
Keputusan untuk memilih pergi dari rumah Tuan Alex membuat keluarga Xander mengerti. Mereka sudah tahu dan memprediksi jalan itu akan di pilih oleh Scarlet.
"Kenapa kamu harus pergi Scarlet? apa ada yang mengganggumu, atau David menyakitimu. Jika papa salah, maafkan papa. Pulanglah nak, kamu sudah dewasa tidak baik seperti ini. Apapun permasalahannya katakan saja, supaya papa bisa mengoreksi diri papa." kata Tuan Alex bijak, dia tidak habis pikir dengan keputusan Scarlet yang ingin keluar dari rumah dan tinggal di rumah nyonya Winda.
"Maaf Om, jangan memaksa adik saya terus tinggal di rumah Om, dari kecil mama sudah membuangnya ke panti asuhan, kalau sekarang kami ingin mengajak adik kami itu wajar."
"Indah, Om mengerti kerinduanmu kepada Scarlet, tapi dia sudah punya suami. Rasanya tidak masuk akal kalau kalian mengambilnya dari..."
emosi Tuan Alex mulai terpancing.
"Om Alex, supaya tidak bertele-tele, Scarlet ingin cerai dari David, karena dia berselingkuh dengan istri muda Om!!" Andrian yang geregetan dari kemarin melihat tingkah Cyndi dan David langsung memotong kata-kata Om Alex.
"Andrian bicara yang benar!!" pekik David merasa di fitnah.
"Om... tanyakan ke yang lain, jangan kepadaku, bagaimana David dan Cyndi memperlakukan Scarlet." Indah ikut menimpali.
"David apa benar ini!!" suara Tuan Alex menggelegar, matanya menyorot tajam kepada David dann Cyndi yang duduk berdampingan. David dan Cyndi gelagapan, tapi Cyndi dengan pongahnya berkata,
"Maaf papi kami khilaf, waktu itu David mabuk, kami melakukannya. Setelah itu tidak ada batas antara kami." sahut Cyndi dengan suara datar.
Gedubraakkk.... tubuh Tuan Alex langsung ambruk, matanya melotot, dia kejang-kejang beberapa saat, kemudian.....
*****
Kata Maaf masih terngiang di telinga Scarlet, di saat Andrian dan keluarga Xander meminta maaf pada David, atas musibah yang tidak sengaja menimpa Tuan Alex. Sudah sebulan berlalu kejadian itu. Peristiwa itu membuat kehidupan Scarlet berubah menjadi lebih dinamis.
__ADS_1
Sebenarnya dia tidak ingin pulang ke rumah David, tapi surat wasiat yang dibuat oleh Tuan Alex mengharuskan Scarlet tinggal lagi seatap dengan David. Dalam surat wasiat itu tertulis harta yang tidak bergerak lima puluh persen adalah milik David dan lima puluh persen lagi milik Scarlet. Jadi bagi rata berdua, sedangkan harta yang bergerak hanya sepuluh persen saja milik Scarlet, dan selebihnya adalah milik David. Sedangkan untuk Cyndi tidak ada wasiat apapun, bisa karena wasiat belum di perbaruhi, keburu Tuan Alek meninggal.
Scarlet tidak pernah memikirkan soal harta, dia sendiri sudah mendapat hadiah satu Hotel dari mama Winda. Ibu kandungnya yang membuangnya di Panti Asuhan. Dia tidak masalah darimana dia berasal, karena tujuan hidupnya adalah kemana dia harus melangkah. Tetap di David atau di mama Winda.
Keputusan yang dia ambil adalah mengikuti wasiat almarhum Tuan Alex, yaitu tetap di rumah David, tapi beda tempat.
Scarlet memilih tidur di rumah kedua yang bersebelahan dengan ruangan pastry. Rumah ini berbentuk semi villa, minimalis modern, tidak kalah mewahnya dengan rumah utama, tapi kecil, hanya ada dua kamar yang elegan dan mewah.
Scarlet mau meluluskan permintaan David untuk tinggal di rumahnya, tapi dengan syarat yang diajukan oleh Scarlet. Syarat utama adalah tidak saling berhubungan jasmani, karena status mereka sudah pisah ranjang. Syarat kedua, memberi kebebasan terhadap masing-masing pasangan untuk mencari pengganti. Syarat ketiga, memberi nafkah, misalnya sebulan sekali memberi uang jajan, kepada Scarlet.
Walaupun Syarat ketiga David harus memenuhi kebutuhan materi Scarlet, tapi Scarlet menolak semua apa yang diberikan oleh David, dari mobil, uang, sampai yang sekecil-kecilnya, karena Scarlet tidak ingin berhutang yang bisa membuka akses untuk masuknya David kembali.
Sudah fix Scarlet tidak ingin bersatu lagi dengan David.
Sebulan ini David memang tidak mau meminta maaf pada Scarlet, tidak mau menyapanya, apalagi menengok anaknya, sebab dia tahu Scarlet sangat marah padanya. Dan dia juga sangat marah kepada Scarlet yang seenaknya memutuskan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. David terpaksa menerima semua syarat dan aturan dari Scarlet, karena ikut campur keluarga Xander. Mereka mengintimidasi David, sungguh dia tidak berdaya waktu itu. Tapi setelah dia sadar syarat yang bermeterai itu sangat merugikan dirinya.
David sudah pernah mengatakan kepada Scarlet, bahwa dia akan selalu menunggu kebesaran jiwa Scarlet untuk menerima permintaan maaf darinya. Rasanya saat yang di tunggu tidak pernah akan datang, membuat David bertambah frustasi.
Pagi ini sangat cerah, sama dengan cuaca di hari-hari kemarin, tapi hari ini ada yang istimewa. Wiraguna akan datang mengambil sendiri pesanannya. Memang pesanan kue hari ini sangat banyak, dari pagi Scarlet dan beberapa karyawannya sudah sangat sibuk.
Di antara orang yang memesan kue terdapat Pak Wiraguna. Lelaki yang di tuduh oleh David mempunyai hubungan khusus dengan Scarlet. Saat Pak Wiraguna datang, kebetulan David keluar dari rumah utama untuk berangkat ngantor. Mereka saling beradu pandang. Antara rumah utama dan rumah kedua tidak begitu jauh, masih terlihat siapa yang datang. Akhirnya David ikut masuk ke ruangan pastry menemukan Pak Wiraguna.
"Halo Wira... tidak kerja?" sapa David. Scarlet tersentak, dia menubruk David yang tiba-tiba nyelonong masuk.
"He..ho..maaf.." Scarlet menjauh. Tingkah Scarlet tidak luput dari mata Wiraguna. Seolah tingkah Scarlet memastikan gosip public bahwa pernikahan David dan Scarlet sudah berada diambang kehancuran.
__ADS_1
"Off.. setengah hari, mau nyenengin orang tua yang baru datang dari Solo. Kamu tidak kerja David?" tanya Wiraguna, umur mereka sebaya, jadi disini mereka lebih senang disapa dengan nama saja, tidak formil harus memanggil bapak.
"Malas kerja, banting tulang untuk siapa?" sahut David duduk di sofa tamu, yang memang tersedia di situ.
"Anak istrilah bro, tapi kalian sudah pisah, mungkin uang untuk pacar." ujar Wiraguna. Wajah David seketika berubah tidak senang.
"Gosip cepat sekali tersebar, aku punya prinsip, satu kali menikah seumur hidup, pantang bagiku mencari Ibu tiri untuk anakku."
"Hahaha...menikah satu kali, tapi kawin setiap hari. Sama saja nyakitin hati istri." sindir Wiraguna.
"Terkadang kita menilai orang dari luarnya, dan langsung memvonis orang itu dengan cara yang sangat menyakitkan. Aku sendiri mengalami kejadian itu, orang terdekatku tiba- tiba mengambil tindakan ekstrim, brraakk.. hubungan kami ambyar." tutur David datar, Scarlet merasa tersindir.
"Silahkan minum Tuan-tuan, supaya kepalanya dingin...." kata Scarlet cuek membawa dua gelas kopi kocok yang dingin dan sepiring roti daging, serta sandwich.
"Trimakasih Scar..." kata Wiraguna menatap Scarlet penuh arti.
"Hemm... trimakasih, aku pagi sudah sarapan." ucap David songong.
"Aku lupa, kamu satu atap dengan mantan model itu khan. Bagaimana rasanya pacaran sama model?"
"Seatap, tapi beda kamar, kebetulan dia numpang disini. Aku tidak pacaran. Aku bos dia sekretarisku." sanggah David emosi.
"Pacaran juga tidak masalah, sah- sah saja, toh kalian sudah berpisah dengan istri." ucap Wiraguna, sambil menyesap kopi-nya.
****
__ADS_1