SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR
BAGUS ISWARA


__ADS_3

"Mama istirahatlah di kamar ... " kata Pak Bagus sopan dan mendorong kursi rodanya ke kamar. Sebelum masuk kamar mamanya memanggil Scarlet dengan suara nyaring. Suara Ibu ini seakan berubah, tapi Scarlet mengabaikannya.


"Semoga kalian rukun berdua, Ibu harapkan Bagus dan Scarlet harus saling mengerti dan memahami satu sama lain. Ingat, sebelum Ibu mati cepatlah menikah."


"Huk..huk.." Scarlet mau tersedak mendengar ucapan mamanya Pak Bagus.


"Ya sudah, mama mau ke kamar dulu, selamat bersenang-senang." kata mamanya Pak Bagus lalu hilang di balik pintu. Pelayan juga ikut keluar. Tinggal Scarlet dan Pak Bagus yang masih disana.


Scarlet menarik nafas panjang, dan membuangnya kasar. Untuk sesaat tidak ada pembicaraan yang terjadi di antara mereka, Pak Bagus duduk sambil menatap wajah Scarlet yang duduk di sampingnya. Scarlet lalu mengangkat wajahnya menatap lelaki yang sedari tadi menatapnya.


"Pak saya mau pulang, anak saya pasti menangis di rumah." Scarlet mencoba memberi alasan.


"Semoga kamu memahami ucapan orang tua saya, dan mematuhinya.."


"Maaf Pak Bagus, sepertinya ada salah paham disini, mama Pak Bagus salah mengenali saya."


"Namanya orang tua, salah tidaknya dia mengenalimu itu tidak penting. Yang membuat saya terharu, bahwa mama saya baru pertama ini setuju dengan seorang wanita untuk saya persunting, ini ke ajaiban."


"Kita belum mengenal satu sama lain dan saya sudah punya suami serta anak, saya tidak setuju dengan rencana ini. Kita berteman, bukan pacaran, Pak." protes Scarlet panik.


"Aku sudah lama tahu kamu, dari kamu jualan di Toko bunga, sampai ke Barista, dan menjadi Istri David. Semua aku tahu, aku adalah partner kerja suamimu. Apa salahnya kalau aku mencintaimu, siap menikahimu?" degg!! Scarlet menjadi tambah takut, Scsrlet berharap jangan sampai David tahu masalah ini.


"Pak Bagus maaf, saya tidak mau, saya tidak ingin menikah."


Rahang laki-,laki itu mengeras, dia sangat kecewa kepada Scarlet. Tapi dia berusaha tersenyum.


"Aku akan menunggumu, sampai kamu memenuhi semua keinginan mamaku sebelum dia meninggal. ini pesan-pesannya yang terakhir, kamu harus mengerti itu."

__ADS_1


Tentu Scarlet bergidik, dia menyesal ikut kesini. Kenapa jadi begini? Rasanya Scarlet masuk jebakan Pak Bagus. Pikiran Scarlet menjadi tidak tenang. Laki-laki di sampingnya ini seolah mempermainkan dirinya.


"Pak Bagus, saya mau pulang segera, pembicaraan ini tidak ada gunanya, jika Pak Bagus kukuh, pertemanan kita sampai disini saja." kata Scarlet tegas. Pak Bagus diam, lalu keluar meninggalkan Scarlet seorang diri.


Scarlet menunggu sudah sepuluh menit, tapi Pak Bagus tidak kunjung datang, dia berdiri menuju pintu. Dadanya bergemuruh, ternyata pintu tidak bisa dibuka.


Scarlet panik menuju gorden dan menyibaknya, dia menatap keluar kaca memandang langsung ke arah taman mini yang berada di luar.


Untuk sesaat diri nya terus menatap ke arah taman tersebut, mengharap ada orang yang melihat dirinya. Dia begitu cemas, pikirannya kacau. Scarlet akhirnya membuka ponsel dan menghubungi Pak Bagus, tapi tidak di angkat.


Pikirannya berkecamuk tidak keruan. Scarlet tidak habis pikir kenapa Pak Bagus mengurungnya, keuntungan apa yang Pak Bagus dapati dari dirinya.


Setelah lima belas menit berlalu, Pak Bagus kembali datang. Perasaannya sedikit tenang, Scarlet menyesal atas pikiran busuknya tentang Pak Bagus.


"Maaf mama sakit, aku menunggu dia di periksa dokter. Kamu tidak marah khan?!" kata Pak Bagus enteng. Lelaki berwajah tampan itu terus menatap Scarlet dengan tajam, membuat Scarlet yang duduk tidak jauh dari nya merasa gelisah.


"Apa kau takut dan berpikir tidak- tidak terhadapku?" suara datar dari Pak Bagus membuat Scarlet bergidik ngeri.


Pak Bagus menyadari Scarlet kesal, dia kemudian membuka ponselnya, dan berbicara kepada seseorang. Dia menggerakan tangannya menyuruh Scarlet duduk dan tenang. Dengan sedikit ragu Scarlet kembali duduk.


"Aku akan berbicara langsung dan terus terang kepadamu, kenapa aku membawamu kesini." kata lelaki itu dengan suara dingin.


"Mulai sekarang kamu akan tinggal disini, kamu akan di jaga oleh empat orang pengawalku. Kasarnya kamu adalah sandraku." lelaki itu menatap Scarlet tepat ke arah bola matanya, dia mulai mengintimidasi Scarlet.


"Apa maksudmu Pak Bagus, jangan main-main, saya bisa laporkan ke Kantor Polisi."


"Kamu bisa melakukan segalanya di sini. Anggap ini rumahmu. Aku akan selalu mengingatkan supaya tidak berusaha kabur dari sini.Tapi, kamu tidak akan bisa pergi dari sini, karena ada pengawal menjagamu. Kamu tidak bisa melanggar apa yang aku katakan, sebelum David memohon untuk membebaskanmu.*

__ADS_1


"Kamu tidak waras, aku punya power untuk menjebloskanmu ke penjara." geram Scarlet, dia mulai marah dan balik mengancam Pak Bagus.


"Suamimu mengambil perusahanku, bagaimana aku tidak marah. Aku terpaksa menjadikan mu sandra untuk sementara, jika dia tidak mau juga mengembalikan perusaanku, aku akan menikahimu. Tidak ada jalan lain, selain membuatnya hancur seperti dia menghancurkan hidupku."


"David tidak seperti itu, mungkin dia mengambil alih perusahanmu karena kamu berhutang. Pasti ada sebabnya Kamu pasti berbuat salah padanya. Jika kamu menyandraku itu tidak akan mempengaruhinya, kami sudah bercerai." tungkas Scarlet.


Sungguh sial, Pak Bagus tidak mau menghiraukan protes dari Scarlet, dia sibuk menelpon dan mengancam David. Scarlet bisa membayangkan reaksi dari David.


"Lihat saja nanti, bukankah Andrian hutangnya bisa impas dan perusahan nya bisa kembali kepadanya, karena Andrian menukarmu dengan David." kata Pak Bagus sangat yakin.


"Kejadian itu tidak sama dengan masalah yang sekarang. Waktu itu aku dan David masih suami istri, sekarang kami sudah bercerai. Kalau kamu berpikir David akan menukarku dengan perusahanmu itu pikiran bodoh." kata Scarlet mulai tidak tahan dengan rencana Pak Bagus yang konyol.


"Seperti itulah kenyataannya, aku sangat mengenal suamimu, dan dia sangat setia padamu. Aku mampu membuat dirinya hancur." Pak Bagus sangat percaya diri.


"Aku berharap semoga David tidak terpengaruh padamu, aku tidak mau berhutang kepadanya." sahut Scarlet kesal. Dulu Andrian mengambil perusahannya tanpa mau membayar. David banyak rugi waktu itu.


"Dia akan datang, mengembalikan perusahanku, tapi kamu tetap akan menjadi milikku hahaha...."


Scarlet menjadi bergidik, dia tidak menyangka Pak Bagus punya sifat jahat dan licik. Kebencian Scarlet menjadi berlipat. Sayang dia telah menghapus nomor David dari ponsel tapi dia bisa menelpon Sri ke Toko.


David sedang murka di rumah Scarlet Semua pelayan kena amukannya. Tidak terkecuali Cyndi. Yang paling ekstrim David mengambil anaknya dan mengusir Cyndi dari rumah itu.


"Pergi kau dari rumah ini, tidak mungkin manusia itu bisa leluasa datang kesini, hanya kaulah yang bisa memberi informasi akurat ke padanya." bentak David marah.


"Bagus yang datang sendiri, Bagus memang mencintai perempuan nista itu. Kalau perempuan itu tidak gatel, tidak mungkin dia ikut Bagus!!" teriak Cyndi kesal.


"Jaga mulutmu, aku mengenal sifat istriku, ini tipu daya Bagus."

__ADS_1


Cyndi tidak menjawab melainkan dia meratap sedih dan berusaha supaya David tidak mengusirnya. Perempuan itu merengek di kaki David.


*****


__ADS_2