Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
Ceroboh...


__ADS_3

"Na .. dari mana saja ?"kau membuat semua orang cemas mencarimu, ucap Karin langsung memeluk sahabatnya itu.


"Ahk ... aduh!!"Tanganku sakit Rin..ucap Saina meringgis kecil menahan sakit ,karena tangannya yang terluka disengol Karin ketika dia memeluk Saina.


"Tanganmu kenapa Na? "Apa yang sudah terjadi? Bagaimana bisa tanganmu terluka begini?


"A......


"Stop...!!!"ucap Saina sambil menutup mulut karin dengan jarinya.karena kalau dia biarin ntar tu mulut gak bakalan berhenti bertanya..


"Nanti aku ceritakan dikamar ya.


"Wah ternyata kau masih selalu bersama sicerewet centil ini Na? "ucap togar sambil tersenyum pada karin.


"Hu enak saja ngatain orang cerewet , centil. cantik imut gini .


"Tapi ni wajah gak asing lah! "Hmm... Bang togar ya


ucap Karin sambil tersenyum karena sudah mengingat laki laki yang ada dihadapannya itu.


"Wah ternyata Kau masih ingat ma abang Rin.


"Iya lah masih ingatlah apalagi dengan suara dan logat batak abang tu tak mungkinlah aku lupa ma abang.


"Tapi makin ganteng saja kulihat abang sekarang kayaknya dah sukses nih ..ucap karin sambil tersenyum centil..


"Ah bisa saja kau memuji.. ucap Togar senang.


"Hmm..Maaf Saya penanggung jawab disini..

__ADS_1


Saya berterima kasih sekali karena anda sudah membantu mengantarkan karyawan kami kembali dengan selamat kesini."Ucap Bram yang tiba tiba sudah berdiri disebelah Karin.


"Oh gak perlu itu, Saina itu teman lama saya jadi sudah jadi kewajiban saya membantu teman.


ucap bang tagor sedikit formal bicara pada Bram.


"Na Rin abang permisi dulu .. ini kartu nama abang kalau kalian ingin berkeliling ketempat tempat wisata disekitar sini biar nanti abang antar..


tinggal hubungi no telpon abang ada disitu.


"Kalau kalian ada waktu abang ingin bawa kalian menemui mamak abang.


karena dia ingin sekali bertemu kalian orang yang sudah menyadarkan abang.


"Insya Allah bang . "Ucap Saina dan Karin.. bersamaan..


"Abang pulang dulu sebaiknya kau istirahat Na kau kelihatan capek sekali.


Bram membalas gengaman tangan togar lebih kuat..


"Pasti...! ucap nya tegas.


Saina dan Karin melambaikan tangannya melepas kepergian togar.


"Ayo Rin kekamarmu aku mo istirahat .. badanku terasa lelah sekali ucap Saina menggamit tangan Karin tanpa memperdulikan Bram.


"Na.. !"Aku lelah mo istirahat ucap Saina memotong ucapan Bram.lalu berjalan bersama Karin meninggalkan Bram yang hanya bisa menghela nafas.


"karin berjalan sambil melihat kebelakang melihat Bram yang terpaku melihat kepergian mereka.

__ADS_1


"Na.. kau berani sekali pada laki laki menyebalkan itu.


"Aku capek sekali Rin aku mo istirahat kamarmu dimana? "ucap Saina sambil menyandarkan kepalanya kebahu sahabatnya itu.


Karin tak banyak bertanya lagi dibawanya Saina menuju kamar nya.


Sesampainya dikamar Saina langsung berbaring ditempat tidur..


"Rin aku mau mandi dulu ..aku pinjam baju tidurmu.


Ucap Saina lalu berjalan menuju kamar mandi..


Saina keluar dari kamar mandi


lalu langgsung berbaring ditempat tidur .


Dan langsung terlelap tidur.. karena pengaruh obat anti sakit yang diberikan diklinik tempat mengobati lukanya tadi.. dan karena kelelahan juga.


"Karin yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecut.


Diselimuti nya sahabat nya itu.. dilihatnya tangan Saina yang terluka itu perbannya basah.


"Na ,..Na kau ini ceroboh sekali..


Aku harus mengganti perbannya yang basah itu,


kalau tidak ntar lukanys bisa infeksi karena basah.


Tapi dimana aku mencari perban untuk menganti perbannya yang basah itu . pikir karin.

__ADS_1


"Aku tanya saja karyawan hotel pasti mereka punya kotak obat P3K.


__ADS_2