SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR
DIBAWAH KENDALI DAVID


__ADS_3

Scarlet langsung mati gaya ketika David duduk di sofa dan menyuruh Scarlet membuka sepatunya. Brengsek orang ini, aku buka sepatunya, tapi matanya melotot melihat aku. bathin Scarlet kesal.


Setelah Scarlet membuka sepatu David, dia berdiri dengan tubuh terhuyung, David reflek memegang tangan Scarlet supaya tidak jatuh. Mata Scarlet terpejam sebentar menghalau rasa pening di kepalanya. Kemudian dia membuka matanya dan memasang wajah datar.


Napas David tampak memburu dan menatap Scarlet dengan heran, tapi dia tidak peduli lagi. Tidak mungkin dia merasa khawatir atau ingin tahu kenapa Scarlet hampir jatuh?


“Aku sudah tahu bahwa kau banyak sandiwara, apa sebenarnya yang kau inginkan lagi. Jenis perempuan sepertimu yang sok jual mahal gini sudah bisa aku tebak isi kepalanya.” David berkata seenaknya.


"Lanjut buka yang lain, seperti kamu melayani Andrian." titah David lalu berdiri, dia menunggu reaksi Scarlet, akan perintahnya.


"Aku akan membuka pakaianmu dari belakang, begitulah aku melakukan kepada Andrian." kata Scarlet lalu membalikan tubuh David dengan kasar.


"Aku Tuanmu, enak aja dari belakang, kamu buka dari depan. Jadi kamu takut tergoda kalau melihat tubuhku."


"Ngapain takut, aku jijik karena bau tubuhmu seperti baunya Lala."


"Tentu, karena dia istriku, apa kamu cemburu?" tanyanya menatap Scarlet.


"Ciihhh.. banyak cowok di luaran sana yang lebih keren." kata Scalet dalam hati.


Scarlet benar-benar tidak bisa berpikir lagi. Bagaimana ada seorang mantan suami, tiba-tiba mengurung istrinya dan seenaknya memaki istrinya sebagai wanita murahan, dan memperlakukan seenak perutnya.


“Dasar perempuan bodoh! Kalau kau tidak mau melakukan perintahku dalam hitungan menit, aku akan mengembalikanmu ke tempat bordil, supaya kamu di santap oleh buaya darat!”


Scarlet tersenyum miris. Sepertinya dia akan menjadi mainan laki-laki brengsek ini. Mungkin sekarang David merencanakan sesuatu dan menjerat Scarlet dengan tipu dayanya, selanjutnya memanfaatkan kelemahannya. Dasar laki-laki tidak punya hati!.


Dengan menguatkan debaran jantungnya dan menahan gejolak hati, Scarlet memilih mengikuti perintah laki-laki itu. Dan ketika dia bersiap hendak membuka kancing kemeja David, Scarlet berusaha tenang. Wajahnya seketika merah seperti kepiting rebus. David menyadari bahwa tangan Scarlet sedikit bergetar.


Dia mulai membuka dasi, membuka kemeja David perlahan. Tangannya tremor tingkat tinggi, dia tidak bisa menutupi rasa jengah dan malu yang menguasai dirinya. Tapi David tidak mau peduli, Selesai membuka baju, tanpa sadar Scarlet menarik nafas panjang dan membuangnya kasar. Kini dia akan membuka celana panjang David. Ohh...


"Kepalaku terasa pusing." kata Scarlet lirih serta duduk di sofa. Dia mencoba menenangkan pikirannya. Akhirnya David mau mengerti dan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Tidak lama kemudian David keluar memakai handuk besar, melilitkan di pinggang serta menghampiri Scarlet. Raut wajahnya sangar Rahangnya mengeras dan bibirnya membentuk garis lurus seolah dia menahan sesuatu yang ingin meledak. Dan ketika dia hendak membuka handuk tanpa sadar Scarlet berteriak.


"Aahhh...jangan...." teriak Scarlet menutup mata.


"Oh..aku kira dalamnya polos." kata Scarlet keceplosan.


"Jangan pura-pura dech, bukankah kau sering melihat tubuh polos Andrian?"


"Sangat sering!! puass...." sahut Scarlet sangat kesel. David selalu mengungkit tentang Andrian, padahal Andrian tidak pernah berbuat aneh kepada Scstlet.


David mendengkus kesal. Dia menarik Scarlet ke kamar mandi. Dan tidak memperdulikan protes dari Scarlet. David menyingkirkan tangan Scarlet yang menghalanginya. Kemudian melucuti semua pakaian Scarlet tanpa tersisa. Scarlet


hanya menunduk tidak mampu menatap mata David.


David kemudian membawa Scarlet ke bawah guyuran air shower yang terasa hangat, memandikan Scarlet seperti anak kecil yang belum bisa mandi sendiri. Menyentuh dengan emosi yang membara setiap inci tubuh Scarlet, seolah Scarlet sangat kotor dan menjijikan.


David seenaknya saja berulah menganggap Scarlet adalah benda mati yang di uwel-uwel.


Scarlet masih diam saja. Setelah selesai mandi David memilihkan pakaian dan menyuruh Scarlet duduk di sofa. David menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan maknanya.


“Mau lari lagi?" tanyanya, tapi Scarlet diam saja, dia malas berdebat.


"Baiklah, aku akan menuruti semua kemauanmu. Tapi aku juga punya syarat." kata Scarlet. David tertawa menyebalkan.


"Aku mengerti, berhubungan dengan uang?” Scarlet menggeleng dan dia menatap Scarlet penuh ejekan.


“Baiklah sebutkan saja, aku akan mewujudkan satu permintaanmu itu walaupun sejujurnya kau termasuk banyak menuntut." ucapnya.


"Jangan pernah menyentuhku, apalagi meniduriku." David terkekeh menyebalkan, Scarlet diam saja, tidak menanggapi.


"Baiklah, setuju.” ucapnya final dan dia menyeringai lagi.

__ADS_1


"Aku akan membunuhmu jika kamu melakukannya!” ancamku dengan berani dan dia menyunggingkan senyum miring sambil duduk di sampingku.


“Memangnya kau bisa melakukan?" Dia bertanya, nada bicaranya meremehkan, karena David sangat tahu siapa Scarlet, David diam untuk waktu yang cukup lama sambil terus menatap Scarlet.


"Mana mungkin aku menyentuhmu, aku sudah punya istri yang lagi hamil dan kau adalah mantan yang terburuk." kata David menunggu reaksi Scarlet.


"Aku bersyukur kamu sudah punya istri, jadi aku bebas mencari calon suami. Semoga tahun ini jodoh menghampiriku." balas Scarlet menbuat David langsung mengerutkan alisnya tidak suka.


“Siapa yang memberimu bebas, utangmu terlampau banyak. Kamu tidak mungkin bisa membayar hutangmu."


"Gampang membayar utangku, aku akan berdandan cantik dan mencari jodoh yang kaya raya lewat aplikasi online."


David langsung memeluk erat Scarlet dan menciumnya dengan brutal, dia seperti ketakutan kehilangan Scarlet. Tapi tiba-tiba David mendorongnya kasar. Sikapnya membingungkan. Kadang David terlihat sangat kejam, tapi kadang bisa terlihat lembut dan perhatian. Kadang terlihat jahat tapi sesekali menunjukan sikap baiknya. Sungguh tidak bisa di mengerti.


"Enak saja kau menciumku, dasar buaya darat. Kau tahu tubuhku tidak boleh di sentuh."


"Oke, ke blabasan. Siapin dirimu, sebentar lagi kamu akan menari, jika ada yang mau denganmu aku akan jual dengan harga murah. Soalnya harga mahal pasti tidak laku."


"David kamu ngeselin banget ya, bicaramu itu lho!!" geram Scarlet.


David membuka lemari, mengambil lingerie yang transparan untuk Scarlet, dan menyerahkan kepada Scarlet untuk di pakai.


"Ini untuk tidur, aku menari pole dance, bukan penari telanjang." protes Scarlet. David menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia berpikir Scarlet mengobral tubuhnya selama ini. Dia terlalu berprasangka kepada Scarlet, sehingga membuat otaknya mau marah saja.


"Pakai saja ini, tidak apa-apa." kata David memaksa Scarlet memakai lingerie. Dengan sedih Scarlet mau juga memakainya.


"David tidakah kamu kasihan padaku, sejelek-jeleknya Barista, tidak ada yang memaksaku memakai pakaian transparan."


"Kalau tidak mau pakai, aku yang turun tangan...."


"Stopp...aku pakai sendiri." sahut Scarlet berdiri. Dia menyambar pakaianya dan menuju kamar mandi.

__ADS_1


*****


__ADS_2