
Harga diri!! itulah yang di katakan oleh nyonya Yuli, dia menantang dan menggugat balik Tuan Alex, serta melaporkan perselingkuhan mantan suaminya. Terkadang kita cepat emosi dan bertindak kurang akal.
Sebagai putra satu-satunya David tidak bisa berkata apa-apa. Tidak mungkin dia bisa memberi nasehat atau pengertian kepada papanya, karena dia sendiri pernah melakukan kehendak hatinya ketika bersama Scarlet.
"Biarlah papa menikah lagi, mungkin dengan itu keadaan rumah menjadi nyaman." kata David ketika mereka duduk-duduk di balkon. Semenjak nyonya Yuli pergi Scarlet pindah tidur ke kamar David. Sedangkan papanya dan nyonya Cindy tidur di bawah.
Scarlet tetap membuat kue, sesekali dia membantu memasak, walaupun sekarang sudah ada tukang masak. Tidak bisa di pungkiri lagi, perasaan Scarlet setelah kedua wanita itu pergi, kebahagian hatinya mendapat cinta David seutuhnya. David sangat mencintainya dan Scarletpun begitu. Mereka hampir setiap saat memadu kasih.
"Yank, aku ingin ke Panti untuk melihat Ibu dan anak-anak. Sudah lama tidak kesana." kata Scarlet manja.
"Sayank, aku sekarang tambah sibuk, karena papa melimpahkan semua tugas kantor padaku."
"Tidak apa-apa, aku bisa kesana sendiri. Kadang aku kasihan padamu, semoga kamu selalu sehat, panjang umur. Aku khawatir, melihat kamu terlalu idealis terhadap lawan bisnismu."
"Ternyata kamu selama ini diam- diam memperhatikan kinerjaku."
"Tentu sayank, sebagai istri sedikit banyak, harus mengerti pencapaian suaminya dan kendala yang kerap menghadangnya."
"Hahaha...aku demen punya istri seperti ini, love you ayank." aahh.. rasanya dunia milik mereka berdua, ternyata bahagia itu sederhana, dengan tidak mau mengingat masa lalu yang menyakitkan Scarlet saat ini merasa bahagia.
"Yank, kalau kamu jadi ke Panti jangan lupa bersama sopir, boleh juga bersama bibi." kata David mengecup kening Scarlet. Memang akhir-akhir ini dia sangat sibuk, karena papanya lebih memilih berbulan madu dan bersantai ria bersama gundiknya.
"Ya...aku mengerti. Seandainya aku sudah melahirkan, aku mau menjadi sekretarismu."
"Elehh...trus anak kita siapa yang ngajak. Kamu tidak boleh bekerja keluar rumah, kamu adalah milikku, sudah capek menjadi pecemburu." sahut David tertawa.
__ADS_1
"Aku juga pecemburu berat, kalau bisa, pilih sekretaris laki-laki, supaya tidak terjadi pergesek kan yang menyebankan perselingkuhan fatal."
"Dari dulu sekretarisku wanita tapi aku tidak pernah berpaling darimu, karena aku punya komitmen, akan tetap mencintaimu seumur hidup."
"Aku tersanjung, semoga tidak ada lagi cobaan yang melanda rumah tangga kita."
"Aku juga berharap begitu, kita akan selalu bahagia. Cuma satu yang masih mengganjal di hatiku adalah tes DNA anakku. Trus terang aku tidak bisa, atau percaya padamu. Karena waktu itu kamu sangat dekat dengan Andrian dan kalian sering sekamar, bahkan kamu sering memandikan Andrian."
"Apapun yang kamu katakan atau tuduhkan padaku, aku tidak akan marah. Mungkin aku juga akan berpikir begitu kalau kamu berada di posisiku. Tapi kecurigaanmu akan hilang setelah ada tes DNA, ini anak kita sayank. Kamu yang pertama dan terakhir." kata Scarlet memeluk David suaminya, dia sangat mencintai laki- laki itu.
David mengelus perut istrinya dan mereka saling berpelukan, bibir David cepat mendarat di bibir ranum Scarlet mereka bermesraan, tanpa mengetahui bahwa sepasang mata menonton tingkah mereka.
Cyndi menahan getaran jiwanya ketika tanpa sengaja menyaksikan perbuatan panas David dan Scarlet. Selama menjadi pemuas nafsu Tuan Alex belum pernah dia merasakan kepuasan biologis, maklumlah Tuan Alex sudah menua. Ondordilnya loyo, mungkin oli gardan harus sering di ganti. Jadi begitulah, seperti mesin tua yang terengah-engah.
Tanpa sadar Cyndi meraba bibirnya sendiri dan meraba tubuhnya, dia ikut merasa melayang dan berharap bibir David menyentuh tubuhnya. Perlahan Cyndi menuruni tangga berlalu dari situ, menuju kamarnya.
"Cyndi, kamu harus bertingkah laku sopan, aku sedang berbicara dengan orang penting kamu tiba-tiba nyosor, tidak baik begitu." tegur Tuan Alex menyembunyikan ketidak berdayaan nya kepada Cyndi. Terus terang dia kewalahan melayani Cyndi yang hiper. Padahal dia sudah minum obat ramuan, tidak membuat dirinya super, malah tetap loyo.
"Maaf papi, aku selalu merasa bergairah kalau melihatmu. Aku sangat mencintaimu, seandainya aku ada kesibukan pasti pikiranku bisa tersita kepekerjaan, tidak melulu ke kamu." kata Cyndi mulai memasang umpan, dia akan menggiring Tuan Alex menuju keinginannya.
Bayangan tubuh David yang atletis dengan dada bidang dan berotot membuat Cyndi menelan salivanya.
"Papi, izinkan aku bekerja menjadi sekretaris David, hitung-hitung aku meringankan pekerjaan David, aku kasihan melihatnya. Setiap datang dari kerja wajahnya kusut, telponnya tidak berhenti-henti berdering sampai tidak pernah santai. Aku ingin melihatnya bahagia...." usul Cyndi sambil mengelus dada Tuan Alex yang sudah mulai bergelambir.
"Apa kamu bisa kerja kantoran? disamping itu David sudah punya Sekretaris, kita tidak boleh memaksa kehendak."
__ADS_1
"Papi, aku bisa menaikan pamor perusahanmu, aku ini model terkenal tapi kalau kamu tidak peduli padaku tidak apa-apa. Aku bisa bekerja di tempat lain." Cyndi merajuk dengan bibir mancung kedepan.
"Nanti aku coba bicarakan kepada David." jawab Tuan Alex mengalah.
"Sebelum aku kerja aku mau ke Korea operasi plastik, hidung perlu di oplas, bibirku kurang sexy."
"Yaya..nanti papa transfer satu miliar, kalau kurang minta lagi."
"Papi hebat dech, aku tambah sayang sama papi."
"Aku juga sangat sayang padamu." sahut Tuan Alek memeluk Cyndi.
"Papi..kenapa Scarlet membuat toko roti di rumah, lebih baik dia buka toko di Plaza atau Mall."
"Scarlet itu pernah berkecimpung di perusahan besar bagaian marketing, jadi dia sudah tahu, dan sudah punya gambaran kedepannya. Jangan pernah ikut campur atau memberi saran yang membuat orang lain terpaksa mengikutimu karena dia segan padamu." kata Tuan Alex, dia kagum kepada menantunya itu, selain cantik menantunya jeli melihat peluang.
Tidak tahu kenapa Cyndi merasa iri dan ingin merebut posisi Scarlet. Dia merasa lebih cantik dan terkenal dari Scarlet yang hanya bekas anak Yatim Piatu. Ingin sekali dia merampas David dari sisi Scarlet, dia yakin David akan melayang bersamanya. Dia bisa membuat David lupa akan Dunia, dia sangat berpengalaman dalam bidang itu.
"Scarlet itu sangat sederhana, polos, tidak kelihatan glamour sama sekali, sangat berbeda dengan aku."
"Seorang lelaki sejati akan memilih wanita seperti Scarlet, cantik alami, anggun dan sangat genius."
"Uhh..bullshit, lelaki tetap saja akan memilih aku jika aku berjalan dengan Scarlet, mata lelaki lebih bergairah melihatku."
"Dari bahasa tubuhmu mengundang gairah lelaki, sedangkan Scarlet begitu mahal, dia cocok sebagai permaisuri."
__ADS_1
"Aku yakin dia cocok sebagai selir tidak lebih." kata Cyndi tidak mau kalah. Dia benci kepada Tuan Alex yang terlalu memuja Cyndi.
****