Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 57 Bayi kolot


__ADS_3

Setelah melaksanakan shalat subuh, vanya langsung pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan. Tidak biasanya aditya ikut membantu vanya, biasanya dia juga melanjutkan tidur setelah shalat subuh sebelum berangkat


bekerja. Vanya semakin heran melihat perlakuan aditya dari kemarin, seprti ingin membuntuti vanya kemana pun vanya pergi.


“Kamu kok tumben banget ikut aku ke dapur”tanya vanya melihat suaminya yang menyusulnya ke dapur.


“Iya aku kan ingin membantumu”jawab aditya sambil menguap.”Oh iya yang, aku udah suruh bik yem untuk bekerjaa disni, mungkin nanti siang dia kan datang dia yang kan mengerjakann semua pekerjaan rumah,


kamu setuju kan”tanya aditya pada istrinya.


“Iya aku ikut keputusan kamu aja, kamu kenal bik yem dari siapa”tanya vanya sambil memotong-motong wortel.


“Oh iya dia saudaranya bi tina, aku sengaja cari yang sudah berumur, agar tidak jatuh cinta lagi pada ku”celetuk aditya merasa sok kecakepan, mungkin dia menyinggung si ike pembantu yang tidak waras itu.


“Dihh sok ganteng banget kamu”jawab vanya sambil mondar-mandir memasak, sedangkan aditya yang membersihkan dagingnya.”sudah jagan banyak bicara, ini airnya sudah mendidih”ucap vanya yang melihat


dagingnya belum selesai di bersihkan oleh aditya.


“Iya yang, sedikit lagi ini juga selesai”ini adalah pertama kalinya aditya di dapur apa lagi memasak.


Sudah selesai aditya memberikann dagingnya kepada vanya. Dan langsung di terima oleh vanya dan di masukan ke dalam kuah yang sudah mendidih , tinggal menunggu saatnya masakannya matang.


“kamu mandi sekarang sebentar lagi sarapannya sudah selesai”pinta vanya pada suaminya sambil menunggu sarapan siap di santap.


“Ngak mau ah, mau nya mandi sama kamu”jawab aditya sambil menggelangut di lengan vanya, ntah lah kenapa aditya ini berubah seperti sangat manja dan lebih suka berada di dekat vanya.


Vanya mengernyit melihat tingkah aditya yang seperti bayi kolot.ntah lah dari kemarin tingkah aditya memang sangat manja.”udah sekarang kamu mandi dulu, aku siapin sarapan dulu buat kita, setelah itu kita kan harus


ke kantor.


“Ya udah deh”aditya menuruti permintaan istrinya dengan malas aditya  berjalan meninggalkan vanya.vanya tersenyum melihat suaminya.


Vanya yang terburu-buru menyiapkan sarapan, kemudian harus bersiap-siap pergi ke kantor.dengan secepat mungkin vanya menyelesaikannya, setelah melihat semua makanan sudah ada di meja vanya menghela nafas lega.lalu meninggalkan dapur untuk menyusul suaminya.

__ADS_1


Sampainya di depan kamar vanya membuka pintu kamarnya kemudian tercenggang melihat suaminya yang meringkuh di atas ranjang.


“sayang… kenapa kamu malah rebahan di sini kita harus ke kantor, dari tadi aku sudah minta kamu untuk mandi sembari aku menyelesaikan sarapan buat kita”vanya seperti sedang memarahi seorang anak kecil.Namun percuma saya aditya tidak menanggapi ucapan vanya.


Bruk……


Aditya menarik tangan vanya hingga vanya terjatuh di pelukannya.


“sayang apaan si, kita ini harus ke kantor”vanya berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya


“sayang aku sedang tidak enak badan”jawab aditya enteng dengan mata terpejam sembari memeluk vanya.


“udah deh ngak usah alasan”vanya kesal dengan aditya yang tidak mau mendengar ucapannya.


Seketika aditya melepas pelukannya dan langung berlali ke kamar mandi


Huekk….huek…


Vanya yang mendengar aditya mual, langsung menyusul aditya ke kamar mandi “sayang kamu kenapa”vanya panik sambil memijat tengkuk aditya .


“’ya sudah aku pangil dokter ya buat kamu”ucap vanya yang merasa bersalah dengan ucapanya tadi


“Tidak perlu, aku kemarin sudah periksa sama dokter rendy, dia bilang aku baik- baik saja”


“Gimana bisa kamu baik-baik saja, jelas jelas kamu mual mual terus kamu lemes kayak gini, sekrang kita ke rumah sakit, aku mau kamu di priksa, tidak ada tolakan”ucap vanya tegas dan segera bersiap-siap untuk menggantar aditya ke rumah sakit.


“sudah ayo kita kerumah sakit kamu buruan ganti baju”pinta vanya pada suaminya, aditya pun menuruti ucapan istrinya.


“ayo aku bantu”ucap vanya melihat suaminya yang sudahh berganti baju ingin membantu aditya berjalan.


“Tidak usah aku masih kuat buat berjalan saja”tolak aditya menyadari tubuhnya yang besar dan tidak ingin melihat vanya terbebani dengan ukuran tubuhh vanya yang mungil.


“oh baik lah”vanya menggambil kunci mobil.

__ADS_1


Di dalam perjalanan aditya dan vanya hanya terdiam,  suasana di dalam mobil sangat sunyi hanya mesin mobil yang terdengar.vanya pun merasa iba melihat suaminya jadi dia memilih untuk diam saja.tak lama di dlaam perjalanan kini mereka sudah sampai di depan rumah sakit milik keluarga aditya.


“Ayo turun”ajak vanya pada suaminya yang masih terdiam


“Sayang aku baik-baik saja, jadi tidak perlu di priksa”jawab aditya pada istrinya


“udah ayo buruan, kita sudah sampai lo”


Aditya menghela nafasnya kemudian turun dari mobilnya dan berjalan di samping vanya memasuki rumah sakit. Ketika mereka sampai depan aula rumah sakit terlihat semua karyawan di saja menyapa dengan senyuman.


“Eh bu vanya, pak aditya”sapa seorang dokter


“hay dokter mela, kebetulan sekali kita ketemu di sini”jawab vanya


“Iya ada apa  tumben datang kerumah sakit pak, buk”tanya dokter mela melihat keberadaan vanya dan aditya.


“iya dok, ini aditya lagi sakit jadi kita mau priksa,dan kebetulan dokter mela ada di sini barusan aja kita mau keruangan dokter”


“Oh begitu memang  pak aditya sakit apa, atau pernah periksa seblumnya, dan apa gejala yang di alami?”tanya dokter mela


“saya baik-baik saja dok”celetuk aditya


“Oh tidak dok, jadi suami saya ini mual-mual terus badannya lemas tapi kata dokter rendy aditya baik-baik saja”jelas vanya pada dokter mela.


“jadi seperti itu, baiklah mari ibu vanya saya periksa.”ajak dokter mela pada vanya membuat vanya tercenggang


“Dok yang sedang sakit bukan saya, tapi suami saya, kenapa saya yang di priksa?”tanya vanya sedikit binggung


“Sudah bu vanya ikut saja”jawab dokter mela tanpa penjelasan


.


“hem baik lah”vanya menghela nafasnya” dan berjalan mengikuti dokter mela..

__ADS_1


“mari pak aditya ikut kedalam”ajak dokter mela.


__ADS_2