
Scarlet menghapus air matanya, dia teringat dengan David. Dimanakah dirimu sayank? aku sangat merindu. Atau hanya aku sendiri yang selalu merindukanmu, sedangkan kamu tidak pernah rindu padaku. bisik Scarlet sedih. Hatinya seperti ditusuk sembilu, sangat sakit.
Scarlet mengambil ponselnya, ada beberapa panggilan dari Manda, tapi dia malas menjawab. Badannya kini terasa sedikit lelah gara-gara menari pole dance. Dia tidak menyangka nasibnya setragis ini, tidak pernah terbayang dalam benaknya kalau hidupnya akan terdampar di sebuah Club malam.
Pintu terdorong dari luar, wajah Manda nongol dari balik pintu. Dia tersenyum melihat Scarlet duduk di pinggir tempat tidur.
"Kamu tidak menjawab panggilanku, aku ingin tahu keadaanmu." kata Manda sambil menaruh paket makanan yang tadi dia beli di luar. Dia sengaja membelikan Scarlet ponsel, tapi ponsel ini hanya berisi namanya saja dan hanya bisa menerima panggilan saja, karena tidak isi pulsa, apalagi kouta.
"Kita selalu ketemu, dan kamu sudah tahu aku akan bangun siang dengan badan remuk, jadi buat apa tanya lagi." ketus Scarlet. Manda mengelus dada, wanita ini sangat jutek. pikirnya.
"Namanya kangen." lirih Manda. Kini umurnya sudah empat puluh delapan tahun, tubuhnya masih kencang dan wajahnya kelihatan lebih muda dari umurnya. Mungkin karena dia belum pernah punya anak, tapi kenapa Scarlet tidak tertarik padanya.
"Kamu tidak pernah rindu padaku?" tanya Manda duduk di kursi plastik yang satu-satunya ada di kamar itu.
"Please dech Manda, aku malah benci padamu. Aku akan merindukan dirimu jika kamu manusiawi sedikit. Sudah jelas aku istri orang, bukannya kamu bebasin aku, malah kamu eksploitasi tubuhku, kamu egois dan tidak punya rasa empaty."
"Aku tidak berdaya, Club ini bukan milikku, aku hanya seorang mucikari. Ada bos besar yang berkuasa."
"Ciihh... hidup tidak melulu tentang uang, umurmu sudah hampir setengah abad, apa kamu tidak takut akan karma?"
"Hahaha...buka matamu Scarlet, kamu berada di mana? disini sarang pendosa, ini bukan di tempat ibadah. Jadi tidak perlu kamu berkoar tentang Karma, dosa atau apalah itu. Hidup hanya sementara, nikmati semasih bisa, urusan dosa, karma, belakangan."
"Terserah padamu Manda, aku beda. Aku sangat yakin, jika kamu merusak hidupku, suatu hari nanti hidupmu akan di rusak orang. Apa yang kamu tanam itu yang kamu tuai."
"Terus masalah buatmu, makanlah!!. Tanpa aku, kamu disini jadi santapan berpuluh-puluh lelaki hidung belang yang haus akan tubuhmu. Jangan banyak bacot dah.." ketus Manda, dia kesal dengan tingkah Scarlet yang sok suci.
Scarlet terdiam, memang benar ucapan Manda, atas kebaikan Manda dia bebas dari sentuhan para lelaki hidung belang. Dirinya dilempar oleh Lala dan mamanya David kesini, ntah sampai kapan semua ini akan berlalu. Dia ingin bebas.
__ADS_1
"Ini short pant dan beberapa pakaian yang menunjang pole dance. Kamu bisa pilih dari latex atau swimsuit."
"Yang mana saja, yang penting tidak terlalu terbuka dan nyaman. Aku merasa bersalah sama suamiku, berapa pasang mata melotot menyusuri tubuhku. Aku yakin jika suamiku menemukanku, dia pasti langsung talak tiga."
"Berbanggalah kamu, punya tubuh indah dan menggairahkan, aku saja terkadang iri dibuatnya."
"Aku tidak bangga, lebih baik jelek, yang penting dekat suami." sahut Scarlet sinis, dia baru merasa betapa pentingnya David. Dulu dia sering marah kepada David, ngambek malah pernah lari darinya. Sekarang baru dia mengerti, begitu berartinya David baginya.
****
Lala memacu mobilnya dengan riang. Hari ini dia mau mendekati Andrian, dia tahu laki-laki itu adalah sepupu David. Dan yang terpenting dia adalah bos nya Scarlet. Menurut bisik-bisik yang beredar di keluarga Xander, Andrian yang terkenal dingin dan acuh terpesona dengan Scarlet.
Itu tidak boleh terjadi, Andrian harus menjadi miliknya juga atau bahasa kerennya adalah selingkuhannya. Dalam hal ini dia tidak bersalah, dia haus belaian David, tapi David selalu dingin padanya dan terang-terangan menjauhinya. Jalan satu-satunya adalah menghancurkan Scarlet.
Sampai di rumah Andrian, Lala disambut oleh dua pengawal yang bertampang sangar.
"Mau cari siapa nona?" sapanya kurang bersahabat.
"Tunggu disini nona." kata pengawal itu lalu masuk kedalam.
Wahh..ternyata rumah Andrian tidak kalah dengan rumah David. Mewah dan interiornya sangat anggun. Lala terus berlajan mengagumi seluruh ruangan, tidak lupa dia meneliti satu persatu barang-barang antik yang berada di ruang tamu, ruang keluarga sampai dapurpun dia jelajahi.
"Ada perlu apa kamu kesini?" suara Andrian menyadarkan Lala. Dia berbalik, Andrian menatapnya tajam. Pria itu berdiri di depannya. Ganteng dan tinggi, badannya kokoh, wajahnya dingin tanpa ekspresi.
"Halo Andrian, aku tumben kesini dan sangat mengagumi rumahmu yang sangat mewah dan bagus."
"Aku sibuk, jelaskan untuk apa kamu kesini?" ulang Andrian merasa muak melihat tingkah Lala yang pecicilan.
__ADS_1
"Aku mencarimu ingin memberi khabar bahwa pelayan murahanmu menghilang. Dia lari dari David supaya bisa hidup bebas. David sibuk mencarinya."
Dada Andrian bergemuruh, dia tidak tahu apakah dia senang atau sedih. Berita ini sangat mengejutkan dirinya dia ingin bertemu dengan Scarlet.
"Dimana Scarlet?" tanyanya cepat.
"Apakah kamu tidak mempersilahkan aku duduk?" Lala tersenyum genit. Andrian lalu menyuruh Lala duduk.
"Aku ingin tahu tentang Scarlet."
"Rupanya kamu mencintainya seperti tidak ada wanita lain saja. David denganmu setali tiga uang, aku juga wanita yang lebih dari Scarlet. Aku jamin kamu akan puas denganku..." suara Lala sengaja dibuat manja, matanya dikedipkan sebelah, Andrian tambah illfeel dibuatnya. Dia tidak menyangka istri David murahan begini, beda sekali dengan Scarlet.
"Kamu salah Lala, Scarlet adalah asistenku dan dia karyawanku yang kedudukannya sangat penting di kantor. Aku perlu bertemu, karena banyak berkas yang dia simpan." tungkas David, dia sengaja bohong. Padahal dia sangat merindukan gadis itu.
"Aku mau memberitahumu asal kamu memberi imbalan." kata Lala berdiri, dia lalu menyentuh tangan Andrian.
"Apa maksudmu, jaga sikapmu. Kamu adalah istri siri David, aku tidak mau membuat sepupuku benci padaku." Andrian menepis tangan Lala.
"Aku butuh one night stand, supaya aku bisa hamil. Rupanya David tidak bisa membuat aku hamil, padahal kami melakukan tanpa jeda. Mama mertuaku selalu menuntut supaya cepat dibikinin cucu, itulah tujuan utamaku kesini." Lala berbohong, baginya bohong itu tidak dosa, karena demi kebaikan.
"Pulanglah!!" usir Andrian. Tanpa disangka Lala memeluk Andrian dan mencoba menciumnya. Sekali sentak Lala jatuh tersungkur.
"Andrian tolong aku, kalau aku hamil David tidak akan menceraikanku." Andrian tidak menghiraukan Lala, dia langsung pergi menuju kamarnya.
"Andrian...hiks..hiks..."
"Nona, mari saya antar kedepan, Tuan tidak mungkin mau melayani nona. Beliau hanya bisa dengan wanita yang dia cintai." Sandor sudah berdiri di belakang Lala. Dia sudah melihat tingkah Lala wanita ini, yang memalukan.
__ADS_1
"Siapa kamu, apa kamu mengintip kami dari tadi." Lala lalu mendekati Sandor dan memeluknya dengat erat, tidak sampai disitu saja, dia dengan liarnya mendaratkan ciuman ke bibir Sandor. Tidak ada ranting akarpun berguna, pikir Lala.
*****