SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR
JATUH


__ADS_3

Ponsel David berbunyi beberapa kali, tanda menerima rentetan pesan masuk dari whatsapp. Lelaki itu beranjak mengambil ponselnya, lalu melirik ke arah layar. Jemarinya cekatan membuka layar kunci hingga memperlihatkan notifikasi pesan yang mengambang di atas layar.


"Astaga, aku lupa sayank!" air muka David terlihat kaget setelah membaca pesan di ponselnya.


"Ada apa, yank?" tanya Scarlet yang duduk disampingnya. Mereka baru saja habis sarapan dan masuk kamar.


"Kita harus ke rumah tante Winda, Indah mau tunangan. Sebagai saudara sepupu kita harus kesana lebih awal, kamu dandanlah. Jangan pakai baju sexy, yang normal saja." kata David ke ksmar mandi.


"Ya, aku juga di suruh kesana, tapi perut rasanya kurang enak."


"Kalau begitu aku sendiri saja kesana nanti aku kasi tahu indah."


"Nggak enak, aku ikut aja. Nanti kalau ada apa-apa aku bisa istirahat di rumah tante Winda." kata Scarlet.


"Ya sudah, kita kesana sekarang."


Scarlet mengambil kemeja batik di lemari untuk David, mereka seolah berlomba berganti baju dan mematut wajah mereka. Scarlet berdandan berani. Dia kelihatan sangat Sexy.


"Ayo sayank, aku sudah siap, kamu kelihatan sangat tampan." Scarlet menghampiri David dan mengecup pipi suaminya.


"Kamu cantik sekali sayank, biarpun kamu hamil tapi kamu tetap cantik." kata David mengecup bibir Scarlet.


"Biarpun aku cantik, kamu tetap lebih kagum kepada Cyndi. Kamu makin terseret ke arus yang di bentuk oleh pelakor itu."


"Jangan berdebat lagi, aku minta maaf. Tidak ada apa-apa antara aku dan dia. Dia sebatas sekretarisku, tidak lebih. Masalahnya dia selalu mengatakan hal-hal yang membuat aku ingin menemuinya." sahut David memeluk Scarlet, seolah menyesali perbuatannya yang semakin sering datang dari kantor dalam keadaan mabuk.


Jadi Scarlet sulit komunikasi dengan David. Kadang Scarlet menunggu pagi untuk mengobrol, tapi David buru-buru kerja. Seolah David sengaja menghindarinya. Kebiasaan David mabuk sudah berlangsung seminggu ini. Ntah apa masalahnya.


"Aku ingin tahu kenapa kamu senang mabuk, apa yang kurang di rumah. Sebuah rumah tangga akan hancur kalau tidak ada komunikasi. Setiap hari minum dan mabuk, pulang dari kantor diantar Cyndi. Terus terang aku tidak habis pikir, kamu cepat berubah."

__ADS_1


Wajah David memerah. dia tidak tahu harus berkata apa, dia tidak ingin menyakiti Scarlet. Kata Cyndi waktu Scarlet di Barista dia pernah melihat Bapak Wiraguna Adiyaksa pelukan sama Scarlet, jadi kalau sekarang Bapak Wiraguna dekat sama Scarlet, itu mungkin menyambung hubungan mereka sewaktu di Barista.


David memang tidak begitu saja percaya, dia bertanyapun dengan Scarlet akan percuma, pasti Scarlet tidak mengaku. Namun otak David selalu ingat akan omongan Cyndi, jalan satu-satunya hanya minum dan mabuk ke Bar.


"Yank, ayo..melamun ya." ajak Scarlet meraih tangan David.


Mobil Porsche itu melaju dengan kecepatan sedang, Scarlet merasa aneh, karena semakin hari David semakin pendiam. Canda tawa yang biasa mereka lakukan seakan hilang menguap tanpa batas. Hal ini tidak bisa di biarkan, Dia akan bertanya setelah pulang dari kundangan.


Tak berapa lama, kami sampai di sebuah gedung mewah yang bertulis “Selamat Datang" kami turun dari mobil dan disambut langsung oleh pengawal dan di arahkan ke gedung utama.


"Ayo, Sayank!" David menggandeng tangan Scarlet, matanya kagum melihat istrinya yang cantik dan anggun.


"Yank, kita tidak lama disini kan?!" bisik David meremas jemari Scarlet.


"Paling lima belas menit, emangnya kenapa?" tanya Scarlet.


"Aku ingin memelukmu seharian." jawab David sambil mengedipkan sebelah matanya. Scarlet merasa mereka akan bisa romantis seperti dulu.


"David, pinjam Scarlet sebentar ya, Indah ingin Scarlet menemaninya."


"Oh ya tante, saya mau gabung ke saudara yang lain." kata David tidak senang, masalahnya tunangan Indah adalah Andrian. Dia mengalah, tapi kalau Andrian berulah dia akan maju ke podium, mengambil istrinya. Bila perlu pergi dan pulang tidur bersama istrinya. David memandang Scarlet ketika naik ke podium.


"Selamat ya mbak Indah dan Andrian, semoga lancar, kalian berbahagia."


Indah langsung memeluk Scarlet dan memuji penampilan Scarlet yang menonjolkan kehamilannya dengan outffit yang elegan.


"Kamu cantik sayank, kamu begitu Sexy dan anggun.... mbak kangen denganmu." bisik Indah. Tante Wilda menarik Scarlet karena acara akan di mulai.


"Duduk disamping tante, tidak boleh jauh-jauh, nanti perutmu kebentur."

__ADS_1


Scarlet duduk di samping tante Winda, tapi dia kaget karena Bapak Wiraguna, tiba-tiba naik ke podium dan duduk disampingnya.


"Hee..Pak ketemu lagi." sapa Scarlet sopan, dia bingung harus bagaimana David merasa curiga dengan laki-laki di sampingnya ini.


"Aku sengaja kesini supaya bisa dekat denganmu." goda Pak Wira. Scsrlet hanya tersenyum dan kata- kata Pak Wira dia anggap hanya basa basi.


Scarlet mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari keberadaan David. Sorot matanya terhenti ketika menatap David sedang duduk berdua bersama Cyndi. Wanita itu memakai dress merah yang sangat sexy. Belahan dadanya terlihat jelas dan menonjol, menantang kaum lelaki.


Sikap Scarlet langsung berubah, dia melihat kemesraan David dan Cyndi sengaja di perlihatkan. Air mukanya memucat, tidak ada senyum yang menghiasi wajahnya lagi. Wajahnya memerah, tanda amarah memuncak. Napasnya menderu tidak karuan. Dia ingin menjerit, tapi dia harus sabar.


Kamu tega David. bathinnya lirih.


"Tante saya mau ke toilet." bisik Scarlet kepada tante Wilda yang duduk di sampingnya.


"Oh ya, bisakah kamu sendiri kesana?"


"Bisa tante, tenang saja." sahut Scarlet buru-buru pergi ke belakang.


Dia ke toilet untuk menenangkan diri, mengambil nafas dalam, kemudian baru menyelinap ke depan. Saat dia berjalan ke depan semua tamu sedang berdiri untuk mengambil prasmanan. Scarlet bingung mencari David, akhirnya dia menemukan David yang sedang menggandeng tangan Cyndi.


"David....." panggil Scarlet lirih. David tidak menoleh karena suasana ribut, mungkin David tidak mendengar. Tapi Cyndi mendengar dan menoleh, dia malah merapatkan tubuhnya ke David dengan senyum kemenangan.


Ya Tuhan, kenapa mereka tidak punya harga diri. pikir Scarlet, dia tetap berdiri menunggu David datang mencarinya. Akhirnya David datang membawa dua porsi makanan di tangan kanan kiri.


"David..." panggil Scarlet lagi. David kaget melihat Scarlet di depannya. Tangan Cyndi masih gelayutan di lengan David.


"Apa, sudah puas pacaran di podium." sergah Cyndi dengan suara keras. Semua orang menoleh kepada David dan Scarlet.


"Halo semua... inilah penghuni Barista yang shock suci." teriak Cyndi sambil menumpahkan isi piring yang di bawa David. David kaget akan tingkah Cyndi, tapi dia terpaku ketika melihat Scarlet oleng dan jatuh saat Cyndi sengaja menyenggol Scarlet.

__ADS_1


Astaga, ada apa ini?? teriak tante Winda. Xander berkerimun menolong Scarlet. Indah seketika melayangkan tangannya ke pipi Cyndi. David cepat setengah berlari menyeret Cyndi ke mobil. Mereka kabur pulang. Tapi banyak pukulan mengenai Cyndi.


*****


__ADS_2