
Pukul. 23.48, Scarlet masih duduk di balkon, sambil minum susu dan sepotong roti. Dia tidak mau kejadian kemarin akan terulang lagi, kelaparan di malam hari. Perutnya harus isi demi bayi di dalam perutnya.
Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan, apalagi yang di tunggu tidak mau membalas SMS nya. Scarlet berusaha berpikiran positif, walaupun di hati kecilnya merasa telah terjadi sesuatu yang dia tidak ingini. Dia mencoba bersabar dan tetap menunggu.
Malam semakin pekat, udara dingin menyusup ke dalam tubuh Scarlet. Ketika dia mendengar suara mobil David datang, Scarlet melongok ke bawah dari balkon. Dia melihat Cyndi turun dari mobil suaminya, rupanya Cyndi yang menyetir.
Matanya seketika perih, hatinya luka. Kemudian David di papah turun dari mobil. Scarlet menunggu, kelanjutan akting mereka berdua. Tapi Cyndi dan David tidak kunjung naik ke atas.
Scarlet turun perlahan ke bawah sambil menjinjit kakinya. Di bawah sepi, kemana mereka berdua? dia lalu ke kamar utama, tidak terdengar suara dari luar, maklum kamar disini kedap suara. Scarlet yakin mereka berdua ada di dalam. Scarlet lalu menendang pintu dan kebetulan pintu belum di kunci. Dia berdiri di ambang pintu berkacak pinggang.
"Pertunjukan apa yang kalian mau pertontonkan sekarang?" pekiknya, membuat Cyndi kaget. Scarlet melihat David tidur dan Cyndi masih berdiri, baru mau membuka pakaian.
"Dasar perempuan kasar, kau tahu suamimu mabuk, untung aku yang mengajak pulang, kalau nggak?"
"Kalau nggak kenapa, kau mau perkosa suamiku? dasar gatel. Cari mangsa yang lain jangan suami orang didekep...." Scarlet sangat marah.
"Kau selalu menyalahkan orang lain dengan mengatakan pelakor, kau sendiri yang kurang becus membuat suamimu melayang. jangan salahkan aku, suamimu yang gatel kepadaku."
Cyndi membenahi bajunya. Hari ini nasibnya apes, mau menjebak David supaya mabuk, tapi ketahuan sama Scarlet, dia sangat benci dengan Scarlet yang sangat celang dan berani. Tidak seperti wanita lain yang mengalah takut di cerai oleh suami. Cyndi juga ingin tahu sampai dimana kekuatan David menolak dirinya, dia ingin melihat Scarlet menangis darah mohon-mohon padanya supaya suaminya di kembalikan.
"Hubungan suami istri tidak melulu penyatuan di tempat tidur, aku tidak kagum atas pencapianmu menjadi lunti, aku cuma membayangkan bagaimana kusutnya pikiranmu setiap hari supaya bisa meniduri David. Apa yang kau cari darinya, kepuasan di ranjang dan kekayaan? walaupun kau dapatkan tubuhnya dan kekayaannya kau tidak akan merasa puas, karena cintanya kau tidak dapatkan. David hanya mencintaiku." Scsrlet tidak berani main tangan, padahal tangannya sampai gemetar ingin menampar Cyndi, dia ingin mengamuk, tapi dia harus hati-hati menghadapi Cyndi karena perutnya sudah besar, takut Cyndi menendang perutnya.
"Tebakanmu benar, aku tidak butuh cinta, aku menginginkan tubuhnya dan uang, jadi kalau kau bangga mendapat cintanya, ambil porsimu. Mulai sakarang kita Rival." ketus suara Cyndi. Perempuan murahan itu berkacak pinggang, dia menunggu jawaban Scarlet.
__ADS_1
"Bibik, amang, tolong kesini." panggil Scarlet, sambil menekan ke nop yang berada di samping pintu. Suara SOS Lonceng akan terdengar di setiap pos dan kamar pelayan. Sebenarnya pelayan mereka sudah bangun dari tadi, karena mendengar suara pintu yang keras dan ribut-ribut.
"Nyonya kami datang." kata amang dan dadang mendekat. Pengawsl semua datang.
"Bawa Tuan Muda ke atas, dia lagi dibikin mabuk oleh pelakor. Kalian harus awas setiap hari, dirumah ini sudah ada wanita murahan yang doyan suami orang, jadi waspada."
Cyndi merasa wajahnya di tampar mendengar omongan Scarlet di depan pelayan, pengawal.
"Seharusnya kau malu tetap tinggal disini, setiap hari kerjamu ngintip kelengahan suamiku supaya kau bisa tiduri, dasar murahan, ******!!" maki Scarlet lalu ikut naik ke atas bersama pengawal yang menggendong David. Dia kesal sama David yang mau saja menuruti Ibu tirinya, yang jelas-jelas murahan.
Pengawal turun setelah Scarlet menitipkan pesan kepada pengawal supaya berani melapor kepada Tuan Alex tentang perbuatan istrinya.
"Kami siap nyonya, semoga nyonya sehat. Kami akan selalu setia kepada nyonya."
"Trimakasih atas ke pedulian kalian kepada saya." kata Scarlet. Dia lalu menutup pintu dan menguncinya.
Scarlet terus menatap suaminya, tercium bau alkohol, David tertidur pulas dengan nafas teratur.
Dengkuran halus terdengar dari bibir David. Lelaki bercambang itu masih terlelap, meski ranjang yang mereka tempati sedikit bergetar akibat isak tangis Scarlet. Rasa kecewa begitu kentara dari raut wajah Scarlet.
Duri ini menancap tajam hingga ke ulu hati, menggores, membuat luka baru. Jantung berdegup cepat, gagal menahan gemuruh yang bergejolak. Napas Scarlet menderu, mengiringi isak tangis yang tak mampu ditahan. Dia merasa hancur.
Tangan Scarlet menyelisik, mencari keberadaan benda pipih milik David. Akhirnya ponsel David ketemu. Jemari Scarlet berselancar mencoba memasukan angka- angka untuk membuka gawai itu, dulu David tidak pernah memakai sandi untuk membuka ponselnya, tapi sekarang, ponsel itu memakai sandi tanggal kelahirannya.
__ADS_1
Detik berikutnya Scarlet, berhasil membuka aplikasi hijau whatsapp di dalamnya. Dia membuka chat yang masuk, matanya kembali bertemu nomor perempuan brengsek itu, akhirnya Scarlet edit nama, menjadi pelakor.
"Boy..kamu mengecewakan aku, sekarang aku menuntut supaya kamu datang ke bar xx, kita minum sampai mabuk. Aku menantangmu." tulis Cyndi.
"Maaf, aku mau langsung pulang, istriku menunggu." balas David.
"Boy..aku ingin mengatakan suatu rahasia tentang istrimu, ini sangat urgent, jadi datanglah."
"Rahasia apa?" balas David.
"Ada dech...sini aja, kamu akan tercengang." tulis Cyndi.
"Aku akan datang, tunggu....."
"Oke...say." tulis Cyndi.
Scarlet menutup ponsel David. Dia tidak khawatir cerita Cyndi, kecuali Cyndi merekayasa cerita baru yang bisa membuat David percaya. Dalam hidupnya tidak ada rahasia, semua cerita hidupnya David sudah tahu.
Scarlet menghapus air matanya, dia harus kuat. Dia merasa David akan jatuh ke pelukan Cyndi, karena David masih ada rasa sungkan menolak ajakan Cyndi yang ber status ibu tiri. Disamping itu papanya menitipkan supaya David menjaga Cyndi selama papanya pergi. Walaupun sudah pensiun papanya masih sering pergi keluar kota perjalanan bisnis untuk membantu David.
Scarlet bukan wanita yang penurut atau mau mengalah begitu saja, jika suaminya akan berelingkuh di belakangnya. Dia sudah memenuhi kewajiban sebagai istri, walau dia dari Panti Asuhan.
Namun, mengapa David setega itu, dan lebih mempercayai perempuan brengsek itu yang setiap saat ingin merayunya, dengan segala cara. Apakah selingkuh merupakan solusi dari sebuah masalah atau dia menganggap trend baru yang perlu dijamah.
__ADS_1
Scarlet menangis dalam sepertiga malam. Dia tidak bisa tidur dan terus memikirkan semua ini.
****