
Cyndi menangis bahagia di pelukan lelaki yang sudah lama menjadi targetnya. Ini momen kemenangan baginya, David ternysta memilih menyelamatkan dirinya dibanding menolong Scarlet yang tersungkur. Hahaha....senangnya, kapan lagi bro!
"Kamu mau pulang apa diam disini?" tanya David. Saat ini David mengajak Cyndi ke rumahnya, dulu rumah ini pernah dia tempati dengan Scarlet, kemudian Lala.
"Sekarang ini aku tidak berani pulang pasti orang-orang Xander akan mencariku, aku takut." sahutmya. Dia ingat Indah dengan keras memukul pipinya, belum Ibu-ibu lain yang ikut memukulnya, kalau tidak ada David, dirinya pasti sudah bonyok.
Cyndi pura-pura sedih, sesekali dia mengusap wajahnya, ingin menangis tapi air matanya tidak kunjung keluar.
"Duduklah Cyn, ini rumahku. Untuk sementara waktu kamu bisa tinggal disini, sebelum keadaan tenang. Aku ingin pulang dulu melihat istriku, aku merasa bersalah kepada Scarlet, dia aku tinggali dalam keadaan jatuh. Semua ini akibat tindakanmu yang prontal. Kalau kau bukan Ibu tiriku aku tidak akan sudi menolongmu." gumam David dengan wajah lelah.
"David, apa yang aku lakukan karena ingin menolongmu, semua orang sudah tahu dia bekas cewek bordil yang dipakai oleh setiap laki-laki hidung belang. Dia begitu bangganya memperlihatkan pacarnya didepan semua orang. Kamu tahu, dia pasti sudah janjian dengan Wiraguna." kata Cyndi meracuni otaknya David.
David hanya termangu, dari raut wajahnya terpancar sinar kebingunan Dia memang sedang bingung saat ini, antara tetap disini atau pulang.
Cyndi duduk di sofa empuk, matanya mengedar melihat kemewahan rumah. Dia berharap suatu hari nanti rumah ini menjadi miliknya.
"Scarlet tidak begitu, aku menyesal pergi dari sana." lirih suara David.
"David tinggalah sehari disini, kita menenangkan diri dulu sebelum mengambil tindakan selanjutnya. Atau kamu mau minum? kalau mabuk kita lupa masalah."
Derrrttt...derrrttt...derrrtttt...
Ponsel David bergetar, dia membuka ponselnya. Indah menelponnya.
"Halo Indah, bagaimana ..... "
"Kau adalah setan yang berwajah manusia, teganya kau berbuat sehina itu. Kau lari menyelamatkan pelakor itu dari pada menyelamatkan istrimu. Aku membencimu, sampai Scarlet meninggal aku yang pertama kali mencekikmu." tut..tut..tut..tuutt... hubungan telpon di putus.
__ADS_1
David terduduk lemas dan tidak tahu harus berbuat apa. Cyndi mengambil ponsel David sambil mengelus lembut punggung David. Dengan diam-diam Cyndi mematikan data seluler ponsel David.
"David, tenang saja. Scarlet tidak mungkin mengalami hal yang perlu dikhawatirkan, dia lemah, makanya cepat pingsan. Itu sering terjadi pada Ibu hamil, karena tekanan darah yang tidak setabil." kata Cyndi berusaha menghibur David. Dia tidak rela David kembali kepada Cyndi.
David terdiam bersandar di sofa panjang, wajahnya kusut masai. Cyndi terus menghiburnya, sesekali Cyndi mengecup pipi David, dan mengelus tangan David. Tidak ada penolakan dari laki-laki itu.
Cyndi semakin berani ketika David membiarkan apa yang dia lakukan. Sekarang Cyndi pindah duduk di atas kedua paha David. Belahan dadanya menyembul menantang mata David. Tidak perlu menunggu lama lagi bibir Cyndi sudah mendarat di bibir David. Seperti di cocok hidung, David membalas ciuman Cyndi. Bergairah dan sangat pengalaman, tidak seperti scarlet pertama kali... tapi Scarlet adalah cintanya, istrinya yang sangat dia cintai. Mengingat Scarlet, gairah David langsung padam.
David menepis tangan Cyndi ketika tangan Cyndi mau berlabuh ke intinya, dia tidak ingin barangnya di sentuh oleh orang lain selain istrinya.
"Boy, aku menginginkannya." Cyndi merengek manja...
"Aku tidak ingin kau kelewat batas, aku cuma ingin melepas penat saja." kata David berdiri, dia menuju kamar. Cyndi ikut berdiri dan 7mengekor.
"Tidurlah di sebelah, itu bekas kamar Lala." kata David menunjuk kamar sebelah.
"Aku akan panggilkan Iwan, sekalian menyuruh membawa minuman, kita bisa mabuk sampai pagi."
"Genius boy, aku demen caramu... love yòu..." jempol Cyndi terangkat. Setidaknya dia bisa memikirkan rencana selanjutnya.
David menelpon Iwan teman baiknya sekaligus tangan kanannya. Dia akan menjaganya jika David mabuk berat. Iwan sangat mengerti tentang David. Bos nya punya trauma berat dengan peristiwa bersama Lala. Rencananya malam ini David ingin mabuk sampai pagi, supaya dia tidak ingat dengan masalah yang dia hadapi.
David masuk ke kamarnya, dia harus extra hati-hati dengan Cyndi, wanita itu bisa menjerumuskannya. Cyndi adalah ibu tirinya, dia hanya disuruh menjaga oleh papanya, tidak disuruh meniduri. Lagipula Cyndi terlalu pongah, tidak punya sopan santun. Tapi Scarlet juga sama, lebih rendah lagi, seorang wanita murahan di Barista. pikir David.
Aarrrgghhh....David menghembuskan nafas kasar, dia sangat bingung.
Selesai mandi David keluar dengan hanya memakai celana pendek, dia menuju ke ruang tamu menemui Cyndi, ternyata Iwan sudah ada disitu dengan sebotol Red Wine di atas meja.
__ADS_1
"Udah dari tadi Wan?" sapa David di sofa. Iwan memandang bos nya dengan tanda tanya besar.
"Hehe...ada apa bos, mana Scarlet?" mulut Iwan tidak bisa di rem untuk menanyakan Scarlet. Dia tadi kaget ketika masuk ke ruang tamu melihat wanita dengan pakaian seronok.
"Itu tugasmu sekarang, aku bersalah kepadanya, bla..bla...bla..." akhirnya David bercerita.
"David, kamu bilang kebusukan ustrimu juga, jangan aku yang kau salahkan menyenggol istrimu." protes Cyndi kurang senang.
"Aku bicara apa yang aku lihat, tadi aku menyelamatkanmu supaya kamu tidak menjadi obyek pemukulan."
"Terus bos meninggalkan Scarlet karena sudah terlanjur tersungkur." itu maksud bos? aku menyesal datang kesini. Kamu meninggalkan berlian demi beling di pinggir kali, tahu begini, aku yang mengambil Scarlet." ketus Iwan, dia berdiri dan mengambil kembali minumannya.
"Iwan...Wan...dengar dulu." teriak David, tapi Iwan sudah terlanjur kecewa dengan cerita David yang kekanak-kanakan dan selalu percaya hasutan orang lain.
"Aku akan memecatmu!!"
"Pecat aku, aku akan mencari Scarlet dan aku akan rebut dari tanganmu."
"Berani kau berulah, aku tembak kepalamu sampai hancur."
Iwan tidak menggubris, dia tetap keluar menuju mobilnya. Pengawal David juga tidak mencegahnya. Iwan memacu mobilnya ngebut ke Bar, dia harus tahu dimana Scarlet saat ini. Dia yakin Scarlet berada di Rumah Sakit. Iwan mengambil ponselnya dan menyuruh anak buahnya berpencar untuk mencari Scarlet.
"Cari di setiap rumah sakit, terutama di Rumah Sakit bersalin." perintah David kepada anak buahnya.
Sementara itu David shock ditinggal Iwan, orang kepercayaannya. Cyndi berusaha menghibur David tapi tidak bisa, malah David marah-marah tidak ada juntrungannya.
Bagi David, Iwan adalah teman yang sangat setia, Iwan selalu ada disaat suka dan duka, tidak ada teman yang sebaik Iwan. Yang membuat David jengkel Iwan terang-terangan ingin memiliki Scarlet yang masih menjadi istrinya. Seandainya itu terjadi David memilih kehilangan teman daripada kehilangan istri.
__ADS_1
****