
Sepulang kantor, Fahri sedang makan di sebuah restorann dia duduk sendiri di sana, ketika dia sedang menikmati makanannya, tiba-tiba seorang gadis menabraknya dan menumpahkan minuman di bajunya.Fahri terkejut dan
melihat kearah gadis itu, seketika matanya membelalak dan menatap tajam wanita yang ada di depannya.
“Kau…”(ucap fahri sambil menatap gadis itu, wajahnya terlihat sangat marah)
“Maaf, maaf aku ngak sengaja tadi aku di kejar seseorang”(jelas meli)
“Sudah lah kau tidak usah berbohong, aku tau kau sedang beralasan”(ucap fahri)
“Aku tidak berbohong, aku memang sedang di kejar sesorang”(ucap meli jujur)
“Siapa yang mengejar mu”(tanya fahri)
Seketika seorang pria datang menghampiri mereka.
“Mel.. beri tahu aku di mana vanya, maka aku tidak kan menggangu mu”(ucap laki-laki itu adalah dika)
“Aku kan sudah bilang, aku tidak tau, mengapa kau selalu mengganggu ku, sifat mu membuat ku takut pada mu”(ucap meli)
“Ow… jadi kau lagi yang menggangu pacarku”(ucap fahri pada dika)
“Apa… pacar”(ucap meli dalam hati)
“Ow.. jadi dia pacar mu?, aku hanya mau bertanya padanya di mana kekasih ku”(ucap dika)
“Apa kau tidak mendengarnya, bahwa dia tidak tau, apa kau tuli”(ketus fahri dia memang tak beda tipis dengan aditya sifatnya )
“Tidak mungkin, dia tidak tau, mereka ini bersahabat dekat”(ucap dika sambil melotot)
“Walaupun aku tau, aku tidak akan memberi tau mu, lebih baik sekarang kau pergi”(ucap meli mengusir dika)
__ADS_1
Dika pun pergi meninggalkan mereka berdua.
“Mengapa kau mengatakan bahwa aku pacarmu?”(tanya meli pada fahri)
“Supaya dia tidak menggangu mu”(ucap fahri santai)
“Benar kah?”(tanya meli)
“Iya, ngak usah ke pedean dech, aku ngak mau aja terus-terusan sial kalau ketemu dengan mu”(ucap fahri)
“Heh jaga omangamu”(bentak vanya)
“Yang ada, aku yang sial jika bertemu dengan mu”(ucap meli sambil bejalan meninggalkan fahri)
“Hey.. tunggu”(ucap fahri sambil menarik tangan meli)
“Apa lagi?”(tanya meli)
“Bertanggung jawab apa, apa aku menghamili mu?”(tanya meli kesal)
Fahri yang mendengar ucapan meli mengeryitkan dahinya.
“Kau pikir aku punya Rahim”(ucap fahri)
“Ya sudah apa mau mu”(tanya meli kesal)
“Kau cucikan baju ku, samapi bersih, wangi dan rapi tapi tidak di laundry”(ucap fahri)
“Cuma itu, mah gampang sini lepas baju mu”(ucap meli)
“Kamu gila, nyuruh aku buka baju disini”(ucap fahri)
__ADS_1
“Ya terus mau di mana”(tanya meli)
“Ayo ikut aku”(ucap fahri sambil menarik tangan meli)
“Kau tunggu di sini, jagan kabur”(ucap fahri)
“Iya iya bawel banget si jadi cowok ribet”(ucap meli menggomel)
Fahri masuk ke dalam mobil, untuk mengambil baju ganti dan mengganti baju nya di dalam mobil.Setelah selesai fahri turun dari mobil.
“Ini, cuci jagan samapi kemeja ku rusak”(ucap fahri sambil memberikan kemejanya pada meli)
“Siap bos”(jawab meli sambil pergi meninggalkann fahri)
“Inget, tidak boleh di laundry, kau harus mencucinya sendiri”(teriak fahri sambil tersenyum)
Fahri meninggalkan tempat itu, dan berlalu mengemudi mobilnya.di dalam mobil fahri tersenyu-senyum menggingat setiap kejadian saat bertemu meli.
“Kenapa coba setiap kemu dengannya, selalu tidak tepat, pasti selalu sial”(ucap fahri)
“Ah sudah lah mengapa aku selalu memikirkannya tidak penting sekali”(ucap fahri lagi sambil menambah kecepatan mobilnya).
Tak lama fahri sudah sampai di rumahnya,dia langsung menuju kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, fahri memikirkan kejadian tadi.seketika dia mengingat sesuatu.
"Tunggu-tunggu, tadi pria itu bilang, kekasihnya,vanya, apa maksudnya"(ucap fahri bertanya-tanya)
"Gadis itu namanya meli, dan dia juga sahabat vanya istri aditya, apa jagan-jagan yang di maksud vanya itu vanya"(ucap fahri binggung)
"Ah sudah lah aku tanyakan besok saja pada aditya.
__ADS_1
Fahri pun memejamkan matanya hingga da terlelap setelah memikirkan kejadian tadi.