Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 42 Pagi buta


__ADS_3

Para tamu undangan sudah tampak berpulangan dari rumah pak


wijaya, dan hanya vanya,aditya,pak wijaya dan bu linda yang ada di sana.


“Kalian jadi nginep di sini kan”bu linda kembali menanyakan


tentang itu kepada vanya dana aditya,karena selama vanya menikah dengan aditya


mereka tidak pernah mengginap di rumah pak wijaya.


“Oh iya dong ma, kan kita udah bilang tadi”jawab vanya


membuat bu linda sedikit lega bercampur dengan bahagia dia bisa dekat dan


melihat, anak dan mantunya itu hubungannya semakin harmonis.


“Ya sudah mending kalian istirahat saja kalian pasti capek


kan”bu linda melihat wajah anaknya yang sudah kusam dan tampak seperti


kelelahan.


“Iya ma,kebetulan aditya juga sudan ngantuk”aditya belum ada


beristirahat sepulang dari bandung pagi buta tadi,dia langsung menlanjutkan


semua kegiatannya tanpa beristirahat


Vanya yang melihat suaminya sudah takpak sangat lelah,


langsung mengajak aditya untuk beristirahat di kamar aditya,mereka meniggalkan


bu linda dan pak wijaya yang sepertinya juga akan beristirahat.samapi di kamar


aditya langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur,sedang kan vanya


masih sibuk mengganti bajunya dengan baju tidur.vanya tampak kesulitan saat


menurunkan ret seleting gaunnya.


“Yang kamu bisa bantu aku ngak”vanya minta tolong dengan


aditya untuk membantunya menurunkan rat seleting gaun yang ia kenakan,karena


tangannya tidak sampai menjangkau ret sleting yang ada di punggungnya.


Aditya yang di mintai tolong oleh vanya bergegas menolong


vanya, dan membantu vanya membuka rat seling gaunnya.aditya menelan salivanya


melihat punggunjg mulus vanya berada di hadapannya membuat semua rasa ngantuk


dan lelahnya hilang seketika.ngak perlu apa-apa untuk menghilangkan rasa lelah


aditya cukup bersama vanya lah semua rasa itu akan hiilang..


Tangan aditya sudah mulai nakal, memasukkan tangannya ke


dalan gaun vanya yang terbuka di bagian belakang tapi belum terjatuh.vanya yang


melihat tangan aditya sudah melingkar di perutnya terkejut bulu kuduknya mulai


berdiri,vanya selalu begitu saat di sentuhh oleh suaminya meskipun mereka sudah


sering melakukannya tapi vanya masihh saja belum terbiasa..


“Yang lepasin aku mau ganti baju”vanya mencoba meminta


aditya untuk melepaskannya, tapi bukannnya di lepas justru aditya malah semakin


erat memeluk vanya dari belakan,dan menempelkan bibirnya di leher vanya.membuat


vanya semakin tidak karuan.


Vanya tau apa yang di inginkan suaminya, karena biasanya


kalau aditya sedang lelah pasti dia justru akan melakukannya.karena menurutnya


vanya adalah obat termanjur untuk menghilsngkan rasa lelahnya.sentuhakn demi


sentuhan yang di berikan aditya pada vanya semakin membuat vanya tidak bisa


menguasai dirinya vanya pun ikut larut menikmati sentuhan-sentuhan lembut yang


di berikan aditya.


Selama menikah dan melakukannya, aditya tidak pernah


melakukannya dengan kasar.daia selalu melakukannnya perlahan dan sangat lembut


memnbuat vanya pun tidak bisa menolak setiap ajakan aditya.kini posisi mereka


bukan lagi berdiri melaikan sudah berada di ranjang pertempuran itu pun kembali


terjadi.


Setelah selesai melakunnya, kini mereka hanya bertutup


selimut tanpa ada sehelai benang pun yang menempel pada tubuhnya


“Oh iya yang,kita jadi besok buat pindah rumah”tanya vanya


pada aditya yang sedang memejamkan matanya di sampaing vanya


“Jadi yang,semua sudah di urus dengan fahri,jadi besok kita


langsung pindah saja”aditya yang tak tahan menahan rasa ngantuknnya pun tak

__ADS_1


lama tertidur meninggalkan vanya yang masih belum menggantuk.


Vanya menggambil ponselnya dari nakas, dan melihat ada


beberpa pesan masuk, salah satunya ada nomor yang tidak di kenalinya,mata vanya


seketika terbelalak membaca pesan itu..


“Jangan harap kau kan bahagia setelah ini”


Isi pesan dari nomor terseebut,


siapa yang mengirimnya?, dan apa maksudnya berbicara seperti itu? Vanya merasa


pesan itu tidak penting dia pun kembali meletakkan ponselnya dan ikut


memejamkan matanya di samping aditya.


*****


Melihat jam yang sebentar lagi


kan subuh vanya langsung bergegas bangun dan membrsihkan tubuhnya untuk segera


melaksanakan shalat subuh.vanya sudah keluar kamar mandi dan melihat aditya


sudah terduduk di pinggir ranjang, biasa nya vanya lah yang harus memebangunkan


aditya dulu.


“Mandi sana, kita kan


melakasanakan shalat subuh berjamaah”ucap vanya menyuruh aditya segera


memebersihkan tubuhnya dan meminta aditya utuk menjadi imamnya.


Aditya pun terburu-buru agar


vanya tidak lama menunggu,tak lama pintu kamar mandi pun terbuka menandakan


aditya sudah selesai mandi.dia langsung menggunkan sarung yang di pasangkan


dengan kemeja putih dan kopiah di kepalanya.


Melihat vanya yang sudah siap


aditya memulai melaksanakan shalat.selesai shalat vanya mencium punggung tangan


suaminya dan aditya mencium kening vanya.


Sungguh indah moment ini,semoga


saja moment ini bisa bertahan selamanya.harapan vanya melihat rumah tangganya yang


semakin hari membaik.vanya merapikan kembali alat shalatnya.kemudian menyusul


aditya yang sdang ada di balkon kamarnya,seperti lagi menikmati angina pagi


“Aku ingin memberi tahu mu


sesuatu”ucap vanya mendekati aditya.


“katakana”jawab aditya tanpa


menoleh kea rah vanya dan masih fokus dengan benda kecil di tanggannya.


“Papa ku memberikan sebagian


perusahaannya kepadaku,dan aku harus menjalannkan perusahaan itu”vanya


menjelaskan kepada aditya,karena bagaimana pun aditya harus tau soal ini.


“Ya lakukan lah, tapi apa kau


tidak akan sibuk jika menggurus perusahaan dank au tetap harus menjadi


asistenku”Aditya menatap vanya sambil mengeryit.


“Aku rtasa tidak, karena aku


pasti bisa mengatasinya”jawab vanya penuh keyakinan, ya vanya tau kalau dia


pasti akan sibuk karena banyak pekerjaan.


“Baik lah,tapi aku tidak ingin


melihat kau kelelaham, jika kau ingin berhenti menjadi sekertaris ku aku tidak


masalah”perkataan aditya membuat vanya kemudian cemberut,karena suaminya


sepertinya tidak yakin padanya.


“Aku bisa kok,aku bekerja juga


akan di bantu oleh sekertarisku dan asistenku”ketus vanya pada aditya dan


melangkah meninggalkan aditya.


Vanya mengganti bajunya dan


memoles sedikit make up ke wajahnya,aditya yang memperhatikannya pun mengeryit


merasa heran sepagi ini vanya sudah siapa dan sangat rapi.


“Kamu mau kemana di pagi seperti


ini”penasaran melihat vanya yang sudah tampil cantik dan rapi

__ADS_1


“Aku akan menemui client yang


akan bekerja sama dengn ku di perusahaan papa”masih asik memoles mukanya dan


menatap cermin.


“Sepagi ini”ucap aditya yang


terheran pada istrinya


Vanya mengganguk kecil tanpa


memperhatikan suaminya


Vanya sibuk membereskan


barang-barangnya dan melangkah meninggalkan kamar aditya,tapi langkahnya


berhenti saat aditya menghadanginya.


“Mau kemana apa kau tak ingin


menunggu ku”aditya kesal karena sejak tadi vanya tidak memperhatikannya, vanya


pun mengernyit mendengar ucapan suaminya yang ada di depannya.


“Aku mau kebawah, mau  nyiapin sarapan,tenang lah aku tidak akan


meninggalkanmu”jelas vanya sambil mengecup bibir aditya sekilas dan berlalau


meninggalkan aditya yang masih ada di hadapannya.


Vanya turun ke lantai dasar dan


melihat bik susi sedang sibuk menyiapakan menu sarapan pagi ini,vanya


memperhatikan meja makan yang sudah banyak sekali terisi makanan.


“Apa belum selesai bik”tanya vanya


saat beerada di dekat bik susi yang masih mondar-mandir


“Sudah non ini tinggal membuatkan


susu untuk mas aditya”bu susi masih tampak sibuk sehingga tidak menatap sumber


suara yang sedang berbicara denganna


Aditya memperhatikan mereka dari


tangga melihat istrinya dan bik susi berada di tempat yang sama.


“Ayo turun “vanya yang menyadari


suaminya memperhatikannya


Aditya bergegas turun dan


menghampiri vanya.


“Loh, kalian sudah bangun, dan


mau kemana di pagi begini udah rapi aja”celetuk bu linda memperhatikan vanya


dan aditya yang sudah ada di meja makan


“Iya ma kita hari ini, ada


kesibukan masing-masing”jawab vanya sambil tersenyum melihat bu linda yang


masih memperhatikannya.


“Seperinya kalian ini sangat


sibuk bekerja ya,tapi tidak masalah, asal kalian jagan lupa memberikan mama


cucu, mama ini sudah ingin sekali menimang cucu”celuk bu linda membuat aditya


tersedak susu,vanya dengan sigap menepuk punggung aditya.


“Mama tenang aja, setiap malam


kami menggusahakannya”jawab aditya tanpa memperhatikan mamanya,vanya mencubit


paha aditya yang berbicara tanpa ada rasa malu.


“Ya udah ma pa ayo kita sarapan”ajak


vanya menggalihkan pembicaraan, karena pasti tidak akan selesai jika di


lanjutkan.


Mereka melakuykan sarapan


bersama, seperti bisa ketika sedang makan maka tidak ada yang berbicara hanya


suara sendok dan piring lah yang memenuhi ruangan


“Ma pa mas aku duluan ya, soalnya


takut nanti di tunggui client”ucap vanya memperhatikan jam dinding, dia takut


membuat client nya kecewa karena harus menunggu,vanya bangit dari duduknya.


“Aku naik taxsi aja”Celetuk vanya


melihat raut wajah aditya yang seperti membutuhkan jawaban,vanya berjalan

__ADS_1


tergesa-gesa, dan meningglkan aditya yang masih duduk di meja makan dan


memperhatikan kepergiannnya.


__ADS_2