Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 41 Baper


__ADS_3

Vanya menghampiri tika, tapi dia tidak melihat keberadaan


fahri sejak tadi.”tik,fahri kemana”vanya bertanya pada tika, sambil celingukan


mencari fahri..


“saya juga tidak tau bu, dari tadi saya teman saya”vanya


berfikir apa fahri sudah pulang,tapi mengapa dia tidak memberitau ku atau pun


aditya.


“ya sudah kau tunggu di sini dulu ya, aku kan mencari


dia”vanya meninggalkan tika dan mencari fahri,seketika matanya melihat sosok


yang dia cari sedang berbicara dengan seorang wanita.”siapa yang sedang


berbicara dengannya”vanya mendekati tempat di mana fahri berada,vanya terkejut


melihat fahri sedang bersama asisitennya terlihat cukup akrab.


“vanya”ucap meli melihat keberadaan sahabatnya.


“Iya, mel kau disini juga, kenapa tidak bergabung dengan


ku”tanya vanya pada sahabatnya karena tadi vanya tidak melihat meli.


“Iya tadi aku mau nyemperin kmu, tapi kamu pas mau naik


panggung jadi ngak jadi deh”jelas meli pada vanya,”ya udah van,, kayak nya aku


harus pulang duluan deh soalnya udah malam juga, nanti papa mama ku nungguin


lagi”.


“papa mama mu juga di sini mel, kenapa kamu ngak bilang kan


aku kangen sama tante rika”vanya memang sangat dekat degan mamanya meli.


‘Ya udah kalau lo kangen, besok-besok main aja kerumah gue,

__ADS_1


sekarang udah malam gue harus pulang”meli cipika cipiki vanya dan meninggalkan


vanya.


“Oh iya far kamu anter tika pulang ya, kasian kalau dia


harus pulang sendirian”perintah vanya pada farhri yang khawatir kepada tika,


karena waktu sudah malam.


“baik bu, saya akan antar tika pulang dengan selamat, kalau


begitu saya permisi”fahri meninggalkan vanya dan segera mengantar pulang tika


karena sudah malam


“Tik, ayo aku antar pulng, bu vanya yang menyuruhku”fahri


mengajak tika pulang,tika menganggukan kepalanya dan berjalan di samping


fahri,tiba-tiba kaki tika keseleo karena dia tidak biasa menggunkan


haihils.untung saya meli tidak tersungkur di lantai dia terjatuh di pelukan


“Maaf”meli tersadar dan melepaskan pelukannya.”Duh kenapa


jadi deg-degan gini si”tika merasa aneh saat berdekatan dengann fahri,seketika


dia ingin melangkah menjatkan jalannya kaki nya merasa sangat sakit sehingga


dia berhenti dari jalannya


“Kau kenapa, apa kaki mu sakit”fahri melihat tika yang masih


berada di belakangnya..


“Iya kaki ku sakit”tika terpaksa menggatakan sejujurnya


karena dia tak kuat menahan nyeri di pergelangan kaikinya, dengan sepontan


fahri langsung menggangkat tubuh tika dan menggendong nya untuk sampai di

__ADS_1


mobil.tika ternganga melihat perlakuan fahri padanya, tapi dia tidak bisa


berkata apa-apa.


Sampai di depan rumah tika,fahri memberhentikan mobilnya dan


langsung turun untuk membantu tika berjalan,entah lah perlakuan fahri


benar-benar membuat tika terpanah, siapa coba yang ngak suka di perhatiin sama


cowok.tika berjalan sambil menahan pergelangan kakinya,tika berhenti sambil


menyengir kesakitan.


Fahri yang memperhatikan tika, tak tega melihatnya.tanpa


aba-aba fahri langsung menggendong tika dari belakang untuk membantunya masuk


ke dalam rumah,jantung tika semakin tidak bisa di atur, ketika berdekatan


dengan fahri rasanya jantung nya ingin melompat karena baru kali ini tika sedekat


ini dengan seorang pria.fahri menurunkan tika di sebuah sofa.


“Terimakasih”Tika menunduk malu dan tak mau menatap fahri.


“Sama-sama, istirahatlah , aku akan segera pulang karena ini


sudah malam”ucap fahri sambil melangkah keluar rumah tika, dan pergi


meninggalkan rumah tika,fahri segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.


“Kenapa jadi deg-degan ya kalau dekat sama dia, ntah apa


yang sedang aku rasakan apa ini yang namanya cinta,tapi ngak mungkin saja dia


sudah punya kekasih”tika merebahan tubuhnya di atas tempat tidur dan tak lama


tika pun terlelap di sana, mungkin dia sangat lelah.


 

__ADS_1


 


__ADS_2