
Sepulang kantor vanya mampir di sebuah café biasa dia dan meli bertemu,dia sengaja mengajak meli ketemuan karena hari ini dia merasa tidak begitu sibuk, vanya duduk kursi sendirian menunggu kedatangan meli.Tiba-tiba ada seorang gadis yang menumpahkann minuman ke vanya.
“Aduh maaf,saya tidak sengaja”(ucap wanita itu menunduk)
“Oh tidak masalah”(ucap vanya sambil membersihkan pakainnya yang tersiram minuman)
“Hay nyonya,apa masih ingat dengan saya”(ucap wanita itu mengangkat sedikit dagunya)
Vanya yang taka sing mendengar suaranya, langsung melihat kearah gadis itu
“Ike”(ucap vanya)
“Iya saya,senangbisa bertemu dengan anda disini”(ucap ikesinis)
“Mau apa kamu”(tanya vanya)
“Oh, nyonya vanya yang baik hati, apa anda menawarkan sesuatu dengan saya”(ucap ike licik)
“Saya mau suami nyonya”(ucapike terseyum licik)
Vanya hanya diam mendengarkan ucapan mantan asisiten rumah tanngganya itu.
“Saya tau nyonya itu sudah baik dengan saya,tapi karena nyonya menjadi penghalang untuk saya
mendapatkan tuan,maka saya terpaksa harus mennjauhkan nonya dari tuan”(ucap ike sinis)
“Jagan berhayal terlalu tinggi kamu ike, saya kasihan liat kamu”(ucap vanya singkat tapi menyakitkan buat ike)
“Tidak masalah saya sekarang bermimpi tapi liat saja nanti nyonya”(ucap ike lagi)
“Saya pikir nyonya itu wanita baik dan terhormat tapi kenytaannya, nonya merebut kekasih orang lain”(ucap ike)
“Jaga mulut mu, aku tidak pernahh merebut siapa pun”(ucap vanya sedikit kesal)
“Hey nyonya jagan anda pikir saya tidak tau ya,nonya merebut tuan muda dari angel kan ke
kasihnya,iya namannya juga wanita murahan tidak akan menggaku pastinya”(ucap ike sambil menumpahkan air lagi ke wajah vanya membuat vanya tidak bisa menggontrol emosinya)
Ike berjalan ingin meninggalkan vanya tetapi belum sempat dia jauh dai vanya,vanya menarik tangannya dengan keras sehingga ike tersungkur di lantai, semua orang yang duduk di dekat vanya menyaksikan itu termasuk melli
yang baru datang.
“Berani-braninya kau melakukan itu pada ku”(ucap vanya sambil mengeratkan giginya)
“Siapa kau,berani sekali kau mengataiku,apa kau tidak sadar bahwa kau lah wanita murahann yang mencoba merayu suamiku, ha apa kau lupa,apa aku harus memperlihatkan semuanya pada orang”(ucap ike tegas pada meli yang masih terduduk di lantai)
“Aku pikir aku harus menngasihanimu tapi ternyata tidak, kau adalah orang yang tidak tauu diri, sekali lagi kau berani menyentuhku maka akan ku patah kann tanganmu”(jelas vanya mengancam ike)
Ike yang malu di lihat banyak orang,dan dia merasa sudah tidak sanggup meladeni vanya kini dia langsung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan vanya. Meli terkejut melihat vanya semarah ini.
“Van lo barusan marah”(ucap meli)
“Engak,gue barusan ceramah”(jawab ike)
__ADS_1
“Dih van,sumpah lo serem banget,tapi keren si”(ucap meli)
“Udah lah ngak usah di bahas, ngak penting”(ucap vanya menjawab meli)
“Van emang kenpa lo kok sampai semarah itu”(tanya meli)
“Dia mengataiku wanita murahan, dia bilang aku merebut aditya dari angel”(ucap vanya)
“Kok bisa, dia kan art kmu”(ucap meli)
“Aku juga tidak tau,dia sudah di pecat sama aditya”(jawb vanya)
“Kenapa van”(tanya meli)
“Karena dia menggoda aditya di belakangku”(jawab vanya)
“Ah so sweet.. jadi pengen punya suami kayak gitu”(ucap meli)
“Ya mangkannya buruan nikah, tapi jagaan sama suami orang”(ucap vanya)
“Ya ngaak laah, lo pikir gue cewek apaan, lagian gue ngak mau sama yang bekas”(ucap meli)
“Dih gaya lo”(ucap vanya)
“harus dong,gue aja jaga bener-bener nih gawang biar ngak ada yng nerobos selain suami gue”(ucap meli)
Hahahahahha mereka tertawa besama.
“Eh mel tunggu dh”(ucap vanya melihat sesuatu)
“Itu kok kayak dika ya”(ucap vanya)
“Mana sih van”(tanya meli)
“Itu lo mel,lo liat dech”(ucap vanya sambil menunjuk ke arah dika)
“Itu mah memang dika van”(ucap meli santai)
“Tapi kok dia sama cewek ya”(ucap vanya)
“Pacarnya kalik”(jawab meli)
“Kok gue kayak ngak asing sih liat wanita itu, kita deketin yuk”(ajak vanya pada meli)
Vanya dan meli mendekati dika dengan seseorang wanita yang bersamanya untuk mendengarkan pembicaraan mereka.ddika dan wanita itu pun tidak tau keberadaan vanya di sana yang sedang mendengarkan pembicaraannya.
“Pokok nya kau ngak mau tau ya dik,kamu harus tanggung jawab”(ucap gadis itu)
Vanya yang melihat siapa gadis itu terkejut matanya membelalak
“Angel”(ucap vanya lirih sambil menutup mulutnya)
‘Lo kenal van”(tanya meli)
__ADS_1
“Dia mantannya aditya”(jawab vanyapelan)
“Apa”(ucap meli keras langung di tutup vanya mulutnya)
“Jagan keras-keras nanti ketauan”(ucap vanya)
Mereka kembali mendengarkan pembicaraan dika dan angel.
“Gara-gara kamu aku di tiggalin aditya”(ucap angel)
“Kok gara-gara aku,kankamu yang ngodain aku”(jawab dika)
“Ya kalau kamu ngak ngajak kita menghianati aditya dan vanya mungkin sekarang hidup ku bahagia”(ucap angel)
“Dan gara-gara kamu juga aku jadi ninggalin vanya kamu tau itu”(ucap dika kesal)
“ya udah sekarang kamu harus tanggung jawab, kamu udah berapa kali nidurin aku”(ucap angel membuat mata vanya dan meli membulat)
“Iya terus aku harus gimana”(ucap dika)
“Bereng**k kamu, ya kamu nikahi aku atau kamu buat aku kembali lagi pada aditya”(ucap angel)
“Ngak aku ngak maunikahi kamu”(jawab dika)
Vanya yang sudah mengetahui semuanya mendatangi dika dan angel,membuat mata mereka membulat terkejut melihat kedatangan vanya.
“Kenapa kaget”(ucap vanya)
Mereka diam saja
“Aku ngak nyangka sama kamu dik,kamu bisa lakuin itu sama dia tanpa ada hubungan suami istri”(ucap vanya pada dika)
“Van aku khilaf”(jawab dika sambil meraih tangan vanya)
“Oh no,jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu”(ucap vanya)
“Aku minta maaf van, aku menyesal”(ucap dika)
“Sudah lah, aku tak butuh penyesalanmu dan aku juga sudah tidakperduli dengan mu”(ucap vanya)
“Dan kau jagan berani-beraninya mendekati aditya atau kau akan tau akibatnya”(tegas vanya pada angel)
Vanya dan meli pergi meninggallkan mereka berdua vanya dan meli kembali ke kursi mereka.
“Gila ya van, gue ngak yangka banget sama dika”(ucap meli)
“Sudah lah biarkan saja”(jawab vanya)
“Iya van untung aja lo udah ngak sama dia”(ucap meli)
“Ya udah balik yuk mel,udah malem juga”(ucap vanya)
“Ya udah yuk”(jawab vanya)
__ADS_1
Mereka meninggalkan café setelah membayar pesanan mereka,kini vanya dan meli mengemudi mobil mereka masing-masing dan menuju rumah mereka sendiri.