SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR
KEMBALI TERJERUMUS


__ADS_3

Mendengar keluhan Scarlet, David hanya diam. Dia membiarkan Scarlet menuduhnya egois, tidak tahu diri dan semacamnya. Biarkanlah, dia tidak ingin kehilangan Scarlet saat ini. Seandainya Scarlet tahu bahwa dirinya seorang Aktor, pengusaha pasti Scarlet akan rendah diri dan pergi darinya.


"Kamu tahu sayank, kalau aku mabuk ingatanku akan jelas. Kenapa aku tidak mau mengatakan siapa yang menolongmu, karena aku lupa. Tapi kalau di dorong segelas minuman mungkin aku akan ingat.."


"Jangan menipuku, seandainya itu benar, silahkan minum sendiri. Aku akan menunggumu, kemudian katakan siapa suami palsuku itu."


"Makanya aku minta supaya kamu menemani aku minum, segelas Wine tidak akan membuatmu mabuk." kata David seakan bisa membaca pikiran Scarlet.


Dengan paksaan dari David, akhirnya Scarlet menerima segelas Wine dari David dan menyesapnya sedikit demi sedikit. Awalnya memang hanya satu gelas, tapi selanjutnya Scarlet sudah tidak berdaya.


"Sangat bermanfaat untuk kesehatan dan masa depan." celoteh Scsrlet sudah setengah mabuk. Dia berdiri, memiringkan botol dan mengintip ke dalam. Scarlet tersenyum miring, dia membuat David memeluknya.


"Aku bisa membukanya lagi kalau kamu masih mau minum." kata David mengajak Scarlet duduk di sofa.


"Tidak, sudah cukup." sahut Scarlet tersenyum


"Sayank...." panggil David dengan suara serak-serak basah, dia sudah menahan gairahnya dari tadi saat baru saja tiba di sini. Kini melihat wajah Scarlet yang memerah, dengan rambut acak- acakan membuat gairah David semakin melonjak.


Entah kenapa dia sangat bergairah bersama Scarlet, dia ingin tahu apa ini nafsu atau cinta.


Scarlet mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah David. Tatapannya sayu karena setengah mabuk.


"Hhmm... ada apa?" bisik Scarlet di telinga David. Hembusan nafasnya semakin membuat David gila akan gairahnya sendiri. dia belum pernah segila ini dalam menginginkan seorang wanita.


Dia menatap mata Scarlet dalam, ada debaran halus yang muncul di dadanya. Dia terpesona, David lalu mengangkat dan memindahkan ke pangkuannya, dia mengusap lembut mata sayu itu, berpindah ke hidung, turun lagi, hingga ke bibir ranum Scarlet.


David mendaratkan satu kecupan singkat di sana.


"Kamu harus jadi milikku sayank, hanya milikku. Aku tidak tahu apa ini namanya cinta sejati, karena di setiap nafasku terukir namamu. bisik David.


"David...." panggil Scarlet mesra, dia memandang David sayu, badannya terasa lemah.


"Apa sayank, apakah kamu juga cinta padaku. Selama ini kamu seolah menutup hatimu. Kamu tahu kadang aku menyesal atas tindakanku yang membuat kamu prustasi."

__ADS_1


Dia mengelus rambut Scarlet dengan rasa sayang dan sesekali mengecup kening gadis itu. David berdiri lalu menggendong Scarlet dengan mesra kemudian membawa ke kamarnya. Dia menutup pintu dan menguncinya.


Malam ini dia ingin tidur dengan gadis itu, merajut mimpi, walaupun sebenarnya David menginginkan lebih dari tidur. Tapi melihat Scarlet yang tertidur pulas sepertinya dia harus menahannya hingga besok pagi. Ini pertama kalinya David membagi ranjang dengan seorang wanita. Betapa istimewanya Scarlet di mata David.


David lalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Pikirannya melayang kepada Scarlet, dia ingin Scarlet mengandung anaknya sebelum dia mengambil keputusan lebih lanjut.


Selama dengan wanita lain David tidak pernah mendengar dari mulut mereka pernah hamil. Itu yang membuat David ragu, apa dia yang mandul atau para wanita itu.


Selesai membersihkan diri David bergabung ke balik selimut bersama Scarlet. Dia memeluk gadis itu dari belakang. Perasaan David menjadi melankolis, dia sangat menyayangi Scarlet. David memberi kecupan di kening Scarlet sekali lagi sebelum dia tertidur.


Scarlet membuka matanya perlahan, kepalanya terasa sedikit pusing. Dia bingung dan mengerutkan keningnya berusaha menggali ingatannya. Tapi dia tetap tidak mengenal ruangan ini.


Dia tersentak saat merasakan ada yang meraba perutnya. Reflek dia menoleh kesamping dan mendapati David sedang tersenyum.


"Pagi sayank, tidurmu sangat pulas, aku sengaja membiarkan dirimu beristihat total sebelum bekerja rodi." kata David menopang kepalanya dengan satu tangan. Dia gemas melihat wajah Scarlet yang polos. David menarik tengkuk Scarlet dan mencium bibirnya dengan dalam.


"Morning kiss," bisik David, lalu mengusap bekas ciumannya di bibir Scarlet.


"Kamu tidak ingat?" David mengurai kerutan di kening Scarlet saat wanita masih bingung.


"Aku tidak ingat apapun, berarti aku mabuk semalam."


"Ya, dan kita...."


"Stop David, aku malu mendengarnya aku rasa ini rekayasamu yang ingin menjebakku dan ingin membuat aku menderita seumur hidup."


"Sayank.." kata David melingkarkan tangannya, memeluk Scarlet. Dia merapatkan tubuhnya dan mencium bau tubuh Scarlet yang alami.


"Aku tidak suka kamu kelewat batas, kita hanya teman..."


"Hemm...teman tidur." sambung David meraih tubuh Scarlet. Dia tidak memberi jeda kepada Scarlet yang mencoba menepis tangan David.


David mencium Scarlet penuh nafsu, dia sudah menahannya dari semalam bahkan dia tidak bisa tidur nyenyak ketika menunggu pagi. Pengaruh gadis itu sangat besar menerjang jiwanya. Bahkan dengan tidur berdua tanpa melakukan apapun Scarlet bisa membangkitkan gairah David.

__ADS_1


"David..." panggil Scarlet menghindar dari serangan David yang bertubi- tubi dan memabukkan.


"Apa sayank? pasrahlah, semua ini sudah terjadi dan kamu adalah milikku, hanya milikku."


"Hentikan aku ingin bekerja." David tersenyum mendengar ******* Scarlet yang berirama.


"Aku sudah menahannya dari tadi malam, kamu ingin aku berhenti? tidak ada penolakan sayank." bisik David melanjutkan aksinya.


"Hentikan please..."


"Maaf...aku tidak bisa berhenti di tengah jalan. Tenanglah." sahut David parau. Dia tidak memberi jeda, David terus melanjutkan aksinya. Hanya orang bodoh saja yang mau berhenti.


"Kamu sangat indah sayank, biarkan aku membahagiakanmu." bisiknya tepat di depan telinga Scarlet.


David menggulingkan badannya ke samping dengan nafas memburu, setelah gelombang kenikmatan yang entah keberapa kali dia dapatkan. Ada rasa syukur melihat Scarlet mau menerima perlakuannya. Semoga hubungan ini berhasil menjadikannya seorang ayah.


Scarlet pasrah ketika David tanpa basa basi menggendongnya menuju kamar mandi. David menurunkannya di bawah shower dan menyetel air shower menjadi hangat. Mereka lalu membersihkan diri. Tubuh Scarlet yang dibasahi air shower membuat sensasi romantis. David kembali memeluk Scarlet, gairahnya kembali bangkit, untuk selanjutnya Scarlet hanya pasrah dibawah kendali David.


"Trimakasih sayank." bisik David. Dia sangat terenyuh ketika Scsrlet tidak protes sama sekali. Ingin sekali dia memiliki wanita ini seutuhnya.


"David, aku pasti akan di permalukan oleh si Udin. Dia akan meremehkan dan menyebar gosip."


"Jangan terlalu merespon jika dia mengejekmu. Kalau kamu diamkan dan menghindar darinya, pasti dia akan tahu diri dan menjauh darimu."


"Tapi aku malu, karena kita tidak menikah tapi melakukan zinah. Aku takut berdosa."


David terdiam, tumben ada wanita mengingatkannya akan dosa, pacar- pacarnya, biasany menuntut isi rekening, transfer Saham atau pergi ke mall membeli barang branded.


Scarlet sangat sederhana, tidak pernah menuntut. Hari ini malah dia pasrah, walaupun David sempat melihat air bening keluar dari mata Scarlet.


"Aku tidak mau kamu terlambat, kita tidak mungkin duduk sarapan. Aku akan membeli makanan cepat saji untukmu." kata David berbelok ke Drive thru dan memesan sepaket makanan.


*****

__ADS_1


__ADS_2