
Vanya menghampiri tika, tapi dia tidak melihat keberadaan
fahri sejak tadi.”tik,fahri kemana”vanya bertanya pada tika, sambil celingukan
mencari fahri..
“saya juga tidak tau bu, dari tadi saya teman saya”vanya
berfikir apa fahri sudah pulang,tapi mengapa dia tidak memberitau ku atau pun
aditya.
“ya sudah kau tunggu di sini dulu ya, aku kan mencari
dia”vanya meninggalkan tika dan mencari fahri,seketika matanya melihat sosok
yang dia cari sedang berbicara dengan seorang wanita.”siapa yang sedang
berbicara dengannya”vanya mendekati tempat di mana fahri berada,vanya terkejut
melihat fahri sedang bersama asisitennya terlihat cukup akrab.
“vanya”ucap meli melihat keberadaan sahabatnya.
“Iya, mel kau disini juga, kenapa tidak bergabung dengan
ku”tanya vanya pada sahabatnya karena tadi vanya tidak melihat meli.
“Iya tadi aku mau nyemperin kmu, tapi kamu pas mau naik
panggung jadi ngak jadi deh”jelas meli pada vanya,”ya udah van,, kayak nya aku
harus pulang duluan deh soalnya udah malam juga, nanti papa mama ku nungguin
lagi”.
“papa mama mu juga di sini mel, kenapa kamu ngak bilang kan
aku kangen sama tante rika”vanya memang sangat dekat degan mamanya meli.
‘Ya udah kalau lo kangen, besok-besok main aja kerumah gue,
__ADS_1
sekarang udah malam gue harus pulang”meli cipika cipiki vanya dan meninggalkan
vanya.
“Oh iya far kamu anter tika pulang ya, kasian kalau dia
harus pulang sendirian”perintah vanya pada farhri yang khawatir kepada tika,
karena waktu sudah malam.
“baik bu, saya akan antar tika pulang dengan selamat, kalau
begitu saya permisi”fahri meninggalkan vanya dan segera mengantar pulang tika
karena sudah malam
“Tik, ayo aku antar pulng, bu vanya yang menyuruhku”fahri
mengajak tika pulang,tika menganggukan kepalanya dan berjalan di samping
fahri,tiba-tiba kaki tika keseleo karena dia tidak biasa menggunkan
haihils.untung saya meli tidak tersungkur di lantai dia terjatuh di pelukan
“Maaf”meli tersadar dan melepaskan pelukannya.”Duh kenapa
jadi deg-degan gini si”tika merasa aneh saat berdekatan dengann fahri,seketika
dia ingin melangkah menjatkan jalannya kaki nya merasa sangat sakit sehingga
dia berhenti dari jalannya
“Kau kenapa, apa kaki mu sakit”fahri melihat tika yang masih
berada di belakangnya..
“Iya kaki ku sakit”tika terpaksa menggatakan sejujurnya
karena dia tak kuat menahan nyeri di pergelangan kaikinya, dengan sepontan
fahri langsung menggangkat tubuh tika dan menggendong nya untuk sampai di
__ADS_1
mobil.tika ternganga melihat perlakuan fahri padanya, tapi dia tidak bisa
berkata apa-apa.
Sampai di depan rumah tika,fahri memberhentikan mobilnya dan
langsung turun untuk membantu tika berjalan,entah lah perlakuan fahri
benar-benar membuat tika terpanah, siapa coba yang ngak suka di perhatiin sama
cowok.tika berjalan sambil menahan pergelangan kakinya,tika berhenti sambil
menyengir kesakitan.
Fahri yang memperhatikan tika, tak tega melihatnya.tanpa
aba-aba fahri langsung menggendong tika dari belakang untuk membantunya masuk
ke dalam rumah,jantung tika semakin tidak bisa di atur, ketika berdekatan
dengan fahri rasanya jantung nya ingin melompat karena baru kali ini tika sedekat
ini dengan seorang pria.fahri menurunkan tika di sebuah sofa.
“Terimakasih”Tika menunduk malu dan tak mau menatap fahri.
“Sama-sama, istirahatlah , aku akan segera pulang karena ini
sudah malam”ucap fahri sambil melangkah keluar rumah tika, dan pergi
meninggalkan rumah tika,fahri segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.
“Kenapa jadi deg-degan ya kalau dekat sama dia, ntah apa
yang sedang aku rasakan apa ini yang namanya cinta,tapi ngak mungkin saja dia
sudah punya kekasih”tika merebahan tubuhnya di atas tempat tidur dan tak lama
tika pun terlelap di sana, mungkin dia sangat lelah.
__ADS_1