Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
Gala Dinner


__ADS_3

"Maaf Bos ada yang mo dilaporkan."Ucap Bram merasa sedikit kikuk melihat Saina yang sedang memijat Hans.


Saina buru buru menghentikan pijatannya , tersenyum kikuk pada Bram akan tetapi matanya langsung terbelalak senang ketika melihat wanita yang berdiri disamping Bram.


"Rin kau disini "ucap Saina tertawa senang dan langsung mendekati Karin.


Dan mengajak Karin untuk duduk .


Sementara Hans membalikkan badan nya , lalu memakai kimono mandinya dan mengajak Bram untuk bicara.


"Mas aku dan karin kekamar dulu ya ,mau ngobrol sekalian mandi dah sore juga nanti malam bukannya ada acara Dinner ?.


Sekalian kami mo siap siap untuk acara nanti malam .


"Bolehkan?"Ucap Saina tersenyum Manja.


"Hm.. ya Mas juga masih ada urusan dengan Bram."ucap Hans ,lalu mengajak Bram untuk bicara.


Karin masih berdiri bengong mendengarkan Pembicaraan Saina dan Hans yang terdengar mesra


membuat jiwa jomblo nya seakan meronta-ronta.


Karin melirik Bram yang ada disampingnya .


"Apa nanti Bram bisa bersikap mesra seperti Itu.


Hans saja yang cool jutek gitu ja bisa berubah 180 derajat ketika berbicara pada Saina tadi.


"Hu bikin iri baper aja ni orang"Sungut Karin dalam hati.


Saina menarik Karin mengajaknya untuk kekamarnya.


Karin mengikuti Saina sambil mengerutu Kesal.


Saina membuka pintu kamar dan mempersilahkan karin untuk masuk .


Karin masuk memandang takjub melihat kamar yang ditempati Saina.


"Ini seperti kamar pengantin!" nguman nya lirih.


Saina membiarkan karin melihat lihat kesekeliling kamar ,dibukanya tirai jendela yang ada .Begitu tirai terbuka terlihat taman dan kolam renang yang mereka tinggalkan tadi.


Karin melihat Bram dan Hans sedang berbicara berdua dipinggir kolam.


"Rin aku mau mandi dulu ntar kita gantian mandinya."ucap Saina langsung masuk ke kamar mandi.


Karin menganguk mengiyakan kata kata Saina.


sambil matanya masih menatap keluar melihat Hans dan Bram yang masih mengobrol dipinggir kolam renang.


Ditutupnya tirai itu kembali .


Sekarang perhatiannya tertuju pada lemari besar yang ada dikamar itu disebelah lemari itu terlihat mejs rias yang diatasnya tertata rapi produk kosmetik bermerk yang lagi booming sekarang ini.


lalu dibukanya lemari besar yang ada disebelah meja rias , matanya kembali melihat beberapa pakaian baru yang merupakan produk branded merk ternama saat ini .


Didalamnya terdapat beberapa gaun yang indah

__ADS_1


di lemari itu juga tersusun beberapa tas sepatu dan aksesoris untuk wanita yang semuanya masih baru.


Karin terduduk di tepi tempat tidur melihat semua itu seperti mimpi baginya.


Berlahan air mata nya jatuh dipipinya .


"Alhamdulilah Na Akhirnya kamu bisa bahagia .


Karin merasa bahagia karena Saina sudah mendapatkan semua yang diimpikan semua wanita selama ini.


Menikah dengan orang yang mencintai dan menghargai wanita .Apalagi seperti Saina sekarang


yang menikah dengan Hans yang sangat menyayangi dan mencintai Saina sepenuh hati.


Karin bisa merasakan bahwa Hans benar benar mencintai Saina terjawab sudah semua rasa penasaran dihatinya ketika melihat Hans begitu khawatir ketika melihat Saina pingsan waktu itu.


Dan mengapa Bram waktu itu bertanya mengenai Saina.


"Rin.. kenapa kau menangis ?" Tanya Saina cemas melihat Karin duduk Sambil menangis.


"Selamat Na aku turut Bahagia melihatmu seperti ini sekarang "Ucap Karin sambil memeluk sahabatnya itu.


Saina dan karin berpelukan menangis bahagia.


"Makasih Rin ,doakan kami bisa bahagia bisa menjalani rumah tangga kami dengan baik ."Ucap Saina sambil tersenyum menghapus air mata sahabatnya itu.


"Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu Na, Semoga kalian bisa menjadi keluarga yang SAMAWA


(SAKINAH MAWADAH WAROHMA)."ucap Karin tulus.


"Sudah mandi Sana !"Saina mendorong Karin menyuruhnya untuk mandi.


"Tapi aku tidak membawa pakaianku kesini Na.


"Kau bisa pilih gaun yang ada didalam lemari ini dan memakainya untuk acara nanti malam "ucap Saina sambil membuka pintu lemari yang ada didepan mereka.


"Itu gaun gaun Mahal Na."Hans memberikannya untukmu ,dia pasti marah kalau tahu kau memberikannya padaku.


"Sudah pergi mandi !"Hans tidak akan marah kalau aku memberikan gaun itu untuk mu.


"Tapi Na.!" Karin masih terlihat ragu ragu dan sedikit bimbang .


"Apa kau mau aku memandikanmu Nona Karin"Ucap Saina mulai kesal atas sikap Karin yang takut atas sesuatu yang menurut Saina tak perlu ditakutkannya.


Karin akhirnya masuk kekamar mandi.


Disana dia kembali takjub dengan desain interior yang ada dikamar mandi itu.


Sementara Saina sedang memilih milih gaun yang


akan dikenakannya nanti malam.


Pilihan Saina jatuh pada gaun berwarna putih dengan potongan kerah model Sabrina, dengan lengan panjang .


Saina duduk didepan meja rias dan mulai berhias.


Dikeringkannya rambut nya yang basah dengan Hair dryer.

__ADS_1


Setelah selesai merias wajahnya Saina pun memakai gaun yang dipilih nya tadi.


"Wow Na kau cantik sekali seperti seorang putri."ucap Karin yang baru saja keluar dari kamar mandi, dia merasa takjub melihat Saina yang sudah selesai berhias.


Saina mengerai rambut panjangnya lalu mengepang bagian depannya sebagian dan menyematkan pita putih dibelakangnya.


Membuat penampilannya terlihat anggun apalagi ditunjang juga dengan riasan yang natural alami.


Membuatnya seperti seorang peri atau putri .


"Sudah ayo cepat aku akan membantumu berhias."Ucap Saina sambil menarik Karin dan mendudukkannya di depan meja rias.


Karin Hanya bisa pasrah membiarkan Saina meriasnya.


Setelah selesai Saina menyuruh Karin untuk memilih gaun yang ada didalam lemarinya.


Karin memilih gaun berwarna biru muda , lalu memakainya.


Sekarang mereka berdua bagaikan dua orang peri cantik yang turun dari kahyangan.


karin terlihat sangat cantik dengan hiasan rambut mirip seperti Saina.


Saina memilihkan sepatu dan tas yang sesuai untuk mereka pakai.


Setelah selesai semuanya Karin dan Saina mematut diri didepan kaca . Mereka berfua berpegangan tangan saling berputar seperti sedang berdansa.


dan mereka tertawa gembira bersama.


"Tok tok..tok.. tiba tiba terdengar suara ketukan didepan pintu.


Saina karin berhenti tertawa. Saina lalu membuka pintu Kamar .


Begitu pintu terbuka ,Hans dan Bram sudah berdiri didepan pintu sambil melihat jam ditangannya.


"Hans memandangi Saina dari bawah sampai atas.


"Kau cantik sekali."Ucapnya tersenyum hangat.


Begitu juga Bram langsung terpesona melihat karin yang terlihat anggun dan cantik.


"Pantasan dandannya lama sampai berjam jam , hasilnya sangat menakjubkan. "ucap Bram dalam hati.


Saina tersipu malu mendengar pujian Hans padanya.


"Bisa kita pergi sekarang Nona Nona cantik "ucap Hans Sambil meraih tangan Saina.


"Saina tersenyum mengangguk pelan.


Tapi baru saja beberapa langkah, Saina berhenti dan berkata.


"Mas sebaiknya kita tidak pergi bersama nanti ada yang curiga "Ucap Saina memberi alasan kepada Hans.


"Baiklah kalau begitu Kalian berdua pergi kesana lebih dulu , Karena ada urusan yang harus Mas bicarakan dengan Bram"ucsp Hans sembari mengajak Bram pergi kekamarnya sebentar.


Saina mengajak Karin pergi menuju ruangan tempat diadakan Gala Dinner malam ini.


Mereka berdua berjalan dengan Anggunnya membuat mata lelaki maupun wanita yang mereka lewati menatap kagum pada kecantikan dan keanggunan kedua wanita cantik itu.

__ADS_1


__ADS_2