SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR
DI RUMAH MERTUA


__ADS_3

Penolakan Scarlet untuk tinggal di rumah orang tua David, tidak di gubris oleh David. Dia keukeuh untuk mengajak Scarlet tinggal di rumah orang tuanya. Alasan mamanya saat ini rumah sepi, David akan semakin sibuk di Kantor. Yang membuat David antusias pulang adalah mamanya berjanji menjaga Scarlet supaya dia tidak kabur lagi. Tentu saja dalam perdebatan panjang itu, yang kalah adalah Scarlet karena dia sangat... sangat ...sangat ..mencintai calon ayah bayinya, yaitu David.


Setelah sampai di rumah David yang luas, gagah dan mewah, Scarlet di sambut oleh mama Yuli dan Lala si binal. Baginya Lala adalah duri dalam daging. Dan musuh permanen!!.


Senyum manis yang di buat-buat terukir dari bibir kedua perempuan itu. Scarlet juga tersenyum miring dan kurang percaya kepada mama Yuli yang ngoceh ber api-api.


"Kamu akan tinggal disini bersama kami, mama akan mengajarimu menjadi wanita sosialita yang paling fenomenal tahun ini." kata mama Yuli dengan mata berkilat.


"Trimakasih maa... Scarlet pasti akan menuruti perintah mama."


"Kamu jangan lupa bahwa ada Lala juga disini. Sebagai suami kamu harus adil menafkahi lahir dan bathin untuk kedua istrimu." ucap mama Yuli, disambut anggukan oleh Lala.


"Itu kita bicarakan nanti, Scarlet adalah istri ku." jawab David segera naik ke lantai dua, dia tidak peduli masalah Lala. David masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan Scarlet di ruang tamu bersama mamanya. Dia sangat bersyukur atas perubahan sikap mamanya terhadap Scarlet.


"Aku tidak akan segan-segan membuat kau menangis darah setiap hari. Terimalah penderitaanmu mulai hari ini hahaha...." kata mama Yuli terkekeh, dia merasa menang dan mengira Scarlet terjebak.


Scarlet tersenyum, rupanya kedua musuhnya ini hanya berani di saat David tidak ada disamping Scarlet.


"Maaf nyonya, pendengaran saya kurang bagus, perlu nyonya ulang, apa yang nyonya bicarakan." kata Scarlet sedikit keras membuat Lala dan nyonya Yuli saling pandang.


"Bohong!! dulu kamu mendengar dengan normal, kau kira bisa menipu kami." bentak Lala marah.


"Apa kalian tidak ingat memukul kepalaku dan menjambak rambutku. Itulah yang menyebabkan kepalaku bocor dan telingaku berdengung, kadang dengar, kadang tidak." jawab Scarlet terkekeh dalam hati sambil memasang wajah bloon. Disini ada CCTV sandiwaraku akan berhasil dan akan membuat mama Yuli dan Lala terpojok, jika


"Kau memang pantas di pukul dan di buang. Aku tidak sudi menerimamu sebagai menantu, orang rendah sepertimu tidak cocok merebut David dari tangan Lala. Menantuku cuma Lala."


Scarlet meresapi kata-kata mama Yuli, itu kenyataan. Dia sudah cerai dengan David, jadi wajarlah dia tidak diharapkan disini. Ahh...bodohnya, kenapa dia mau saja diajak kesini oleh David.


Tidak lama kemudian terdengar langkah kaki David, dia langsung duduk di samping Scarlet.

__ADS_1


"Mama aku mau mengajak Scarlet ke atas. Kami akan tidur di atas." kata David enteng.


"Padahal mama sudah menyiapkan kamar di bawah, rugi mama membeli sprei baru, bed baru, kamar nya ada di pojok dekat Taman."


"Kalau begitu biarin Scarlet tidur dibawah, tidak apa-apa." jawab David pendek membuat Lala tersenyum penuh arti.


"Lagi pula istrimu dua, jadi kamu harus adil. Kamu tidak boleh ke kamar istrimu, tapi istrimu yang harus ke kamarmu."


"Ya..ya maa..." jawab David kecewa. Padahal dia ingin satu kamar dengan Scarlet. David mengalah supaya mamanya tidak kecewa, lagi pula jarak kamar mereka tidaklah jauh.


"David, tukang masak kita sudah lama pulang ke kampung, saat ini kita tidak punya juru masak. Mama berinisiatif menyuruh istrimu belajar masak, tidak apa khan?"


"Tidak apa maa, aku malah senang Scarlet belajar masak." jawab David. Mamanya dan Lala memang sengaja memulangkan pelayan dan koki yang bertugas di Dapur, mereka berencana akan menyiksa Scarlet dengan tugas yang banyak.


"Scarlet, untuk hari pertama kamu berada disini, tolong buatkan kue ulang tahun untuk Lala. Dia ulang tahun lagi dua hari. Bikin kue yang bertema Valentine." Wajah Scarlet langsung pucat. Nyonya Yuli dan Lala tersenyum licik, dia ingin mempermalukan Scarlet di depan semua kundangan.


"Kamu bisa membuat kue, kalau tidak bisa katakan saja, kita bisa beli di luar." kata David memandang Scarlet.


Akhirnya di putuskan bahwa Scarlet sudah fix membuat kue ulang tahun. Nyonya Yuli dan Lala menunggu hari itu dengan perasaan senang.


Malam harinya saat mereka duduk berdua di balkon, David mengulang pertanyaannya.


"Apakah kamu bisa membuat kue ulang tahun itu?" tanya David merasa was-was kalau nanti Scarlet bikin malu.


"Aku diuji oleh mamamu, mereka berdua ingin menjatuhkan aku di depan undangan, untuk itu aku harus bisa."


"Jangan berpikiran negatif dengan mamaku, dia itu ingin menolongmu. Seandainya kuenya enak, para undangan akan memesan kue padamu."


Di saat kita dalam keadaan tidak berdaya, hanya Tuhan tempat kita mengadu. Meminta pentunjuk, supaya ada jalan yang terbaik untuk kedepannya.

__ADS_1


Tamu sudah berdatangan, Scarlet dari pagi berkutat di tempat pastry. Ruangan ini khusus untuk membuat kue dan pizza. Scarlet mengunci pintu Pastry, dia mau mandi dulu setelah itu dia akan membawa kuenya keluar.


Selesai mandi Scarlet keluar, dia kaget melihat mbak Indah berada di kamarnya. Mereka langsung berpelukan.


"Scarlet mbak kangen, kamu kemana saja, kenapa tidur di tempat bibi?"


"Panjang ceritanya mbak, nanti aku kasitahu. Aku mau cepat-cepat mengambil kue dulu."


"Aku dengar dari Lala kamu di suruh membuat kue ultah, mereka sudah menunggumu di depan."


"Benar mbak, kuenya sudah jadi, aku minta tolong membawa kuenya ke depan."


"Aku pasti bantu, kamu yang sabar ya." kata Indah membuka bungkusan kado.


"Scarlet, tadinya ini kado buat Lala, aku beli di luar negeri. Kamu pakailah."


"Tapi mbak..."


"Buka bajumu, mbak bantu untuk memakainya." kata Indah. Akhirnya Scarlet menjadi Cinderella, sangat cantik. Indah juga memberi sentuhan terakhir untuk Scarlet, parfum Baccarat yang wanginya melekat.


Mereka akhirnya menuju ke ruangan Pastry. Kue ulang tahun sudah berada di meja dorong, tapi masih di tutup tirai renda oleh Scarlet. Indah pun tidak boleh mengintip, kata Scarlet pemali.


Saat lagu Ghost dari Justin Bieber berkumandang, Indah dan Scarlet keluar mendorong kue yang tingginya satu setengah meter. Semua orang memandang Scarlet yang sangat cantik mempesona dengan rancangan Gabriela Hearst.


David yang baru datang sampai pangling melihat Scarlet. Indah dan Scarlet seperti pinang di belah dua, mereka sangat mirip. Saat itu mama Winda yang duduk bersama keluarga Xander merasa merinding melihat anaknya dengan Scarlet. Ya Tuhan.. apa artinya ini? Tapi dia sudah bertemu Bunga anaknya yang dulu dia titipkan di Panti. Tidak mungkin Scarlet anaknya juga, mereka kebetulan mirip saja. pikir mama Winda galau.


Lala berdiri diapit oleh mamanya David dan mamanya Lala. Kemudian nyonya Yuli mendekati kue ultah nya Lala.


"Saudara semua kue akan di buka, ini adalah buatan Scarlet. Sebenarnya saya mau membeli kue di toko, tapi karena Scarlet ingin memperlihatkan hasil karyanya sendiri, saya jadi tidak tega menolak." semua orang menahan nafas, mereka menunggu nyonya Yuli membuka tirai kuenya.

__ADS_1


"Aahhhh....."


*****


__ADS_2