SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR
JIKA PELAKOR BERULAH


__ADS_3

Scarlet ke dapur cepat-cepat minum susu, perutnya lapar, karena tadi emosi dia suruh bibi menghabiskan masakannya, tahu gitu dia sisain sedikit. Ternyata emosi membuat otak tidak waras. Diatas meja sudah bersih, tidak ada apapun yang bisa di gigit. Dia kembali ke kamar, ini peringatan baginya, jangan pernah membiarkan emosi duluan masuk, lebih baik makan duluan masuk.


Sepertinya pekerjaan tambahan David adalah memeriksa SMS yang masuk, kalau pelanggan pria yang rada-rada merayu Scarlet langsung di blokir. David memang aneh. Setiap hari ada saja yang di blokir.


"Kamu mencari vidio di Instagram?


Aku sudah hapus vidio kamu makan berdua dengan pelakor itu." ketus Scarlet.


"Sayank, kamu kemana?" tanya David mendongak, dia ketahuan membaca chat Scarlet.


"Aku mencekik pelakor!!" kata Scarlet mengambil ponselnya.


"Yank, apa omonganmu benar, kamu tidak berantem sama Cyndi?"


"Tadi aku tinju mulutnya sampai bonyok." Scarlet ngibul.


"Itu bohong khan?"


"Kamu pasti tidak enak hati, sana, peluk dia dibawah, supaya aku bisa vidioin dan aku masukin sosmed." semprot Scarlet lagi.


"Repot bicara dengan orang yang lagi marah." gerutu David duduk di pinggir tempat tidur.


"Kemarin-kemarin posisimu masih aman, kamu alergi menyebut nama pelakor itu, sekarang sebutanmu manis kepadanya. Sungguh ajaib!!. Cerita sedih apa yang membuatmu tiba-tiba luluh kepadanya?"


David tidak menjawab dia berdiri memeluk Scarlet dengan mesra. Ada sesal di wajahnya.


"Tidurlah sayank...." bisik David lalu mengunci pintu dan mengganti lampu kamar dengan lampu tidur. Scarlet naik ketempat tidur dan memunggungi David.


Pelan tapi pasti David mulai merayu Scarlet, mengelus perut istrinya dengan sentuhan mesra. Scarlet menepis tangan David, biasa jual mahal, David tidak mau mengalah, dia terus bergerilya. David tidak ingin istrinya curiga padanya, karena tidak ada pikiran untuk selingkuh. Tadi Cyndy merengek mengajak makan padahal dia sudah menolak, Cyndi memaksanya terus.


Malam ini tidak boleh dilewati begitu saja, dia telah membuat Scarlet makan hati. Selama ini cintanya terlalu besar kepada Scarlet, sampai dia tidak mau menyentuh wanita lain waktu Scarlet melarikan diri. Tidak mungkin dia menduakan Scarlet.... itu tidak mungkin, apa lagi dengan Ibu tirinya.

__ADS_1


"Yank...aku mencintaimu, maafkan aku, jika itu membuat kamu seperti es batu, aku rela dihukum. Biasanya kamu agresif, malam ini pasif." bisik David di kuping Scarlet, membuat dia gelinjang geli, masalahnya nafas David menyentuh lehernya.


"Aku akan menghitung suara tokek, kamu balik kehadapanku atau tidur."


"Aku balik, karena aku mencintaimu, tapi aku tidak mentolerir perbuatan kamu tadi. Masalahnya Cyndi tadi menghinaku dan dia mengancam akan merebutmu dari sisiku."


"Jangan di dengar, dia perempuan gila." kata David mendaratkan ciuman manis ke Scarlet. Mereka tidak menunggu aba-aba lagi, David mulai mengelus istrinya sambil terus merayu indah. Mereka bermesraan,


berpacu dalam melodi cinta,mencari puncak kenikmatan, setelah itu semuanya hening, David tertidur.


Scarlet turun dari ranjang, dia reflek melihat ke nop pintu di putar. Dengan pelan Scarlet mendekat, berdehem.. kamudian terdengar tapak kaki menjauh, dia tahu itu pelakor. Besok di depan pintu dia mau memasang CCTV dan lampu sorot seribu watt. Dasar perempuan tidak tahu malu, apa maksudnya memutar knop pintu, apa dia ada janji bertemu David. bathin Scarlet kesal.


Scarlet mengambil kunci pintu, dia memilih gantungan yang berbunyi keras bila di sentuh. Tapi lebih amannya dia mencabut kunci pintu dan menyembunyikannya.


Pagi ini Scarlet kesiangan bangun, dia buru-buru mandi, berdandan tipis, lalu membangunkan David.


"Jam berapa sayank?" kata David turun dari ranjang.


David menuju kamar mandi, Scarlet buru-buru membersihkan tempat tidur. Dia melihat ponsel David menyala, ada chat masuk, Scarlet membuka ponsel David, membaca chat dari Cyndi,


"Sarapan sudah ready boy...."


"Nanti aku nebeng ke Kantor....."


Dada Scarlet ingin meledak, boy-boy dasar pelakor, perempuan daur ulang bisa-bisanya dia chat suami orang. Dengan cepat Scarlet menghapus kontak Cyndi supaya lenyap dari Whatsapp. Scarlet menaruh ponsel David di Nakas, dia mengambil pakaian kerja David dan menatanya di atas tempat tidur.


"Yank...pagi-pagi sudah cantik, kamu malah memakai celana hamil yang ketat begitu, itu membentuk tubuhmu. Terlalu kelihatan sexy tahu, jangan di umbarlah, nagih." mata David melotot melihat lekuk tubuh Scarlet yang memakai pakaian Sexy khusus untuk wanita hamil.


"Masalahnya ada CEO mau datang, dia telpon aku mau beli kue, katanya ingin menjadi pelanggan tetap."


"Siapa namanya?" tanya David dengan wajah kecut. Dia kurang senang kalau ada yang mendekati Scarlet, apalagi orangnya ganteng.

__ADS_1


"Bapak Wiraguna Adiyaksa."


"Hemm.. orang yang aku kenal, kamu harus pilih-pilih pelanggan, cari ibu-ibu, jangan pilih laki-laki. Aku juga tidak mau lihat kamu pakai baju itu, ganti!"


"Oke.. aku ganti baju, aku akan selalu menurut apa yang kamu tidak suka, tapi karena Pak Wira sudah mau datang aku tidak bisa menolaknya." kata Scarlet membantu suaminya memakai baju.


"Kita akan langsung ke pastry untuk sarapan. Aku tidak ingin kamu sarapan di dapur bersama pelakor itu, biarkan dia bersama papamu."


"Papa masih di luar negeri, lagi seminggu baru datang."


"Ohh..pantesan pelakor mencari mangsa baru. Aku sarankan supaya kamu jangan dekat-dekat dengan Cindy. Aku tidak main-main dengan ancamanku, orang seperti aku tidak takut mati, daripada di selingkuhi."


"Ya sayank..aku sangat mencintaimu tidak mungkin aku menodai cinta kita dengan seorang pelakor." kata David dengan tegas, dia terlihat sangat mencintai Scarlet.


Pukul. 08.00 David turun dengan Scarlet. Mereka berdua langsung ke pastry, Scarlet tidak peduli ketika Cyndi berada di Dapur, menyiapkan sarapan untuk David.


"Aku akan masak setiap hari disini, dan makan disini. Kalau papa datang menanyakan kenapa aku disini, aku akan terus terang mengatakan bahwa istrinya minta jatah darimu." kata Scarlet sambil melirik David.


"Kalau bisa jangan bikin ribut, biarkan dia mau apa kasihan papa sudah tua." sahut David.


"Zaman sekarang tidak perlu menutupi kebusukan pasangan, kalau dia salah, tebas, gak terima silahkan pakai jalur hukum. Dikit-dikit sungkan, masalah tidak clear-clear.


"Tokk..tokk....tokk.."


"Tuan Muda, nyonya Cyndi menunggu Tuan untuk sarapan." bi Iyem sudah nongol di pintu. Scarlet menatap David, raut wajah David berubah.


"Katakan kepada nyonya Cyndi aku sudah sarapan." jawab David tanpa menghiraukan tatapan mata Scarlet.


Ini sudah keterlaluan dan berani sekali perempuan itu memanggil David. Scarlet melanjutkan sarapannya, dia berusaha bersabar. Dia ingin tahu sampai dimana kesungguhan David untuk menolak pelakor itu.


"Aku mau berangkat kerja, kalau Pak Wira sudah disini tolong hubungi aku. Aku akan cepat pulang, kita akan makan malam berdua." kata David mengecup bibir Scarlet.

__ADS_1


*****


__ADS_2