SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR
KEPANTI ASUHAN


__ADS_3

"Aku akan membiarkan kamu beristirahat, hari ini kamu banyak membantu perusahan." kata Andrian setelah mereka sampai di rumah. Nun jauh di lubuk hatinya Andrian punya kecurigaan, tidak mungkin ada orang memberinya pinjaman yang fantatis dalam waktu singkat, tanpa survey bangunan yang dianggunkan. Dia sangat curiga dengan Ibu Nilam.


Tapi sudahlah, dia percaya kepada Scarlet atas penjelasannya. Andrian mengunci pintu kamarnya dan pergi ke kamar mandi. Dalam hati dia mengutuki dirinya yang cepat jatuh cinta kepada Scarlet, tidak seorang wanitapun yang bisa menundukkan dirinya, pasca kejadian itu.


Andrian memutuskan cintanya gara-gara wanitanya berselingkuh dengan temannya. Waktu itu dia berjanji tidak mau berpacaran lagi. Tapi Sandor punya pemikiran sendiri, dia menyuruh Andrian pura-pura buta dan mencari pelayan dengan gaji tinggi, supaya tahu mana wanita yang baik dan tidak.


Dalam lima bulan ini, ntah berapa pelayan yang sudah keluar masuk dari rumahnya, tapi satupun tidak cocok. Mereka rata-rata pencuri recehan dan tujuannya adalah uang, bukan ke keikhlasan bekerja.


Dengan berjalannya waktu, Andrian mendengar selentingan di antara anak muda Xander, bahwa adik sepupunya yang super tajir tergila- gila dengan seorang gadis yatim piatu. Siapa lagi kalau bukan David, David adalah rival dalam bisnis, yang tidak terkalahan


Karena itulah dia dengan Sandor iseng mencari tahu siapa pacarnya David, setelah mendapat info yang akurat, Andrian melanjutkan ide gilanya, Scarlet terjebak. Pertama dia cuma iseng ingin mempermainkan Scarlet dan meminta bayaran mahal terhadap David atas penemuannya, tapi Andrian malah jatuh cinta kepada Scarlet.


***


Sehabis mandi Scarlet memutuskan untuk langsung merebahkan dirinya, dia sangat lelah melayani David yang liar. Dia tidak habis pikir kenapa dia sulit berlari dari pusaran permainan David. Scarlet menghembuskan nafas kasarnya.


"Drerrt...drerrtt...dererrtt..." suara ponsel terdengar. Scarlet kaget, karena dia tidak punya ponsel. Dia lalu memeriksa tas kerjanya. Ponsel siapakah ini? pikirnya. Dia membuka ponsel yang merk nya apel digigit itu dengan teliti.


Ternyata ada chatt dari Ibu Nilam. yang bunyinya,


"Itu ponsel pribadi khusus untuk belajar bisnis. Jangan menaruh nama lain selain nama saya."


"Trimakasih Ibu Nilam, anda baik sekali. Tapi bolehkan saya menaruh nomor Ibu panti?"


"Boleh....."


"Trimakasih banyak Ibu."


Kata Scarlet menutup ponselnya. Dia akhirnya tertidur setelah mengotak- atik ponselnya.


Andrian pergi ke dapur untuk makan malam dan mendapati Indah baru datang.


"Kak Andrian, untunglah kakak ada di rumah. Aku datang mengundang kakak." kata Indah ceria. Gadis ini adalah sepupunya.


"Siapa yang menikah?" tanya Andrian mempersilahkan Indah duduk di ruang tamu.


"David sama Lala...." ada nada kurang bersemangat dari Indah. Senyum senang tersungging dari David, dia sudah mendengar berita itu, tapi dia ingin kejelasan. Indah menyodorkan kartu undangan berlapis emas itu.

__ADS_1


"Sangat sederhana."


"David minta di rayakan dengan hikmat, alasannya karena dia tidak mencintai Lala. Bila cinta itu datang dia berjanji akan membuat resepsi yang fenomenal."


Andrian mendengus tidak suka, berarti David masih menginginkan Scarlet. bathin Andrian.


"Menurutmu apa Lala menjebak David? mereka sama-sama bebas."


"Aku tidak tahu Kak, yang jelas Lala sudah berada di rumah orang tua David semenjak ke jadian itu. Siapa sih yang tidak kecantol dengan David?, kecuali orang itu gila." kata Indah menyesap teh hangat yang di persiapkan pelayan.


Matahari bersinar malu-malu terbit dari ufuk timur. Scarlet sudah siap mengantarkan Andrian ke Kantornya. Hari ini dia di bebaskan dari kerja Kantor, karena dia akan singgah ke Panti Asuhan. Dia sudah lama tidak silahturahmi dengan keluarga di Panti, rasa kangennya memenuhi hatinya. Scarlet sangat senang tatkala Andrian mengizinkan dia ke panti.


"Aku bertrimakasih padamu, telah mengizinkan aku pergi ke Panti.


"Mintalah sesuatu padaku, niscaya aku akan memenuhi semua impianmu."


"Seperti Jin Alibaba saja, aku sih tidak ingin apa-apa, gajiku sudah cukup untuk makan sebulan."


"Kamu tidak ingin pehiasan?"


"Kalau aku punya uang, lebih baik aku menyumbang ke Panti daripada membeli perhiasan."


"Aku langsung ke panti, apa kamu mau pesan sesuatu?" tanya Scarlet hati-hati.


"Tidak ada, aku hanya ingin kamu cepat pulang."


"Aku pasti cepat pulang, aku cuma sebentar disana."


Scarlet memacu mobilnya dengan sedikit kencang, dia tidak ingin terlewatkan momen peletakan batu pertama. Kata Ibu Panti ada orang menyumbang untuk memperbaiki Panti. Memang Panti sudah agak tua, karena umurnya hampir se abad. Bangunan sederhana dan disana sini sudah bocor. Halaman juga terlalu rendah, kalau banjir air menggenang.


Derrtt...derrrtt...derrrtt....


suara ponsel Scarlet berbunyi terus. Dia menyambungkan ke bluetooth mobil, terdengar suara David.


"Sayank, kamu mau kemana?"


"Aku tidak kemana-mana, duduk manis disamping Andrian." katanya bohong.

__ADS_1


"Kalau begitu aku meluncur kesana, kita ngobrol bareng. Mumpung belum begitu siang."


"Silahkan datang, jangan lupa bawa celurit, siapa tahu kamu ingin tawuran lagi."


"Banyak jalan menuju roma, aku hanya duduk manis menunggumu dan siapapun tidak tahu."


"Tapi hari ini aku mau menghabiskan waktuku untuk anak-anak Panti. Kata Ibu Panti aku harus datang karena ada donatur besar yang akan memperbaiki bangunan Panti.


"Hebat!, siapa orang itu?"


"Mana aku tahu, makanya aku sekarang mau kesana. Aku akan bertrimakasih dengannya."


"Yank...aku dari pagi belum sarapan, tolong kamu bawain makanan cepat saji, kamu bawa uang?"


"Bawalah, tunggu aku beliin dulu, posisimu dimana?"


"Aku sekarang berada di Apartemen."


"Oke..tunggu, aku segera meluncur."


Scarlet mencari restoran cepat saji Driver thru, yang berada di jalan Di ponogoro. Dia mengantre agak lama membuat Ibu Panti terus menerus menelponnya.


"Maaf Bu saya lagi mengantre, lapar banget." kata Scarlet mengirim gambar ke ponsel Ibu Panti.


"Disini ada makanan banyak, lebih baik kamu cepat sedikit, donaturnya sudah mau pulang."


"Oke Bu."


Scatlet kembali memacu mobilnya untuk menemui David di Apartement nya. David sengaja tinggal di Apartemennya supaya terhindar dari Lala dan Mamanya, disamping itu supaya David leluasa membuat pertemuan panas dengan Scarlet.


Tidak menunggu waktu lama Scarlet sudah berada di Apartemen David.


Scarlet berjalan dengan buru-buru dan masuk ke ruangan Apartement, sepi, tidak kelihatan batang hidung David. Tapi pintu semua terbuka. Scarlet menaruh makanan itu di atas meja makan, kemudian keluar. Dia bersyukur tidak ada David, kalau ada dia bisa di makan habis oleh pria itu.


Scarlet memacu mobilnya menuju Panti Asuhan, sesampainya disana dia bengong, karena sudah sepi. Dia turun dari mobil dan masuk kedalam Panti.


"Scarlet, kamu terlambat. Tadi kami menunggumu, karena nyonya Lim buru-buru, jadi pertemuanmu di tunda. Kapan-kapan dia akan kesini lagi. Semoga kamu ada waktu." kata Ibu Panti kecewa.

__ADS_1


"Maaf bu, saya mengantar bos dulu sebelum berangkat kesini." sahut Scarlet tidak enak hati.


*****


__ADS_2