
" Na berangkat ya Nek!."Sambil mencium tangan wanita tua itu, lalu mencium pipi nya.
" Andra juga Nek !"seru Andra,sambil mencium tangan tua itu juga"Hati-hati dijalan jangan ngebut Dra!.
"Iya nek..! "sahut Andra dan Saina bersamaan.
Saina duduk diboncengan motor Andra,
"Yok Dra..! "Seru nya.
Mereka pun berangkat menuju kantor Saina.
Saina membuka helmnya dan memberikannya pada Andra ."Hati-hati jangan ngebut, belajar yang rajin Ya! ucap Saina sambil memicit hidung Andra.
" Iya mbakku yang bawel ..!"seru Andra sambil berlalu dari sana,Saina tersenyum sambil memandangi sampai Andra dan motornya tak kelihatan lagi .
"Saina..! " Kamu sudah sehat, aku kangen banget ,seru Karin yang baru saja sampai.sambil memeluk sahabatnya itu erat..
"Aduh rin...! aku gak bisa nafas ni,sambil berpura pura kehabisan nafas.
Karin melepaskan pelukannya,"Iya tapi kan aku kangen lo Na..!
"Iya aku juga kangen! sahut Saina sambil berjalan menarik Karin , :Yok ntar terlambat.
Saina dan Karin pun berjalan beriringan.
"Saina.. kamu dah Sehat Na ?.
__ADS_1
Aldo tiba-tiba saja sudah berjalan disamping Saina.
"Sudah makasih ya!ucap Saina sambil tersenyum ,Aldo menganguk ,kemarin aku menjegukmu tapi kamu lagi istirahat, kamu suka bunga yang aku titipkan pada penjaga malam itu?.
"Bunga...Saina mengeryitkan kening nya ,seperti nya gak ada yang memberikan bunga. atau bunga yang dimeja kali.pikir Saina.
"Iya makasih ..!" ucap Saina, agar Aldo gak kecewa.
"Pagi pak ucap Karin dan beberapa karyawan lain yang ada disana, sambil mengangguk Hormat.
Saina dan Aldo melihat kearah yang dilihat Karin.
Dilihatnya Hans sedang berjalan kearah mereka ,
lidahnya tiba-tiba terasa kelu .
"Pagi pak..! Seru Aldo spontan .
Saina mengerti ,"Pagi pak ucapnya lirih,sambil menunduk gak berani melihat kearah Hans dan Bram yang kini ada didepan mereka .
Hans dan Bram memasuki Lift yang ada didepan mereka tanpa menghiraukan mereka.
Karin menarik Saina untuk memasuki lift
"Rin...Saina gak berani memarahi Karin karena ada Hans disana.pintu tertutup ,Aldo dan beberapa karyawan lain gak berani ikut masuk.
Didalam lift Saina menjadi tak tenang,dia mundur bersandar kedinding lift itu.
__ADS_1
dipandanginya punggung ,Hans yang ada didepannya .Ketika lampu lift menunjukkan angka 6.
"Rin .. , karin berbisik ketelinga Saina kita ikut saja nanti kita turun lagi.
Akhirnya lift berhenti diangka 10 dan pintu pun terbuka, Hans berjalan keluar diikuti Bram.
tanpa menoleh lagi kebelakang
Karin memicit tombol turun ke lantai tujuh.
Saina menghela nafas memejamkan matanya
"YA ALLAH AKU HARUS KUAT GAK BOLEH NANGIS.
DIA SUDAH MELUPAKANMU SAINA .
TERNYATA MELIHAT ORANG YANG KITA CINTAI TIDAK LAGI PERDULI ,SANGAT SANGAT MENYAKIT KAN ....
"Ayo Na, tarik karin,.Saina mengikuti karin memasuki ruangan kerja mereka, karin duduk dimejanya .
"Na ..!!! " kamu dari tadi melamun terus sudah sana kemejamu ,"seru Karin.
Saina menganguk, dia berjalan menuju meja kerjanya yang bersebelahan dengan karin.
Dia duduk terkejut mejanya bersih ,barang-barang nya sudah gak ada.
"Rin barang-barangku hilang gak ada semua! "serunya panik. sambil membuka laci laci meja kerjanya .semua barang yang ada dilacinya raib entah kemana.
__ADS_1
karin ikut memeriksa .kok bisa hilang seru nya gusar.
,