
Scarlet mengutuk dirinya, dia terlalu naif dan begitu saja percaya kepada Andrian. Dia lalu menghapus air matanya dengan ujung bajunya, dan menghela nafas dalam. Apa yang harus dia perbuat, rasanya tidak ada solusi lagi.
"Aku akan menjadi pelayanmu, tapi bukan untuk istrimu." akhirnya dia memutuskan setelah hatinya berat memilih.
"Oke..aku setuju, aku tidak tega juga melihat kamu cemburu setiap aku seranjang dengan istriku." kekehnya menyebalkan.
"Aku tidak peduli, cintaku sudah mati saat kau menceraikanku dan memilih betina itu."
"Kapan-kapan aku akan menguji perasaanmu dengan cara mengajak istriku....."
"Stopp!! aku tidak ingin mendengar ocehanmu, aku muak. Kau laki-laki terjahat di dunia."
"Dan kau wanita hina!!" sahut David berdiri. Scarlet juga berdiri.
"Aku mau pulang ke Panti Asuhan." kata Scarlet lirih.
David terdiam lama.
"Kamu berjalan lurus sedikit, di sebelah kiri itu ada kamarmu, semua pakaianmu ada disana. Nanti kamu bekerja layaknya sebagai pembantu. Memasak, membersihkan kamar mandi dan yang lain." ucap David tanpa menoleh. Scarlet terdiam, dia terlalu lelah, bebannya begitu berat menindihnya.
"Kau boleh ke kamarmu." perintah David lalu cepat keluar dari ruangan itu.
Scarlet menuju kamar yang di tunjuk David dengan langkah linglung. Untuk sementara dia akan menurut, pekerjaan rumah sudah biasa dia lakukan di Panti, jadi tidak masalah kalau dia menjadi pelayan disini.
Memasuki kamar yang di persiapkan untuknya, Scarlet sangat kagum ketika melihat interior kamar. Begitu mewah dan anggun. Rasanya dia terlalu kotor tidur di atas tempat tidur king size yang terpampang di depannya.
Dia mengedarkan pandangannya sekeliling ruangan, ada vas bunga mawar putih di atas meja, persis seperti vas bunga waktu dia pernah bekerja di Perusahan Andrian. Bunga kesayangannya. Apakah David sengaja menaruh bunga itu untuk menyambutnya? Scarlet menepis pikirannya yang kacau.
Dia menuju lemari pakaian sliding door. Tangannya membuka lemari itu, semua pakaian tertata rapi, dia melihat puluhan lingerie transparan merah tergantung rapi. Apakah ini juga untuknya? atau sebenarnya kamar ini tempat rendezvous David dengan para selirnya.
Scarlet mengerutkan keningnya heran melihat lingerie itu, dan berpikir untuk menukar dengan pakaian biasa yang ada disitu. Cepat-cepat dia menurunkan lingerie itu dan melipatnya rapi, kemudian mengambil pakaian lain, menggantungnya.
__ADS_1
Dia tersenyum merasa sangat pintar dan mengacungkan jempolnya. Setelah itu dia menuju kamar mandi. Scarlet lalu memilih pakaian yang paling sederhana, untuk mengganti pakaian lusuhnya.
Apa yang harus di kerjakan setelah ini? dia tidak habis pikir kenapa Manda menghilang dan siapa yang membeli dirinya di Barista, Lala atau Andrian? dia menjadi tidak lagi mau percaya kepada siapapun.
*****
flashback,
Setelah Perusahannya mau diambil alih oleh David, Andrian menjadi kelabakan. Dia berpikir keras untuk mengambil kembali Perusahannya. Andrian menyeringai sadis, dia memanggil Lala untuk datang ke rumahnya.
"Mengapa kamu memanggilku, apa kamu mau menggantikan Sandor sebagai calon ayah bayiku." samber Lala mendekati Andrian yang duduk di sofa ruang tamu.
"Kau bukan typeku, aku hanya ingin supaya Scarlet berada di pelukanku, aku mencintainya." kilah Andrian berusaha memancing emosi Lala.
"Cari di tempat bordil dan bayar, beres bukhan?!"
"Aku tidak punya uang untuk menebusnya, David menyita semua Perusahanku. Disamping itu Manda selalu menjadi penghalang."
"Bagaimana kalau aku mengatakan Kau dan mamanya David menjual Scarlet ke Barista? atau merekayasa pertemuanku dengan Scarlet, sehingga David rela menceraikan Scarlet. Atau yang lebih extrime lagi adalah foto 19 menitmu dengan Sandor sehingga kamu hamil dan membuat mertuamu percaya bahwa itu anak David."
"Diam kamu, setan!!" pekik Lala marah. Ternyata Andrian sangat licik, semuanya dia tahu. Saat itu juga dia ingin melenyapkan Andrian. Tapi tidak mungkin, karena Andrian dari keluarga Xander. Dia berjanji dalam hati suatu hari nanti Andrian akan lenyap di tangannya.
"Hahaha...apakah kau takut Lala?" Andrian merasa diatas angin.
"Oke, kau menang sekarang, sampai rahasiaku bocor, orang pertama yang aku cari adalah kau. Ingat nyawamu ada di genggamanku." kata Lala dengan dendam membara.
Akhirnya Lala menemui Gepeng pembunuh bayaran yang bisa melenyapkan Manda. Karena Manda tidak mau melepaskan Scarlet, Rudy tidak bisa memaksanya juga, sebab rahasia Rudy di pegang Manda.
Setelah itu Lala membeli Scarlet dan merekayasa untuk mempermalukan Scarlet ke keluarga Xander, sebelum menyerahkan kepada Andrian. Tapi Andrian lebih licik, dia menelpon David mengatakan keberadaan Scarlet. Terjadilah pertemuan itu yang menyebabkan Scarlet berada di genggaman Andrian.
Dengan berdalih membeli makanan, Andrian lalu menemui David, menukar Scarlet dengan Perusahan yang disita oleh David. Siapa yang sebenarnya jahat?? atau situasi yang membuat orang menjadi jahat. Ntahlah ... yang jelas Scarlet adalah korban.
__ADS_1
Matahari dari tadi sudah tenggelam di ufuk barat. Sebentar lagi malam telah menjelang. Scarlet merasa sangat bosan berada di dalam kamar tanpa mengerjakan sesuatu. Kalau di Barista dia bisa membuat kue atau latihan menari, tapi disini dia betul- betul bengong seharian.
Tokk..tokk...tokk...
Scarlet menyeret kakinya membuka pintu dengan pelan, tidak urung dadanya berdebar, dia takut tiba-tiba David atau Lala yang datang. Tapi untunglah yang berdiri di depan pintu adalah Niko, anak buah David.
"Selamat sore nyonya, malam ini akan ada pentas pole dance. ada 2 orang penari dan penonton sekitar 35 sampai 50 orang, karena ini pertunjukan perdana." kepalanya langsung pening mendengar perkataan Niko, Scarlet ketakutan.
"Niko, penontonnya siapa?" tanya Scarlet pucat.
"Biasalah nyonya, yang datang para pejabat yang haus hiburan basah. Kalau berhasil, setiap hari akan diadakan pertunjukan ini."
"Niko, disini ada pengawal yang berjaga, bagaimana kalau kamu mengantarkan aku ke Panti Asuhan?"
"Disini tidak bergitu banyak pengawal, tapi setiap pojok ada CCTV nya. Jika nyonya mau keluar izin dulu sama Tuan, mungkin sebentar lagi Tuan datang."
"Aku sudah izin, kamu tolong tunggu disini, aku mengambil tas." kata Scarlet lalu masuk ke dalam. Tapi saat berbalik wajah Scarlet langsung pucat. David sudah berdiri diambang pintu menatapnya tajam.
"Aku mau mandi, tolong siapin baju dan semuanya, seperti kamu dulu bersama David." kata David dengan wajah masam.
"Aku tidak mau karena kamu tidak cacat, dulu itu David buta." kilah Scarlet menunduk.
"Jadi aku pura-pura buta, begitu maksudmu? supaya bisa menipu orang bodoh sepertimu, yang kabur dari suami dan melayani lelaki lain. Betapa murahnya kamu." bentak David. Scarlet diam merasa bersalah. Dia menunduk sambil menggigit bibir bawahnya.
"Jawab!!, bukankah kamu sudah pintar dan suka melawan."
"Dulu itu aku tidak tahu kalau dia menipuku, jadi aku mau jadi pelayannya. Lagi pula dia tidak pernah nakal padaku."
"Ciihh....aku muak mendengar pengakuan bodohmu. Siapkan pakaianku, nanti malam kamu penari terakhir yang akan menghibur 50 orang pengunjung." kata David sengit Kepala Scarlet langsung pening.
****
__ADS_1