
Para tamu undangan sudah tampak berpulangan dari rumah pak
wijaya, dan hanya vanya,aditya,pak wijaya dan bu linda yang ada di sana.
“Kalian jadi nginep di sini kan”bu linda kembali menanyakan
tentang itu kepada vanya dana aditya,karena selama vanya menikah dengan aditya
mereka tidak pernah mengginap di rumah pak wijaya.
“Oh iya dong ma, kan kita udah bilang tadi”jawab vanya
membuat bu linda sedikit lega bercampur dengan bahagia dia bisa dekat dan
melihat, anak dan mantunya itu hubungannya semakin harmonis.
“Ya sudah mending kalian istirahat saja kalian pasti capek
kan”bu linda melihat wajah anaknya yang sudah kusam dan tampak seperti
kelelahan.
“Iya ma,kebetulan aditya juga sudan ngantuk”aditya belum ada
beristirahat sepulang dari bandung pagi buta tadi,dia langsung menlanjutkan
semua kegiatannya tanpa beristirahat
Vanya yang melihat suaminya sudah takpak sangat lelah,
langsung mengajak aditya untuk beristirahat di kamar aditya,mereka meniggalkan
bu linda dan pak wijaya yang sepertinya juga akan beristirahat.samapi di kamar
aditya langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur,sedang kan vanya
masih sibuk mengganti bajunya dengan baju tidur.vanya tampak kesulitan saat
menurunkan ret seleting gaunnya.
“Yang kamu bisa bantu aku ngak”vanya minta tolong dengan
aditya untuk membantunya menurunkan rat seleting gaun yang ia kenakan,karena
tangannya tidak sampai menjangkau ret sleting yang ada di punggungnya.
Aditya yang di mintai tolong oleh vanya bergegas menolong
vanya, dan membantu vanya membuka rat seling gaunnya.aditya menelan salivanya
melihat punggunjg mulus vanya berada di hadapannya membuat semua rasa ngantuk
dan lelahnya hilang seketika.ngak perlu apa-apa untuk menghilangkan rasa lelah
aditya cukup bersama vanya lah semua rasa itu akan hiilang..
Tangan aditya sudah mulai nakal, memasukkan tangannya ke
dalan gaun vanya yang terbuka di bagian belakang tapi belum terjatuh.vanya yang
melihat tangan aditya sudah melingkar di perutnya terkejut bulu kuduknya mulai
berdiri,vanya selalu begitu saat di sentuhh oleh suaminya meskipun mereka sudah
sering melakukannya tapi vanya masihh saja belum terbiasa..
“Yang lepasin aku mau ganti baju”vanya mencoba meminta
aditya untuk melepaskannya, tapi bukannnya di lepas justru aditya malah semakin
erat memeluk vanya dari belakan,dan menempelkan bibirnya di leher vanya.membuat
vanya semakin tidak karuan.
Vanya tau apa yang di inginkan suaminya, karena biasanya
kalau aditya sedang lelah pasti dia justru akan melakukannya.karena menurutnya
vanya adalah obat termanjur untuk menghilsngkan rasa lelahnya.sentuhakn demi
sentuhan yang di berikan aditya pada vanya semakin membuat vanya tidak bisa
menguasai dirinya vanya pun ikut larut menikmati sentuhan-sentuhan lembut yang
di berikan aditya.
Selama menikah dan melakukannya, aditya tidak pernah
melakukannya dengan kasar.daia selalu melakukannnya perlahan dan sangat lembut
memnbuat vanya pun tidak bisa menolak setiap ajakan aditya.kini posisi mereka
bukan lagi berdiri melaikan sudah berada di ranjang pertempuran itu pun kembali
terjadi.
Setelah selesai melakunnya, kini mereka hanya bertutup
selimut tanpa ada sehelai benang pun yang menempel pada tubuhnya
“Oh iya yang,kita jadi besok buat pindah rumah”tanya vanya
pada aditya yang sedang memejamkan matanya di sampaing vanya
“Jadi yang,semua sudah di urus dengan fahri,jadi besok kita
langsung pindah saja”aditya yang tak tahan menahan rasa ngantuknnya pun tak
__ADS_1
lama tertidur meninggalkan vanya yang masih belum menggantuk.
Vanya menggambil ponselnya dari nakas, dan melihat ada
beberpa pesan masuk, salah satunya ada nomor yang tidak di kenalinya,mata vanya
seketika terbelalak membaca pesan itu..
“Jangan harap kau kan bahagia setelah ini”
Isi pesan dari nomor terseebut,
siapa yang mengirimnya?, dan apa maksudnya berbicara seperti itu? Vanya merasa
pesan itu tidak penting dia pun kembali meletakkan ponselnya dan ikut
memejamkan matanya di samping aditya.
*****
Melihat jam yang sebentar lagi
kan subuh vanya langsung bergegas bangun dan membrsihkan tubuhnya untuk segera
melaksanakan shalat subuh.vanya sudah keluar kamar mandi dan melihat aditya
sudah terduduk di pinggir ranjang, biasa nya vanya lah yang harus memebangunkan
aditya dulu.
“Mandi sana, kita kan
melakasanakan shalat subuh berjamaah”ucap vanya menyuruh aditya segera
memebersihkan tubuhnya dan meminta aditya utuk menjadi imamnya.
Aditya pun terburu-buru agar
vanya tidak lama menunggu,tak lama pintu kamar mandi pun terbuka menandakan
aditya sudah selesai mandi.dia langsung menggunkan sarung yang di pasangkan
dengan kemeja putih dan kopiah di kepalanya.
Melihat vanya yang sudah siap
aditya memulai melaksanakan shalat.selesai shalat vanya mencium punggung tangan
suaminya dan aditya mencium kening vanya.
Sungguh indah moment ini,semoga
saja moment ini bisa bertahan selamanya.harapan vanya melihat rumah tangganya yang
semakin hari membaik.vanya merapikan kembali alat shalatnya.kemudian menyusul
aditya yang sdang ada di balkon kamarnya,seperti lagi menikmati angina pagi
“Aku ingin memberi tahu mu
sesuatu”ucap vanya mendekati aditya.
“katakana”jawab aditya tanpa
menoleh kea rah vanya dan masih fokus dengan benda kecil di tanggannya.
“Papa ku memberikan sebagian
perusahaannya kepadaku,dan aku harus menjalannkan perusahaan itu”vanya
menjelaskan kepada aditya,karena bagaimana pun aditya harus tau soal ini.
“Ya lakukan lah, tapi apa kau
tidak akan sibuk jika menggurus perusahaan dank au tetap harus menjadi
asistenku”Aditya menatap vanya sambil mengeryit.
“Aku rtasa tidak, karena aku
pasti bisa mengatasinya”jawab vanya penuh keyakinan, ya vanya tau kalau dia
pasti akan sibuk karena banyak pekerjaan.
“Baik lah,tapi aku tidak ingin
melihat kau kelelaham, jika kau ingin berhenti menjadi sekertaris ku aku tidak
masalah”perkataan aditya membuat vanya kemudian cemberut,karena suaminya
sepertinya tidak yakin padanya.
“Aku bisa kok,aku bekerja juga
akan di bantu oleh sekertarisku dan asistenku”ketus vanya pada aditya dan
melangkah meninggalkan aditya.
Vanya mengganti bajunya dan
memoles sedikit make up ke wajahnya,aditya yang memperhatikannya pun mengeryit
merasa heran sepagi ini vanya sudah siapa dan sangat rapi.
“Kamu mau kemana di pagi seperti
ini”penasaran melihat vanya yang sudah tampil cantik dan rapi
__ADS_1
“Aku akan menemui client yang
akan bekerja sama dengn ku di perusahaan papa”masih asik memoles mukanya dan
menatap cermin.
“Sepagi ini”ucap aditya yang
terheran pada istrinya
Vanya mengganguk kecil tanpa
memperhatikan suaminya
Vanya sibuk membereskan
barang-barangnya dan melangkah meninggalkan kamar aditya,tapi langkahnya
berhenti saat aditya menghadanginya.
“Mau kemana apa kau tak ingin
menunggu ku”aditya kesal karena sejak tadi vanya tidak memperhatikannya, vanya
pun mengernyit mendengar ucapan suaminya yang ada di depannya.
“Aku mau kebawah, mau nyiapin sarapan,tenang lah aku tidak akan
meninggalkanmu”jelas vanya sambil mengecup bibir aditya sekilas dan berlalau
meninggalkan aditya yang masih ada di hadapannya.
Vanya turun ke lantai dasar dan
melihat bik susi sedang sibuk menyiapakan menu sarapan pagi ini,vanya
memperhatikan meja makan yang sudah banyak sekali terisi makanan.
“Apa belum selesai bik”tanya vanya
saat beerada di dekat bik susi yang masih mondar-mandir
“Sudah non ini tinggal membuatkan
susu untuk mas aditya”bu susi masih tampak sibuk sehingga tidak menatap sumber
suara yang sedang berbicara denganna
Aditya memperhatikan mereka dari
tangga melihat istrinya dan bik susi berada di tempat yang sama.
“Ayo turun “vanya yang menyadari
suaminya memperhatikannya
Aditya bergegas turun dan
menghampiri vanya.
“Loh, kalian sudah bangun, dan
mau kemana di pagi begini udah rapi aja”celetuk bu linda memperhatikan vanya
dan aditya yang sudah ada di meja makan
“Iya ma kita hari ini, ada
kesibukan masing-masing”jawab vanya sambil tersenyum melihat bu linda yang
masih memperhatikannya.
“Seperinya kalian ini sangat
sibuk bekerja ya,tapi tidak masalah, asal kalian jagan lupa memberikan mama
cucu, mama ini sudah ingin sekali menimang cucu”celuk bu linda membuat aditya
tersedak susu,vanya dengan sigap menepuk punggung aditya.
“Mama tenang aja, setiap malam
kami menggusahakannya”jawab aditya tanpa memperhatikan mamanya,vanya mencubit
paha aditya yang berbicara tanpa ada rasa malu.
“Ya udah ma pa ayo kita sarapan”ajak
vanya menggalihkan pembicaraan, karena pasti tidak akan selesai jika di
lanjutkan.
Mereka melakuykan sarapan
bersama, seperti bisa ketika sedang makan maka tidak ada yang berbicara hanya
suara sendok dan piring lah yang memenuhi ruangan
“Ma pa mas aku duluan ya, soalnya
takut nanti di tunggui client”ucap vanya memperhatikan jam dinding, dia takut
membuat client nya kecewa karena harus menunggu,vanya bangit dari duduknya.
“Aku naik taxsi aja”Celetuk vanya
melihat raut wajah aditya yang seperti membutuhkan jawaban,vanya berjalan
__ADS_1
tergesa-gesa, dan meningglkan aditya yang masih duduk di meja makan dan
memperhatikan kepergiannnya.