
“Tolong jangan lancang. Aku tidak mau siapapun memegang milikku. Aku akan melakukan hal itu dengan istriku saja. Istriku berlipat lebih dari kamu." bentak David menepis tangan Nancy dengan kasar.
Tampak Nancy sangat kecewa dan kesal. Baru kali ini dia ditolak oleh tamunya. Apalagi saat ini Nancy menginginkan bos nya. Bahkan tanpa dibayar sekali pun, Nancy akan dengan senang hati melakukannya.
“Bos tidak perlu membayarku, aku yang menginginkanmu.” Nancy kembali merayu David.
“Aku sudah katakan, aku tidak bisa melakukannya. Jangan sampai nanti aku berbuat kasar jika kau tetap memaksa,” jawab David tegas.
Nancy cemberut dia mengenakan kembali pakaiannya yang tadi sengaja dia buka. David membuka ponselnya ketika ada notif. Banyak ada pesan masuk tapi dia tidak ingin membuka apalagi membalasnya.
“Bos bagaimana kalau kita ke Bar sekarang?" Wanita itu merayu, dia berusaha menyembunyikan rasa kecewanya. Baru kali ini ada orang yang menolak dirinya dan lebih setia kepada istrinya. Dia ingin tahu siapa istri yang beruntung itu. Biasanya para suami main nyosor saja kalau dekat dengannya.
"Aku malas... kamu duduk saja menungguku." sahut David.
Sudah hampir dua jam, tapi Iwan belum keluar dari kamar. David mulai bosan dan mengambil ponselnya menghubungi pria itu. Namun tidak ada jawaban.
“Sial ...!” gerutu David kesal.
“Ada apa bos, tidak sabaran?” Iwan nyeletuk dengan wajah belum puas. Dia terpaksa keluar sebelum bos nya melempar ponsel ke jidatnya.
"Pulang sekarang! aku mau istirahat." Jawab David yang sudah setengah mabuk.
“Maaf bos, aku selalu dibuat tidak berkutik oleh dia, sampai aku tidak berdaya.” kata Rina manja ikut keluar.
David muak mendengar suara Rina yang manja dibuat-buat. Dia berdiri Dipikirannya hanya ada Scarlet, gadis yang merubah hidupnya dari seorang petualang wanita cantik, menjadi pria alim yang selalu mengurung diri di ruangan kerjanya. Dimatanya Scarlet tidak ada tandingannya.
Mereka meninggalkan Barista. Rina tampak nggan melepas pelukan dan ciumànnya dari Iwan. Wanita itu juga candu dengan pria tersebut.
“Bos, besok aku ke rumahmu ya, atau kamu aja yang ke tempat kost, aku kebetulan off besok ....” bisik Rina bergelayut manja dengan Iwan.
“Besok aku sibuk, aku sekarang mau pulang." kata Iwan memberikan ciuman perpisahan pada Rina.
Pria itu pergi meninggalkan rasa kecewa dihati Nancy, wajah Nancy terlihat lesu, tidak ada senyumam di bibirnya yang biasanya tersungging.
“Kenapa ada aura negatif dari wajahmu Nan..." tanya Rina melihat rekannya yang cemberut.
“Bos bikin kesal, sok setia sama istri aku jamin dianya ìmpoten. Masa dia menolakku. Padahal aku kasi gratis, tapi dia malah nolak.” Nancy dengan kesal menceritakan hal tersebut kepada rekannya.
__ADS_1
"Jadi selama ini kamu belum pernah nemenin bos ya. Dia emang seperti itu. Aku dari dulu sudah kagum, pria kayak gitu suami idaman banget lho. Dia nggak mau ngasih miliknya ke wanita lain, apalagi wanita kayak kita ini. Pamali, kata dia."
"Aku penasaran sama istrinya, secantik apakah dia. Paling cantik oplasan kayak kita."
"Aku tidak kenal, mereka golongan atas, bisa memegang dia saja sudah beruntung."
"Aku ingin menyaingi istrinya, aku sangat tertantang."
"Kubur impianmu." sahut Rina tertawa. Dia sadar diri, darimana asalnya.
David langsung merebahkan diri diatas ranjang ketika sudah sampai di rumahnya. Pria itu màbuk hari ini. Hampir setiap hari dia mabuk untuk melarikan diri dari bayangan Scarlet.
“Bos aku kerja, aku cabut dulu." Iwan menggoyangkan tubuh David.
“Hhmmm ....” Hanya sebuah gumaman yang keluar dari mulut David.
Iwan keluar dari kamar David dan membiarkan pintu kamar terbuka. Disini banyak pengawal, pelayan juga, bos nya tidak mungkin ada yang merani mengganggu.
Iwan banyak berhutang budi kepada David. Kesuksesan yang dia miliki saat ini dan segala harta yang dia punya, semua berkat campur tangan David. Maka dari itu Iwan akan selalu berusaha membuat sahabatnya nyaman bersamanya.
"Ada Tuan?" tanya Lala kepada pengawal yang berada di depan.
"Ada nona, tapi Tuan lagi beristirahat tolong nona menunggunya di ruang tamu."
"Siapa kamu berani memerintahku, apa kamu mau dipecat?"
"Maaf nona ini perintah dari Tuan." kata pengawal itu.
"Kamu tahu sedang berhadapan dengan siapa, aku calon nyonya disini, jadi kamu bisa memilih keluar dari sini atau membiarkan aku masuk." pekik wanita itu geram.
"Biarkan dia masuk, kita semua akan menanggung akibatnya bila di pecat." Kedasih muncul dan tersenyum manis menyambut nona Lala. Dia sudah pernah di beritahu oleh nyonya besar bahwa nona Lala adalah calon tunangan Tuannya.
Kedasih tidak keberatan kalau Tuan bertunangan dengan nona Lala, karena dia tahu Tuannya hanya cinta kepada Scarlet, jadi tidak mungkin nona Lala bermesraan dengan Tuan, jadi Kedasih masih punya peluang untuk menjadi kandidat.
Kedudukan Kedasih sekarang adalah kepala pelayan. Dia sangat berkuasa dan ditakuti oleh pelayan lain, karena dia sering mengadu kepada Tuan.
"Kenalkan nama saya Kedasih kepala pelayan disini, nona. Silahkan nona masuk menemui Tuan."
__ADS_1
"Dimana Tuan?" tanya nona Lala tanpa basa basi.
"Ada di kamarnya, beliau baru datang dalam keadaan mabuk." jawab Kedasih mengekor.
"Siapkan makan malam aku akan menemani Tuan." perintah nona Lala.
"Jangan lupa menelpon nyonya besar dan mengabarkan aku datang. Kamu katakan Tuan mengajak aku ke kamarnya." kata Lala mengeluarkan uang biru untuk Kedasih.
"Baik nona." jawab Kedasih senang, lumayan lima puluh ribu. bathinnya.
Lala masuk ke kamar David dan pintu di kunci dari dalam.
Lala tersenyum penuh arti, dia lalu mendekati David dan menatapnya mesra. Sudah lama dia mencintai pria itu, tapi laki-laki itu tidak pernah menanggapi cintanya, dia ditolak mentah-mentah oleh David.
Nasib mujur saat ini menghampiri Lala. Api asmaranya yang sudah lama tersimpan sekarang akan terbalaskan. Lala akan menjebak David.
Dia lalu membuka pakaian David dengan hati-hati, karena pria itu badannya sulit digeserkan akhirnya Lala hanya bisa membuka sedikit pakaian David. Lala membuka kasar pakaiannya, seolah kelihatan seperti David sengaja merobeknya.
David tidur begitu pulas sampai dia tidak menyadari kalau ada Lala di sampingnya. Lala segera melahap bibir David tanpa ampun, sehingga David menggelinjang bangun dari tidurnya. Lala langsung memeluk David dan kembali menciumnya.
"Lala...kamu gila!!" bentak David mendorong kasar tubuh Lala. Kepalanya masih pusing akibat mabuk.
"David, kamu tega mendorongku setelah kamu meniduriku." Lala menangis turun dari ranjang. Dia berteriak dan berpura-pura sedih.
Suara ketukan dipintu membuat David menyeret langkahnya ke pintu, dia berharap Iwan yang datang, tapi...
Mamanya berdiri di depan pintu.
"Apa yang kamu lakukan David?" selidik mamanya menatap David yang berpakain minim.
"Tante, David telah memperkosaku." Lala berseru dan memeluk mamanya David. Raut wajahnya seketika berumah mendengar perkataan Lala.
"Tenanglah sayang...." suara nyonya besar sedikit gemetar. Dia sangat malu atas perbuatan putranya.
"Mama aku tidak melakukan apapun, aku mabuk." geram David.
*****
__ADS_1