SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR
KE RESTORAN


__ADS_3

"Baik dokter." sahut David. Mereka keluar dari ruangan dokter Finda seperti sepasang suami istri. Scarlet masuk ke dalam mobil dan menutup pintu dengan keras. David maklum akan amarah Scarlet.


"Sudah puas kamu membuat aku malu?!." kata Scarlet ketus.


"Belum puas, mau bikin lagi." jawab David tertawa. Scarlet mau memukul David, tapi tangannya langsung di ringkus. Bibir David sudah mendarat dengan lembut.


"Uhh...kamu membuat aku sesak." kata Scarlet menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.


"Coba kamu ikhlas menerima, kamu tidak akan sesak nafas."


"Kamu selalu maksa." protes Scarlet.


"Kalau tidak dipaksa, kamu tidak pernah inisiatif untuk duluan memberi. Sekali-kali minta jatah donk, aku pasti akan memberi."


"Enak dikamu."


"Kita sama-sama enak. Terus terang aku kecewa karena kamu belum hamil."


"Aku malah bersyukur, aku takut hamil diluar nikah."


"Kamu mau menikah denganku?"


"Kamu memang lucu, orang nikah itu perlu persiapan matang. Pertama saling mencintai, kedua tidak ada paksaan."


"Kita harus saling mengenal lebih dalam." sahut David.


David memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, hari ini dia kecewa, tapi masih ada harapan untuk yang kedua. Tadi dia berharap Scarlet, wanita yang baru bertemu tiga kali dengannya itu mengandung anaknya. Harapannya itu pupus sudah.


David bingung bagaimana caranya supaya Scarlet bisa diajak tidur lagi, masalahnya Scarlet tidak butuh uang seperti dulu. Tahu gitu, dia berterus terang kepada Scarlet bahwa dirinya yang melunasi hutangnya, pasti Scarlet akan nemplok dengannya.


Terasa cepat sekali sampai di Toko Bunga, belum sempat haha hihi.


"Trimakasih sayank, ingat kamu masih punya hutang padaku." kata David menghentikan mobilnya.


"Hutang apa?" tanya Scarlet menoleh dia merasa tidak pernah punya utang dengan Scarlet.


"Hari ini aku gagal mendapatkan anak darimu, berarti hari-hari lain yang akan datang kamu harus bisa mengandung. Tidak ada penolakan."


"Ciihh...aku tidak sudi!!" celetuk Scarlet lalu turun dari mobil.

__ADS_1


Perhatian David semakin besar kepada Scarlet. Sedangkan Scarlet masih menahan diri. Dia tahu diri dari mana dia berasal. Banyak cara yang dipergunakan oleh David untuk bisa menarik perhatian Scarlet. Scarlet hanya menganggap David kenangan pahit yang harus dilupakan.


Tidak seperti biasanya Scarlet sudah lapar pukul sebelas siang, tangannya sampai gemetar menahan lapar. Dia cepat-cepat menyelesaikan buket bunga terakhir, lalu pamit pada Yuki untuk makan siang.


Scarlet berjalan menunduk, banyak pikiran terlintas di otaknya. Utangnya di Kampus tiba-tiba lunas, malah untuk biaya ujian Skrepsi juga sudah di lunasi. Darimana suami palsu itu tahu dia kuliah.


Baru saja dia mau masuk ke sebuah warung makan tiba-tiba ada mobil berhenti di sampingnya. Scarlet kaget dan berteriak.


"Dasar kamprett..sembarangan saja berhenti." teriak Scarlet kesal.


Mulutnya berhenti ngoceh ketika melihat David keluar dari mobil. Belum hilang rasa kagetnya David menariknya dan mendorongnya masuk mobil. Scarlet tidak bisa melawan atau berontak sedikitpun.


"David.... apa lagi ulahmu, selalu bikin stress..." kata Scarlet menangis. Tadi dia sangat kaget ketika David mendrongnya ke mobil.


"Tenanglah sayank, kalau tidak dipaksa ada saja alasan untuk menolakku."


Dia sangat takut tadi, dan pria ini menyuruh nya tenang, jantungnya berdetak kencang hingga Scarlet merasakan sakit di dadanya.


"Dasar cengeng,'' decak David, lalu menarik Scarlet ke pelukannya. Dan Scarlet berusaha menenangkan dirinya. Scarlet melepaskan dirinya dari pelukan David dan menghapus air matanya.


"Turunkan aku David, aku tadi tidak bilang sama bos kalau mau pergi."


"Begitu bencikah kamu padaku? aku mau kamu menemani aku makan." kata David sendu. Scarlet membisu. Kadang dia kasihan kepada David, tapi gimana lagi. David bukanlah laki-laki yang dia ingini. Dia ingin seorang suami yang sederhana saja.


David memarkirkan mobil miliknya di depan sebuah restoran Jepang, dia keluar lebih dulu dan kali ini dia membukakan pintu untuk Scarlet.


Scarlet keluar dan mengekor David dari belakang. Dia agak risih juga karena belum pernah masuk ke Restoran mahal.


"Selamat siang, meja untuk berapa orang Tuan?" sapa seorang pelayan dengan sopan.


"Untuk dua orang, aku minta privasi di lantai dua."


"Mari saya antar Tuan, seperti biasa Scurity akan menjaga Tuan."


David menggandeng tangan Scarlet, karena beberapa orang mengambil gambarnya. Pelayan menuntun mereka ke meja khusus untuk dua orang. Pelayan menarik kursi dan mempersilahkan mereka duduk.


"Ini list menunya Tuan." pelayan memberikan buku menu ke pada mereka, lalu berdiri menunggu mereka memesan. David menyebut pesanannya, mereka lalu duduk.


"Katakan, apa yang mengganjal dihatimu." David membuka pembicaraan.

__ADS_1


"David, orang yang mengaku suamiku itu membayar hutangku di Kampus. Aku jadi bingung, kenapa orang itu sangat baik hati padaku. Dan mengapa dia mebyembunyikan dirinya, serta menyebarkan gosip bahwa aku istrinya."


"Baik sekali orang itu, jangan-jangan dia mencintaimu. Tapi kenapa juga kamu kesal padanya?"


"Aku kesal karena teman cowok menganggapku sudah punya suami. Biasanya mereka manis padaku, tapi sekarang mereka menjauh. Mau tebar pesona jadi gak bisa."


David tersenyum geli melihat reaksi Scarlet. Seandainya kamu tahu. bisik David dalam hati.


Mereka makan dengan tenang, David sesekali menatap kearah Scarlet. Dia sangat terpesona dengan kecantikan Scarlet.


"Apa lihat-lihat, ada yang salah?" tanya Scarlet memasukan dissert kemulutnya. Dia heran kenapa David makannya sangat pelan, seperti gerakan slowmotion.


"Aku sudah selesai makan, aku harap supaya kamu makannya dipercepat."


"Aku tidak terbiasa makan dengan cepat, seperti diuber hansip."


"Tapi tidak juga selamban ini." kata Scarlet melipat tangannya dan memiringkan badannya, dia kesal dengan pria dihadapannya.


Scarlet bisa saja meninggalkannya, tapi tidak tahu mengapa dia masih menunggu pria ini makan. Scarlet mendengus bosan, dan menarik napas menghembuskannya dengan kasar. Dia membuka ponselnya, bosnya terus menelponnya supaya cepat balik.


"Tidak bisakah kamu makan dengan lebih cepat." Scarlet hampir saja berteriak. Sudah hampir tigapuluh menit, makanan David bahkan baru berkurang setengah, sementara ponselnya sudah berdering dari tadi.


"Kamu suka makanan yang aku kirimkan?'' tanya David setelah dia menghabiskan makan siang itu.


"Tidak suka, sebaiknya jangan kirim makanan lagi," bohong Scarlet. Dia tidak ingin berhutang sama David.


"Menu mana yang paling kau suka?" David tahu kalau Scarlet berbohong, karena teman Scarlet adalah mata-matanya.


"Semua tidak suka, pokoknya jelek.


Bisakah kita kembali sekarang?" Scarlet balik bertanya.


"Aku harus menyelesaikan rangkaian bunga yang akan di kirim sore ini," tambah Scarlet berbohong.


"Baiklah.." David berdiri. Restoran agak sepi, David ke kasir untuk membayar. Mereka kemudian pergi meninggalkan restoran.


"Malam nanti kamu ada acara?'' David bertanya saat mereka tiba di depan toko bunga.


"Tidak ada. tapi aku ingin istirahat, aku capek," jawab Scarlet, dia kemudian membuka pintu mobil dan keluar.

__ADS_1


"Pukul. 08.00 malam," kata David. Scarlet berhenti dan berbalik, dia kesal kalau David memaksanya pergi nanti malam. Tapi dia pura-pura tidak mengerti perkataan David.


*****


__ADS_2