Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
PAgi Yang Indah


__ADS_3

Setelah setengah jam dikamar mandi .Saina keluar dibukanya pintu kabar mandi berlahan lahan , lalu melihat kekiri kanan kamar mencari Hans.


Dia tersenyum lega karena tidak melihat sosok Hans didalam kamar.


Saina keluar dilihatnya ada satu set pakaian diatas tempat tidur yang sudah diganti sprainya dan dimeja juga terdapat sarapan pagi yang sudah tersedia.


Dilihatnya ada sebuah kertas diatas meja.


"Selamat pagi istriku "


Dandan yang cantik


lalu sarapan pagi dan minum obat.


 


I ❤ Y


 


" I love you to" ucap Saina tersenyum bahagia.


ternyata Hans bisa romantis juga pikirnya dalam hati.


Saina selesai berdandan dan sarapan dilihatnya jam


menunjukkan pukul 7.40.


"Na buka pintunya dong!"suara Karin terdengar diluar kamar sambil mengetuk pintu.


Saina menghentikan sarapan nya membuka pintu kamar."Aduh Na kok lama banget bukanya kita dah terlambat Na " ucap Karin nyelenong masuk lalu melihat sekeliling kamar seperti sedang mencari sesuatu.

__ADS_1


"Suamimu mana ? " Tanya Karin masih berkeliling mencari seseorang.


"Suami ...maksudnya apa? ucap Saina bingung.


"kok Karin tiba tiba bertanya seperti itu.


Jangan jangan dia sudah tahu tentang Hans dan aku.


tapi dari mana dia tahu,Aku belum mengatakan padanya dan gak ada yang tahu kecuali......


"Na .. !"kenapa jadi bengong gitu, ternyata kau menganggapku orang lain sekarang mentang mentang jadi istri Presdir ,teman seperti aku ini jadi terlupakan ."ucap Karin sambil menganti pakaian tidurnya .


"Bukan begitu Rin aku cuma belum ada kesempatan untuk memberitahukan nya padamu .Aku juga kemarin masih takut , takut Hans marah padaku dan tidak mengakui pernikahan kami.


Aku juga gak tahu ternyata dia itu Presidir kita, aku mau memberitahumu kemarin tapi belum ada kesempatan.


"Maaf kan aku Rin.!"please jangan cemberut gitu dong , kalau cemberut gitu ntar cantiknya hilang ,Ntar Bram jadi ......"Saina tak meneruskan kalimatnya


"Jadi apa ..? "Jadi apa... Na?.


"Aduh ampun ...ampun... Rin"ucap Saina yang digelitikin Karin.


"Jadi Apa...? "tanya Karin sambil masih tetap mengelitiki pinggang Saina.


"Ampun Rin iya .."Jadi makin Cinta..."wkkk .....Saina tertawa tersenyum Senang karena sudah berhasil membuat wajah sahabatnya itu bersemu merah.


"Sudah peace Rin... ntar kita lanjut lagi ya..


kita sudah terlambat sudah jam 8 kurang 10 tu .Ntar kita kena hukum sama SiBos.


Karin buru-buru menyelesaikan acara dandannya .

__ADS_1


Sedang Saina menyiapkan sepatu dan tas sahabatnya itu.


"Ini belum selesai kau harus dihukum nanti ."cerocos Karin sambil memakai sepatu,dan mulutnya mengunyah roti yang disuapkan Saina.


Saina dengan sabar menyuapi sahabat nya itu karena dia tahu karin pasti belum sarapan.


"Sudah siap!


"Yok Na!"Ajak Karin menarik tangan Saina tuk keluar kamar .


"Minum dulu Rin."ucap Saina memberikan air minum kepada Karin.


Mereka berdua keluar kamar menuju ke halaman belakang hotel tempat diadakan acara Outing perusahaan , acara ramah tamah antara karyawan bersama para pimpinan anak cabang perusahaan yang berada dibawah naungan Artha Graha Grup juga pemberian penghargaan kepada karyawan yang loyal dan berdedikasi pada perusahaan.


Saina dan Karin berlari kecil karena terdengar pembawa acara sudah membuka acara.


"Ah.....! "Jerit karin yang hampir saja terjatuh karena menabrak tubuh seseorang, untung saja Saina cepat menahannya sehingga karin tidak terjatuh .


"Matamu ditaruh dimana!"bentak Bu Marni kesal , apalagi setelah melihat orang yang menabraknya itu adalah Karin ,wajahnya merah karena marah.


"Kamu lagi!" kamu ini . ..!"Bu marni gak jadi melanjutkan kata katanya, karena Maya tiba tiba bicara.


"Ma sudah ma Kan karin tidak sengaja juga ,karena gak lihat kita. Dsn mereka dari samping tadi"bela Maya yang duduk diatas kursi roda yang sedang didorong oleh Bu Marni.


"Saina makasih ya kemarin kamu sudah menolong aku, kalau tidak ada kamu mungkin hal yang lebih buruk bisa terjadi."ucap Maya tulus sambil mengengam tangan Saina.


"Itu bukan apa apa kok May aku cuma kebetulan ada disana,jadi gak mungkin aku membiarkan kamu yang sedang terluka seperti itu.


"Gimana apa sudah baikan?"tanya Saina tulus.


"Alhamdulilah kata dokter gak ada yang mesti dikhawatirkan,rawat jalan saja cuma harus kontrol ja,

__ADS_1


makanya bisa kesini .


"May acaranya dah dimulai tu! "kamu mau kesana juga kan ?"kita dah terlambat nih !" Maaf Bu kami duluan ya !"ucap Karin sambil menarik Saina meninggalkan Maya dan Bu marni.


__ADS_2