SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR
UNSTEADY


__ADS_3

Sandor yang mendapat serangan fajar tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia menyeret Lala ke kamarnya. Tanpa perlu basa basi tubuh mungil Lala sudah polos. Lala tidak tahu ini benar atau salah, yang penting dia bisa hamil dan membuat pewaris baru.


Sandor mendorong tubuh Lala ke tempat tidur dan menindihnya. Bagi Lala, Sandor adalah laki-laki perkasa yang mampu membuat dia melenguh beberapa kali.


"Kamu hebat!!" bisik Lala merubah posisi. Wanita ini sangat ahli dalam bidangnya. Dia bisa membuat Sandor merem melek.


"Aku akan selalu menunggumu." bisik Sandor ketika mereka tepar. Mereka lelah. Sandor berdiri dan membantu Lala untuk bangun.


"Pulanglah, nanti Tuan David menunggumu."


"Aku minta kamu merahasiakan ini dan membantuku supaya aku cepat hamil." kata Lala ketika Sandor mengangkat tubih Lala ke kamar mandi.


"Aku tidak mungkin membocorkan semua ini, tapi tadi semua pelayan melihat kita masuk ke kamar."


"Nanti kasi uang supaya mulut mereka diam." sahut Lala.


Sandor menurunkan Lala di bawah Shower. Air shower membasahi tubuh mereka, dengan sigap Sandor menyabuni tubuh Lala dan mereka saling memberi, lagi dan lagi. Hanya waktu yang bisa menyudahi aktivitas panas mereka.


"Aku akan langsung pulang, capek sekali. Lututku sampai gemetar." kata Lala menatap Sandor. Pria ini sangat tangguh dan membuatnya terkapar, Lala menyukainya. Baru kali ini dia mendapat seorang lelaki yang mampu menaklukannya, walaupun orangnya tidak begitu ganteng.


"Namaku Sandor dan kamu?"


"Aku Lala, istrinya David. Aku pulang dulu ya, sudah mau magrib, jika kamu butuh aku, SMS aku."


"Tidak mungkin aku SMS kamu, ini kesalahan. Tuan Andrian pasti tidak mengijinkan aku berbuat begini terhadap istri orang." sesal Sandor.


"Apa pedulinya, aku akan datang padamu. Dia juga menyukai istri orang yaitu Scarlet, dasar munafik."


Akhirnya Lala pulang dengan rasa bahagia, dia tidak menyadari berapa pasang mata pelayan diam-diam mengamatinya. Tapi dia tidak begitu ambil pusing, karena dia sudah menemukan lawan yang tangguh.


"Aku membiarkanmu mengotori salah satu kamar disini, untuk itu aku menuntut supaya kamu memberitahu dimana Scarlet sekarang berada." Andrian berdiri di depan pintu utama dengan tangan belipat di dada.


"Aku tidak sudi memberitahumu, cari sendiri." ketus Lala.

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku kirim vidio syur 19 menit untuk keluarga David?"


"Jangan membodohiku, aku tidak ada ngapa-ngapain. Lagi pula tidak ada CCTV di kamar Sandor.


"Oke, silahkan pulang, pelayanku tidak ada yang berkutik karena aku menaruh alat itu di kamarnya." kata Andrian sambil membuka ponselnya. Dia sedikit berbohong.


"Andrian!! jangan ikut campur dech, bikin kesal aja. Cari prempuan murahan itu di Barista. Aku tidak tahu apa-apa lagi, oke!" Lala menghentakan kakinya kesal.


Andrian mengedikkan bahunya, dia tidak menyahut dan memberi jalan keluar untuk Lala. Dia lalu masuk ke dalam kamarnya. Sungguh tidak bisa di mengerti kenapa Scarlet berada di Barista, bukankah disitu tempat dunia malam, apa Scarlet bekerja di Club? setahunya para bos banyak kesana untuk menghibur diri.


Pukul. 23.58, Andrian sudah memacu mobilnya menuju Barista. Dia tidak tahu kenapa dadanya berdebar kencang. Seolah dia akan bertemu dengan kekasihnya. Sampai dia lupa bahwa dirinya pura-pura buta. Biarlah, dia sudah terlanjur berada di pakiran Barista.


Jejeran mobil mewah memenuhi tempat parkir. Andrian bingung, kemana dia harus mencari Scarlet. Di Bar, Club, Karaoke, Restoran, atau langsung ke tempat bordil.


Langkahnya terhenti ketika dia mau masuk gedung. Seorang petugas mengarahkannya ke Resepsionis, dia harus merogoh koceknya sebanyak satu juta rupiah untuk down payment dan bebas masuk ke seluruh tempat hiburan.


"Halo bos, apa bisa di bantu, disini ada pemandu kalau anda masih bingung. Kasi selembar uang merah dia akan memberi informasi yang akurat." petugas Resepsionis memberi saran.


"Aku mau "menu baru" sebulan terakhir." kata Andrian, sambil menaruh selembar ratusan ribu ke tangan petugas itu.


Andrian pindah ke samping, semakin malam tamu semakin banyak sekali.


"Bos, disini tercatat ada dua puluh lima orang baru, yang sudah tersebar." kata petugas itu mantengin lap top nya.


"Aku minta di antara orang itu, nama mereka."


"Maaf bos privasi, apa anda dari ke polisian?" tanya petugas itu menatap Andrian curiga.


"Aku punya "peliaraan" pindah kesini, namanya Scarlet."


"Owh..yang itu, bilang dari tadi bos, itu mah primadona disini. Baru sekali tampil sudah booming, mungkin karena tariannya baru, belum pernah ada." hati Andrian langsung mencelos mendengar kata petugas itu. Berarti dia disini. bathin Andrian.


"Dia tampil dimana?" tanya Andrian agak nervous.

__ADS_1


"Lagi lima menit dia akan tampil. Bos masuk saja ke live musik...."


"Trimakasih." Andrian beranjak dari lobi, dia melangkah lebar menuju Club. Andrian disambut oleh seorang ladys escort mengajaknya masuk. Dia lalu duduk semeja dengan seorang pria gendut yang berdandan perlente. Suasana cukup hening dan lampu ruangan temaram. Semua mata sepertinya tertuju kepada tiang besi yang akan di pakai oleh pole dance untuk menari erotis.


"Silahkan pilih menu bos, mulai dari Bir sampai Martini, kami tidak menyediakan minuman racikan, seperti Cocktail."


"Aku minta segelas red wine." sahut Andrian pendek, menunjuk meja kosong di sebelahnya. Kemudian dia berdiri dan pindah duduk ke sebelah, dia kurang nyaman semeja dengan orang lain. Saat ini dia ingin sendiri.


Perasaan Andrian tidak menentu, keringat dingin berhamburan keluar. Tidak biasanya perasaannya kacau begini.


Tubuh Scarlet di bungkus jubah sutra berwarna merah menyala, berkibar di terpa angin kulitnya yang halus bercahaya tertimpa sinar lampu. Rambut panjangnya tergerai sampai di pinggang.


"Tersenyumlah, perlihatkan pesona yang kamu miliki. Kamu hanya bisa keluar dari sini dengan uang yang banyak. Jadi, kamu harus menari dengan sensual untuk mendapat uang yang banyak." kata Manda memberinya semangat.


Alunan musik mengiringi Scarlet keluar menuju panggung, berjalan dengan lemah gemulai. Semua penonton bertepuk tangan meriah. Wajahnya yang cantik terlihat sangat mempesona.


"Scarlet I Love You....." seruan itu bergema dari penonton. Air mata Andrian mengambang, dia tidak tahu kenapa Scarlet mencari uang dengan cara begini.


Scarlet mulai menggerakan tubuhnya menari pembukaan, perlahan dia mendekati tiang besi, mengelusnya, kemudian dia menari erotis. Jari lentiknya perlahan membuka jubah merahnya, kemudian tubuh mulus Scarlet terpampang di depan mata, para tamu berteriak histeris.


Wajah Andrian memerah, spontan dia memegang dadanya, perasaannya ikut melambung menyaksikan eforia pengunjung.


Seiring dengan lagu Unsteady dari Ambassador, Scarlet berputar di tiang pole, naik turun dengan lincah, kemudian tangannya berpegang pada tiang pole dengan tubuh meliuk indah, lalu kakinya menjepit tiang pole, tubuh gadis itu melayang, berputar dengan rambut tergerai panjang melambai di sapu angin dari kipas angin portable yang sengaja di taruh di pojok.


Hold, hold on, hold onto me


Cause I'm a little unsteady


A little unsteady


Jika kau mencintaiku, jangan lepaskan (tahan)


If you love me, don't let go (hold)

__ADS_1


Semua penonton terbius melihat penampilan Scarlet, para pria yang merasa Sultan melempar uangnya ke tubuh Scarlet. Air mata Scarlet bergulir, merasa terhina. Tapi dia harus terus melanjutkan tariannya dan terus...ntah sampai kapan.


*****


__ADS_2