SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR
BERSATU KEMBALI


__ADS_3

Scarlet tidak tahu seberapa David minum, tapi dia yakin David mabuk. Wanita itu menatap tubuh David tergeletak diranjang, jujur, dia masih mencintainya. Tapi rasa sakit hatinya lebih menguasai sanubarinya.


Setelah membersihkan diri Scarlet mengunci pintu, mematikan lampu kamar, mengganti dengan lampu tidur. Kemudian dia naik ke tempat tidur, berbagi selimut dengan David. Sudah lama sekali tidak merasakan tidur berdua dengan David. Ini hari terakhir untuk David, besok dia sudah pergi jauh. Anggap semua kejadian yang pernah dialaminya adalah cerminan hidup, semoga kedepannya dia merasakan hidup lebih damai.


Scarlet menguap, dan membalikkan tubuhnya, serta memunggungi David.


David menggeliat, memastikan kalau Scarlet sudah tidur, tangannya cepat melempar selimut yang menutupi tubuh mereka berdua. Hasratnya naik dengan melihat tubuh Scarlet yang tertidur pulas. Tanpa komando David menyambar bibir Scarlet dengan lembut, dia tidak boleh berbuat kasar David menyesapnya semakin dalam, merasakan sensasinya.


Scarlet melenguh dan mendorong dada David supaya menjauh. Antara sadar dan tidak, Scarlet merasa ada yang menindihnya. Tiba-tiba dia kaget, merasakan sesuatu, David sudah berada di atasnya.


"David..apa yang kamu lakukan?" tanya Scarlet tidak berdaya. Nafas David memburu.


David mendaratkan ciuman mesra, tanpa mau menjawab pertanyaan Scarlet. Lebih baik dia pura-pura mabuk. Scarlet yang tidak berdaya hanya menikmati apa yang di lakukan David padanya.


"Bantu aku menyingkirkan kesedihan di dalam hatiku sayank...." bisik David dengan suara serak.


Scarlet diam, mau tidak mau Scarlet mengikuti irama yang di suguhi oleh David. Dia tidak menyangkal perbuatan David membuat dirinya melayang. David tidak bisa menahan lebih lama lagi, dia menggertakkan giginya dan.......Scarlet mendorong tubuh David sambil menggerutu.


"Kamu menipuku dan pura-pura mabuk." David terkekeh.


"Aku mabuk cinta sayank." jawab David memeluk tubuh Scarlet dengan nafas yang tidak beraturan.


"Kamu adalah canduku, cintaku yang tidak akan aku lepaskan." bisik David lagi. Dia merasa senang bisa menipu Scarlet dengan mudah.


"Tapi aku sudah beli ticket." sahut Scarlet meradang, bibirnya manyun di peralat David.


"Aku akan membayar kerugianmu seratus kali lipat harga ticket. Apapun yang kamu minta aku akan berusaha untuk memenuhi."


"Keinginanku cuma satu, sayangi aku seperti kamu menyayangi dirimu sendiri. Aku juga ingin di cintai, tapi kalau kamu tidak bisa mencintaiku, lebih baik aku pergi jauh. Kadang aku hanya butuh sedikit sandaran untuk dapat meluapkan semua kelelahan yang aku rasakan. Sering sekali aku bingung dengan siapa aku harus mengadu ketika beban hidup menghimpitku." keluh Scarlet menyusupkan kepalanya ke dada David.

__ADS_1


"Sayank, kamu seolah meragukan cintaku, aku dengan senang hati akan menjadi tempatmu mengadu. Jika kau lelah, aku sediakan bahuku untuk bersandar untuk selamanya."


"Jangan mengasihiku sayank...aku tidak butuh belas kasihanmu. Hatiku terlalu sakit ketika kamu selingkuh, kamu menduakanku dan menipuku." Scarlet kembali ingat atas perlakuan David yang menyakitkan.


David tidak menjawab, dia tahu akan panjang jadinya kalau dia berdebat. Lebih baik dia kembali memberi Scarlet sentuhan cinta yang lembut, dan membawanya melayang.


****


Pagi ini Scarlet bangun kesiangan, senyumnya terbit ketika melihat David masih meringkuk di bawah selimut. Badannya terasa lelah sekali setelah di hajar oleh David semalam. Pria itu selalu tidak puas, lagi dan lagi. Senyumnya terbit ketika melihat David masih berada di bawah selimut.


Selesai mandi Scarlet keluar dari kamar menuju kamar bayinya. Ternyata baby sitter nya sedang menggendong Sean yang sedang rewel.


"Nyonya, baby Sean seperti tidak enak badan, apa tidak sebaiknya di bawa ke klinik, atau panggil dokter keluarga saja."


"Coba aku gendong, badannya hangat. Aku bawa ke papanya dulu." kata Scarlet menggendong bayinya menuju kamar David.


"Baik nyonya."


"Untuk apa dia tidak mengizinkan kamu pergi apa dia mau menjamin kebahagiaanmu. Kamu jangan lemah katakan kepada David, tekadmu sudah bulat untuk pergi." suara mbak Indah terdengar berkobar-kobar.


"Mbak, maafkan aku, saat ini Sean dalam keadaan sakit, aku mau ke klinik dulu."


"Sakit? periksa cepat Scarlet. Lebih baik panggil dokter keluarga."


"Ya mbak, aku tutup teleponnya dulu. Nanti aku khabari lagi."


Ponsel di tutup, Scarlet membawa baby Sean ke kamar menemui David.


Pintu kamar mandi terbuka, muncul David dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Tanpa sengaja Scarlet menatap dada bidang laki-laki itu, dia merasakan panas di wajahnya. David, benar-benar sexy.

__ADS_1


"Sayank, kenapa dia rewel? aku ingin menggendongnya."


"Badannya agak panas, kita perlu dokter, kalau tidak ada dokter, kita ajak dia ke Klinik."


"Aku akan panggil dokter keluarga." kata David mendekat. Wangi musk dari tubuh David menyapu hidung Scarlet, membuat dadanya berdesir.


"Pakai baju, gih. Ngerusak kosentrasi aja. Ntar dokter datang, malah kamu yang di periksa di kira korban gigitan drakula." sindir Scarlet melihat leher David yang berisi kiss mark.


"Drakulanya sangat liar, tapi nagih." bisik David memeluk Scarlet dari belakang.


"Iss...genit, kita tunggu dokter di luar. Aku mau ke kamar bayi." Scarlet cepat keluar, dia takut terpengaruh pesona David.


"Jangan menghindar sayank, ke ujung dunia pun aku akan cari dirimu." rayu David tersenyum, dia membiarkan Scarlet keluar kamar.


David membuka ponselnya dan memanggil dokter keluarga, setelah itu dia menghubungi tante Winda, mamanya Scarlet.


"Selamat pagi tante, ini ponakanmu, bukan musuhmu....." kata David menohok. Dengusan tante Winda terdengar jelas di kuping David, dia tahu pasti tante Winda malas meladeninya.


"Ada apa ponakan durhaka, kamu baru sadar punya mertua? apa sekarang kamu sudah di tendang oleh selingkuhanmu..."


"Hehe... tidak ada selingkuhan tante, cintaku hanya satu, kepada Scarlet. Tante, aku minta maaf, selama ini telah membuat tante marah, tolong jangan pisahkan cinta kami berdua, istriku sudah capek menderita dari bayi sampai sekarang. karena ulah tante yang membuangnya di Panti Asuhan."


"Davidd...dasar ponakan durhaka, Ya sudah!!. Tapi ingat, sekali lagi kamu membuat Scarlet menderita, tante tidak segan-segan mengambil Scarlet darimu."


"Jangan khawatir tante, aku sudah kapok. Aku berjanji tidak akan mengecewakan tante. Cintaku kepada Scarlet sudah mendarah daging. Mohon doanya tante supaya kami bisa hidup berbahagia."


"Tante pasti mendoakanmu, jangan ulangi perilakumu yang membuat Scarlet mengambil keputusan pintas." kata tante Winda.


Setelah berbasa basi dengan tante Winda, David mematikan ponselnya. David memakai pakaiannya dan bergegas menemui Scarlet. Dia sangat gembira, tante Winda telah merestui kembali keinginan David untuk bersatu dengan Scarlet.

__ADS_1


***** TAMAT*****


Trimakasih kepada teman-,teman yang sudah support aq selama ini. Jangan lupa like, vote, favorite.


__ADS_2