SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR
PEREMPUAN BARU


__ADS_3

Scarlet mohon diri untuk krmbali pulang, kakinya melangkah lebar. Dia sudah memesan Ojol, sebelum dia naik Ojol, Tuan Alex mengejarnya.


"Scarlet, apa yang kamu lihat?" tanyanya dengan tatapan tajam, Tua Alex pasti takut kepada istrinya.


"Aku tidak melihat apapun, tidak usah Tuan khawatir." jawab Scarlet acuh. Dia tidak peduli perbuatan mertuanya, mungkin kalau sifat nyonya Yuli baik Scarlet merasa iba. Dia malah mengharap Tuan Alex melanjutkan skandalnya. Rasanya jahat sekali menginginkan hal seperti itu, tapi apa boleh buat, dia sangat kesal kepada nyonya Yuli.


"Kamu marah pada papa?" oh..dia merubah taktik bicaranya. Dulu dia marah sekali ketika David membawa Scarlet ke rumah mewahnya. Tapi sekarang dia seperti belut kena garam, gelisah, kepanasan..


"Aku tidak berhak marah kepada Tuan, atau siapapun. Aku tahu diri dan menyadari asalku."


"Pulanglah, semoga kamu mengerti bagaimana tertekannya jika berada di samping istriku."


"Aku mengerti dan maklum, mungkin aku juga akan seperti Tuan, jika merasa tertekan menjadi istri David." sahut Scarlet berlalu.


Sampai di rumah Scarlet disambut oleh kedua perempuan beda usia itu dengan nyinyiran yang menyakitkan.


"Dari mana?" Lala berkacak pinggang saat menghadang jalannya.


"Sudahlah Lala aku capek." sahut Scarlet tidak fokus.


Dia memang merasa lelah, mungkin shock menemui kenyataan bahwa apa yang dilihat tidak sesuai dengan kenyataan. Scarlet tidak menyangka seorang Xander yang paling di takuti dan di segani di keluarga terhormat itu mempunyai skandal.


"Kamu cari ceperan ya, suami bekerja istri di rumah kelayapan. Apa kamu cari mati, kamu pikir keluarga ini akan menampung manusia busuk sepertimu, dasar hina." teriak Lala mau menampar Scarlet.


"Lala!! sifatmu tidak pernah berubah, kasar, tidak punya sopan santun. lagi sekali kamu berbuat kasar kepada Scarlet, aku tidak akan segan-segan mengusirmu ke jalanan." Tuan Alex yang baru datang langsung marah kepada Lala.


"Alex!! ada apa ini, kenapa kamu berbalik memarahi Lala." nyonya Yuli kaget melihat perubahan ini.


"Aku membela yang benar, kalau kamu tidak senang, pergi dari rumah ini. Aku ingin kehidupan yang tenang seperti keluarga lain." kata Tuan Alex tegas, Lala diam saja.


"Apakah kau punya rasa kepada anak yatim piatu ini?" sindir nyonya Yuli tidak senang, dia heran kenapa suaminya tiba-tiba membela Scarlet, apa yang dilihat dari Scarlet?

__ADS_1


"Aku punya rasa kasihan, dia sudah banyak mengalah. Dia menantu kita, jadi kalau kamu menghinanya sama dengan kamu menepuk air di dulang." kata Tuan Alex beranjak ke kamarnya dia tidak peduli dengan kedua wanita yang beda usia itu.


Nyonya Yuli yang penasaran akan tingkah suaminya mengikuti Tuan Alex pergi ke kamar. Dia ingin tahu ada hubungan apa suaminya dengan Scarlet.


Derrtt...derrtt...derrtt..


ponsel nyonya Yuli bergetar. Dia membuka ponselnya, pengirim dari privat nomer. Dia tidak jadi ke kamar dan memilih duduk di sofa.


"Nyonya Yuli, suamimu sedang berselingkuh." degg!!. dadanya bergetar. Terlihat suaminya dan Scarlet berdua di pinggir jalan di suatu tempat.


Dengan ke marahan yang meluap nyonya Yuli menendang pintu kamarnya dan melempar Vas bunga ke tubuh suaminya. Pertengkaran tidak bisa dihindari lagi.


Scarlet melanjutkan pekerjaan yang tadi tertunda. Hari ini tidak begitu banyak pesanan, jadi Scarlet lebih santai. Dia mulai memasak di dapur. Kejadian tadi di rumah Cyndi masih memenuhi pikirannya, dia tidak menyangka kalau Tuan Alex yang terhormat itu bisa berselingkuh.


Baru saja dia menyalakan kompor terdengar ribut-ribut dari kamar utama. Itu kamar tidur mertuanya. Dadanya berdebar mendengar suara barang pecah.


Scarlet berlari ke dalam, dia khawatir terjadi sesuatu. Harusnya dia diam, tidak ikut campur tapi nalurinya terpanggil. Tiba-tiba pintu terbuka Tuan Alex melempar koper keluar. Tangannya terkepal, menyiratkan amarah yang memuncak hingga ke ubun-ubun. Sedetik kemudian, ia menatap nyalang ke arah istrinya.


"Pergi kamu dari sini, pergi!!" bentak Tuan Alex geram.


"Penjelasan apalagi, hah? Bukankah sudah kubilang bahwa aku tak memiliki hubungan dengannya." Suara bariton itu terdengar menggelegar. lelaki jangkung itu membentak nyonya Yuli.


"Aku tidak percaya, apa artinya ini? kamu berada di pinggir jalan bersama perempuan murahan ini." pekik nyonya Yuli memperlihatkan foto scarlet dan suaminya.


Scarlet yang berada disitu bingung, cepat sekali orang menyebarkan gosip. Siapa yang melakukan. pikir Scarlet. Dia tahu mertuanya adalah seorang public figure yang selalu menjadi sasaran empuk para pencari berita. Maklumlah keluarga Xander adalah kumpulan pembisnis sukses.


"Tanya kepada Scarlet, apa aku ada hubungan dengannya?" telunjuk Tuan Alex menuding Scarlet.


Nyonya Yuli mendekati Scarlet yang gemetar, dia tidak menyangka dirinya menjadi topik pertengkaran.


Plaakkk....plaakkk...

__ADS_1


Tangan nyonya Yuli melayang, tanpa terkendali. Cepat sekali orang-orang disini main tangan.


"Yulii...." tangan Tuan Alex menampar wajah nyonya Yuli. Scarlet mundur memegang pipinya yang memerah dan benar-benar dirinya tersiksa.


"Pergi kamu sekarang, mulai hari ini aku menceraikanmu!!" teriak Tuan Alex marah.


"Alex!!"


"Aku tidak ingin melihat dirimu berada di rumah ini saat ini juga, ambil semua barangmu. Aku memberikan rumah yang atas namamu, jangan menuntut lebih."


"Om Alex, kasihani mama...." suara Lala terdengar di antara isak tangisnya. Dia tidak tega melihat nyonya Yuli di perlakukan begitu.


"Kau..kau juga keluar dari rumah ini. Aku tahu sepak terjangmu di luar. Disini bukan penampungan orang- orang busuk seperti kalian."


"Tapi...tapi...."


"Kau boleh membodohi orang lain, tapi aku tidak bisa kau bodohi. David tidak mungkin menerimamu, karena dia tidak pernah mencintaimu. Maka bawa barangmu semua dan pergi dari sini."


"Aku sedang hamil...hiks..hiks.."


"Cari ayah bayimu, jangan minta tanggung jawab sama David, karena bukan dia ayah bayimu." kata Tuan Alex menohok.


Scarlet sudah tidak tahan melihat kejadian ini, dia berlari ke kamar. Tapi langkahnya terhenti ketika melihat nona Cyndi datang. Nona Cyndi tersenyum manis dan begitu saja nyelonong masuk.


"Nona Cyndi..." tegur Scarlet supaya nona Cyndi berhenti.


"Biarkan dia masuk karena dia akan menjadi istriku." kata Tuan Alex tegas.


Dunia terasa runtuh, Scarlet berdiri tidak mengerti. Begitu gampangnya Tuan Alex berkata begitu. Nyonya Yuli meradang, dia mau memukul nona Cyndi tapi Tuan Alex lebih cepat memukul istrinya.


Tidak berapa lama munculah dua orang pengawal Tuan Alex menyeret nyonya Yuli keluar dan Lala. Nyonya Yuli berteriak marah dan memaki Tuan Alex, begitupun Lala.

__ADS_1


Scarlet bersandar di tembok, tidak mengerti harus bagaimana. Dia tidak setuju dengan tingkah nona Cindy yang merebut suami orang. Lagipula umur nona Cindy dan Tuan Alex beda jauh. Seperti ayah dan anak.


****


__ADS_2