel efan.
"Baik pak"jawab fahri bergegas memasuyki rumah efan dan mencari keberadaan vanya, namun sepertinya fahri tidak menemukan vanya, fahri pun keluar dan menemui aditya.
"Bagaimana? apakah vanya ada di dalam?"tanya aditya pada fahri dengan cepat karena dia juga tidak menemukan apa pun di ponsel efan.
"Tidak pak, sepertinya dia benar, bukan dia yang menyekap vanya"
"Baik lah... sekarang kita pergi dari sini dan cari vanya sampai ketemu" aditya dan fahri pun meninggalkan efan yang masih ada di halaman rumah, tanpa meminta maaf kepada efan atas tuduhannya karena memang aditya orang yang sangat angkuh.
__ADS_1
Kira-kira aditya bisa ngak ya nemui vanya.... yuk simak eps selanjutnya..:)