SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR
TERBEBAS


__ADS_3

Wajar David marah sekali, dia baru saja di telepon oleh Bagus tentang penyandraan dan ancamannya yang akan menikahi Scarlet. Bagus adalah partner kerjanya yang terpaksa dia depak dari group bisnisnya. Karena Bagus kerja sama dengan Cyndi, mereka mencoba memanipulasi beberapa surat anggunan. Untung David cepat tahu dan memaafkan mereka berdua, tapi malah Bagus menyandra Scarlet, semua ini berkat campur tangan Cyndi.


David bekerja sesuai prosudur, kalau dulu dia berdamai kepada Andrian, karena Andrian adalah sepupunya. Sekarang Bagus mengikuti jejak Andrian berkat campur tangan Cyndi. Sebagai sekretaris, Cyndi telah membocorkan kelemahan David kepada Bagus dan Cyndi sekongkol dengan Bagus untuk menjatuhkan dirinya. Itu yang membuat David marah besar dan mengusir Cyndi dari rumah orang tuanya.


Tadinya Cyndi sudah bahagia kalau Scarlet bisa di enyahkan dari rumah, tapi sekarang dia malah sedih. David mengusirnya dengan kasar dan tanpa ampun.


"Pergi kau atau aku bunuh kau!!" geram David, dia melempar koper Cyndi ke halaman.


Dengan mata berkaca-kaca, Cyndi menatap lelaki yang berada di depan nya, yang sama sekali tidak peduli kepadanya lagi. Cyndi mengutuk dirinya yang sulit menundukan David.


"Pengawal, bawa perempuan ini keluar, jauhkan dari rumah. Aku tidak ingin siapapun menggangguku saat ini." perintah David. Dua pengawalnya akhirnya menyeret Cyndi keluar.


"Jangan ada yang berisik, mencoba menghubungi Polisi atau nyonya Winda, sampai ada yang mencoba membangkang seperti Cyndi dan Sri, aku tidak segan-segan mengambil tindakan." perintah David kepada pelayan.


"Bos, bagaimana kalau baby Sean, kita ungsikan ke rumahmu dulu. Disana sudah ada pengawal, baby sitternya sekalian diajak kesana." usul Iwan.


David setuju dan memerintahkan untuk menutup Toko kue. Pelayan dia suruh istirahat sehari. Dia juga menyuruh pengawal mengungsikan bayinya sekalian baby sitternya ke rumahnya. Sedangkan rumah papanya di kosongkan sementara waktu.


"Baiklah, angkut mereka kesana, nanti aku akan mengajak Scarlet kesana. Aku akan tinggal di rumahku kembali, untuk jangka waktu yang tidak ditentukan."


"Mari kita berangkat ke rumah Bagus, sudah hampir malam. Tolong ambil tas kerjaku, taruh di mobil. Kamu cukup mengajak lima pengawal, aku membawa mobil sendiri."


"Ya bos, semoga Scarlet mengerti pengorbananmu, dan bos juga jangan aneh-aneh lagi. Seandainya sepuluh orang yang seperti Andrian dan Bagus, bos akan berubah memjadi miskin." ujar iwan merasa sedih melihat bos nya dengan tampang kusut.


"Sudahlah, aku kapok!!" jawab David menuju ke mobil. Dengan napas yang belum beraturan, dia langsung menghubungi Bagus, mengatakan akan menjemput Scarlet.


"Halo Gus, aku akan datang sepuluh menit lagi, untuk menjemput istriku. Aku pastikan istriku baik-baik saja, tidak kekurangan apapun. Aku harap kau tidak banyak bicara sama istriku. Aku sudah membantumu, jadi jangan pernah berpikir aku akan diam saja seandainya kau main curang. Kau sudah tahu siapa aku sebenarnya." kata David lewat telepon.


"Datanglah, siapkan semua surat- suratnya. Aku juga tidak mau bertele-tele. Anggap saja kita murni barter, tidak ada kecurangan disini."

__ADS_1


Ponsel ditutup, David naik ke Mobil, memacu mobilnya dengan kencang. Dia seolah berlomba dengan waktu.


Akhirnya David sudah berada di Perumahan milik Bagus. Dia memilih memarkir mobilnya di tempat parkir umum yang tidak begitu jauh dari rumah Bagus. Kemudian dia berjalan menuju rumah Bagus.


Pintu rumah Bagus sudah terbuka lebar, tanda si empunya rumah sudah siap dengan kedatangan David. Melihat David datang, Bagus keluar menyambut David sambil tersenyum waspada, dia takut juga jika David main curang. Masalahnya David bukan orang sembarangan yang begitu saja menerima usul Bagus.


"Sendiri bro, silakan masuk." Bagus menghampiri David.


"Sendirilah, ini masalah kecil. Tapi kalau kau berbuat curang, masalah ini bisa membesar." sahut David.


"Silahkan, duduk dulu, aku mau lihat sampai dimana keseriusanmu mengambil Scarlet. Aku sebenarnya tidak peduli kau kembalikan atau tidak perusahanku, karena aku sudah terlanjur suka dengan Scarlet. Jadi, aku minta ketegasanmu saja." kata Bagus. Mereka lalu duduk di sofa ruang tamu. David tahu ada CCTV, jadi dia harus hati-hati bertindak.


"Jangan mimpi mau mengambil istriku!!" sanggah David emosi. Dia manaruh dengan keras map di atas meja, matanya melihat sekeliling.


"Mana istriku?" bentak David.


"Tenang bro, dia masih menghabisi sisa tangisnya. Aku rasa dia lebih cocok disini daripada di rumahmu, tahu sendirilah orangnya sedikit kaku."


"Perempuan kalau terus di sakiti dia akan mencari pendamping baru. Aku cuma mengingatkan, jika kau bosan biarkan dia disini."


"Berhenti berkhotbah, kembalikan istriku, atau...."


"Atau apa David? aku juga bisa gila melebihimu." tantang Bagus melempar surat-surat yang ada di map biru itu.


"Apa maksudmu David!!" teriak Bagus. Tapi, dia terdiam saat Iwan dan anak buahnya grudug datang mengepung dirinya.


"Istriku atau jantungmu!!" hardik David mendekati Bagus.


"Kau licik David!!"

__ADS_1


"Siapa disini yang licik, aku atau kau. Kalau kau berhutang wajar kau bayar, jangan istriku di pakai jaminan. Kau telah melecehkan Scarlet dengan memakai dia jaminan. Kau pikir aku senang atau istriku tidak tersiksa. Kami punya bayi, mengerti maksudku?" suara David meninggi.


"Aku ada penawaran, setengah dari yang sudah di sepakati."


"Karena kau teman bisnisku, aku akan memberikan kelonggaran, tapi jika kau sekali lagi berulah aku akan memberimu secangkir kopi sianida."


Bagus terdiam, dia tidak bisa berpikir lebih banyak lagi. Cyndi yang dia percayai untuk menggali informasi tentang David, ternyata tidak berhasil pengetahuan Cyndi terlalu dangkal.


"Cari istriku ke seluruh ruangan." perintah David. Anak buah Iwan lalu menyebar, ada yang ke lantai dua dan ada berjaga di depan.


"Dia di lantai atas, di ruang tengah. Aku tidak ada menyiksanya, atau melecehkannya." kata Bagus pelan.


Bagus pasrah dan berkeringat dingin, dia tidak menyangka David akan membawa anak buah, utung dia tidak gegabah memperlakukan Scarlet.


Iwan menggandeng tangan Scarlet,


melihat David berdiri disamping Bagus, dia langsung menghambur kepelukan David dan David memeluk, serta merengkuh istrinya dengan erat. Tangis Scarlet pecah.


Tanpa mengeluarkan kata-kata, mereka terus berpelukan. Scarlet terus menangis, David tahu apa yang dirasakan oleh Istrinya. Tangis itu menyakitkan memberi tahu dirinya bahwa Scarlet tidak baik-baik saja.


Setelah hampir lima belas menit, tangis Scarlet sedikit reda.


"Aku pulang, kalian bereskan semua." kata David menghapus air mata Scarlet, dia merasa bersalah selama ini, banyak hal yang dia lakukan, yang membuat Scarlet sakit hati.


"Hati-hati bos." mata Iwan tertuju kepada Scarlet, wanita cantik yang sering menghiasi mimpinya. David melotot kepada Iwan yang berani menatap istrinya.


Sepanjang perjalanan, Scarlet hanya diam, dia menatap keluar jendela, tangannya mengusap pipinya, air matanya juga terus mengalir.


David melirik kondisi Scarlet, hatinya di buat sesak dan entah kenapa mulutnya terkunci, dia takut Scarlet menolak di ajak kerumah. Apakah dia akan berani menerima perkataan Scarlet, jika tiba-tiba Scarlet tidak mau diajak ke rumah.

__ADS_1


*****


__ADS_2