
Dari tadi Ibu Panti merasa gelisah, pandangannya tidak lepas dari Scarlet dan Indah, semua itu tidak lepas dari pengamatan nyonya Winda. Dia punya perasaan bahwa Bunga itu Scarlet, karena sangat mirip dengan Indah. Tapi bu Panti dengan tegas mengatakan bahwa Bunga itu adalah gadis yang berada dengan nyonya Winda sekarang.
"Bu, saya mau tes DNA, bukannya saya tidak percaya sama Ibu tapi, Scarlet sangat mirip dengan anak saya Indah." bisik nyonya Winda.
"Yaelah, ternyata selama ini nyonya tetap meragukan keputusan saya. Jangan membuat saya kecewa, selama ini saya iklas mengajak putri nyonya, tapi begini balasan nyonya."
"Maaf bu...tidak ada maksud saya untuk tidak percaya, kalau keinginan saya untuk tes DNA membuat ibu kecewa, saya tidak akan melakukan hal itu. Trimakasih Ibu telah banyak membantu kami." kata nyonya Winda mengalah, dia kadi tidak enak hati. Ibu Panti hanya mengangguk tidak ramah.
Setelah berbasa basi, akhirnya Scarlet pamit pulang. Dia sangat bahagia hari ini karena keinginannya telah tercapai. Sampai di rumah suasana sepi, Scarlet langsung ke kamar istirahat.
Pukul. 18.00 Dia sudah menyiapkan makan malam untuk David. Biasanya David pulang sudah sejam yang lalu, tapi kenapa suaminya belum pulang.
Dia mencoba mengontak suaminya, tapi ponsel suaminya masih dalam panggilan lain. Scarlet hanya mengirim pesan saja.
"Yank, kamu ada dimana,?" tulisnya. Belum dibaca oleh David. Scarlet berusaha sabar dan mulai menyetel lagu-lagu kesukaannya. Hidup tanpa lagu, ibarat pohon tanpa air, kering.
Scarlet sudah mengantuk, David baru pulang. Sekitar pukul 21.15. Scarlet melihat dari balkon David turun dari mobil, tidak lama kemudian mobil Cyndi masuk. Ada perasaan tidak enak menyeruak di dadanya. Seketika dadanya berdebar panas.
"Sayank??" suara David terdengar keras dan terburu-buru. Scarlet mengelus perutnya. Dia merasa sesuatu akan terjadi, cepat atau lambat. Aku mau bertanya kepada kalian, bagaimana caranya supaya suami tidak tergoda oleh pelakor???
"Sayank, kenapa kamu disini, kenapa kamu tidak menjawab panggilanku?" tanya David merasa bersalah.
"Aku menunggu kamu membalas chat aku." kata Scarlet datar.
"Aku tahu kamu marah, maaf banyak kerjaan, jadi telat pulang."
"Tidak apa-apa, aku hanya kasihan padamu, hari ini kamu bingung mencari alasan. David, belajarlah bicara jujur, aku biasa menderita dari kecil. Aku anak yatim piatu. Jika kamu ingin berselingkuh, silahkan. Aku tidak akan melarangmu."
"Scarlet..kenapa berkata begitu?"
__ADS_1
"Aku seorang Sarjana, bila suami melakukan penyelewengan dia akan bingung mencari alasan untuk menutupi kesalahannya itu."
"Kamu menuduhku?"
"Tidak, aku tidak ada bukti. Yang menuduhmu adalah hati kecilmu, sudah sampai dimana gelombang pendekatanmu dengan pelakor saat ini. Aku cuma mengingatkan. Aku paling benci sama suami selingkuh. Kalau aku tahu detik itu juga aku akan pergi, kita cerai. Tidak kurang laki-laki yang tajir. Sebenarnya aku lebih senang lelaki biasa tapi setia."
"Aku bingung denganmu, aku terlambat sedikit kamu sudah curiga."
"David, menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan, apalagi yang ditunggu haha hihi di restoran makan enak lupa dengan istri." Scarlet bangkit dan menuju kamar, David mengekor dari belakang.
David membuka pakaiannya mau mandi, Scarlet cepat-cepat menelpon bibi,
"Halo bibi Iyem...malam ini Tuan dan Aku sudah makan jadi makanan di meja tolong habisin. Bagi-bagi ya bi. Untuk sarapan besok pagi pasti si pelakor yang nyiapin untuk mangsa barunya, jadi bibi tidak usah repot- repot bikin sarapan besok."
"Yaya nyonya, trimakasih..."
"Scarlet apa maksudmu. Kamu ngajakin berantem ya. Kenapa kamu bicara begitu dengan pembantu?" kata David emosi.
"Berarti kamu belum makan, kalau aku telat datang kamu duluan makan, kasihan anak kita."
"Ini bukan anakmu, jangan ngaku- ngaku dech, lebih baik kamu kasihan kepada dirimu sendiri yang mulai melirik muka oplas dan goyangan maut."
"Aku bingung denganmu yank, kamu nuduhnya keterlaluan."
"Aku tidak nuduh, aku melihat di IG ada kamu dengan pelakor duduk di Restoran." kata Scarlet asal, dia terus memancing David, biasanya laki-laki kurang jeli dengan kebohongannya.
"Tidak mungkin...mana IG nya?" tanyanya ragu-ragu.
"Makanya kalau mau ngajak pelakor langsung tembak ke hotel, aku tadi sudah bikin konsep gugatan cerai. Kamu ke hotel kita cerai."
__ADS_1
"Yank, aku minta maaf, sebenarnya tadi siang papa datang, dia ingin supaya Cyndi menjadi sekretarisku, akhirnya terpaksa aku terima. Setelah itu dia mengajak aku makan di Restoran, cuma itu. Dia Ibu tiriku, jadi jangan berpikiran aneh."
Scarlet berusaha tenang, walaupun saat ini dia merasa ingin menendang pelakor itu dan berteriak marah.
"Itulah permulaannya David, aku tahu dia mengincarmu karena kamu masih muda dan kaya. Dia tidak mungkin puas dengan papamu yang sudah tua. kalau dia mencari diluar dia takut ketahuan. Hanya satu keinginannya menjadi istrimu dan kaya raya. Jika itu terjadi berarti kamu manusia yang paling goblok se dunia, bisa di tipu oleh Ibu tirimu. Papamu pasti mati mendadak gara- gara perselingkuhanmu dengan Ibu tirimu."
"Aku masih waras yank."
"Saat ini kamu waras karena berada di sampingmu, besok kamu tidak akan waras kalau dia meloloskan pakaiannya di depanmu."
"Amit-amit, jangan sampai."
"David, akupun tidak kuasa melarang kalau kamu sudah mabuk pelakor, hanya satu yang bisa menahanmu dari godaan itu yaitu ibadah, tebalkan iman mu. Imanmu menyelamatkan dirimu dan keluarga kecil kita."
David terdiam, mungkin dia masih bingung karena situasi ini. Cyndi pasti habis-habisan menggodanya. Bagi Scarlet cukup ceramahnya sampai disini dulu, nanti David malah stres.
"Mandilah, aku tidur duluan. Silahkan mengkhayali pelakor di kamar mandi bila perlu bermain solo, sambil membayangi si pelakor." David tidak merespon omongan Scarlet, dia menuju kamar mandi.
Scarlet turun dari mau ke dapur membuat susu, dia memergoki Cyndi di tangga.
"Ngapain kamu disini, nguping? kamu pikir aku bertengkar dengan David?" kata Scarlet sinis.
Dia kaget melihat Scarlet berani dan tidak sopan.
"Apa maksudmu?"
"Aku hanya mengingatkanmu, jangan mengambil suamiku, suamiku tadi ketakutan kamu godain. Dia mau menerimamu sebagai sekretarisnya karena kamu IBU TIRINYA, karena usulan papanya, ingat itu. Sampai kamu menggoda suamiku aku akan aduin ke papa supaya kamu nyeker keluar dari sini." Cyndi terdiam sejenak, mungkin dia berpikir kenapa David mengadu?
"Lihat saja nanti, siapa yang tergoda dan siapa yang menggoda. Sebentar lagi kamu akan melahirkan, lelaki tidak tahan menunggu satu bulan tujuh hari saat istri melahirkan. Tidak mungkin dia puasa selama itu, dia pasti butuh sasaran tembak yang baru."
__ADS_1
"Aku akan mencarikannya perawan ting-ting, bukan barang jamuran sepertimu." sahut Scarlet sangat kesal, dia ingin menembak pelakor ini tepat di jidatnya, supaya otaknya berhamburan.
****