Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
KEKHAWATIRAN HANS.


__ADS_3

Malam itu Saina sangat bahagia karena bisa berkumpul kembali dengan Sahabat sahabat yang sudah lama dirindukannya.


Malam itu mereka bercanda tertawa bahagia.


Hans sangat senang melihat istrinya tersenyum tertawa bahagia malam itu.


Sampai tiba tiba saja ponsel milik Hans berdering.


"Halo Mas ,Mas Hans cepat pulang Mama sakit Mas."Ucap Hana sambil menangis .


"Apa Mama Sakit.?Tanya Hans terkejut dengan apa yang baru didengarnya."Wajahnya berubah tegang.


"Iya Mas, Mama sekarang lagi diperiksa dokter dirumah sakit, Mas cepat pulang kasihan Mama Mas."Ucap Hana masih sambil menangis.


"Papa dimana ,Apa Papa sudah disana?"Tanya Hans lagi kepada Hana adiknya.


"Papa sedang bicara dengan Dokter Mas"Jawab Hana lagi.


"Ya sudah Mas akan segera pulang , kabarin terus keadaan Mama .


"Mas usahakan bisa pulang sekarang."Ucap Hans masih dengan wajah khawatir.


"Mas tutup dulu ."Ujar Hans sambil menutup telponnya.


"Ada apa Mas apa ada yang terjadi?"Tanya Saina beruntun karena dia melihat wajah Hans yang begitu tegang ketika menerima telepon tadi.


"Bram cepat atur kepulanganku ke Jakarta Sekarang.


Aku harus sampai ke sana secepatnya."Ucap Hans pada Bram.


"Maaf Aku harus kembali kejakarta malam ini tadi Hana menelpon katanya Mama sakit dan sekarang lagi dirawat dirumah sakit.


"Kalau malam ini gak mungkin bisa mengejar penerbangan terakhir ."Ucap Bram.


"Karena penerbangan dari medan kita harus kembali kemedan dulu.


"Paling bisa kita boking penerbangan pertama besok pagi."Ucap Bram


"Pokoknya kita berangkat sekarang kemedan , dan berangkat kejakarta dengan penerbangan pertama."ujar Hans lagi.


Hans terlihat begitu tegang sampai dia gak menjawab pertanyaan Saina tadi.


Saina menjadi ikut tegang kegembiraan tadi berganti dengan rasa cemas dan khawatir.


"Ayo kita berangkat sekarang ."ucap Hans kepada Bram.


"Apa kami bisa ikut medan? tanya Hendra kepada Hans.


"Tidak usah kalian tetap disini saja nikmati liburan kalian disini.


"Nanti aku kabarin tentang keadaan Mama "Ucap Hans kepada Hendra .


"Ayo ."Hans menari tangan Saina untuk mengikutinya .


Hans melangkah terburu buru sambil memegang tangan Saina yang sedikit kesusahan mengikuti langkah kakinya.


Sedangkan Bram mengajak Karin untuk ikut mereka.

__ADS_1


Bram berjalan sambil menelpon memerintahkan supir untuk bersiap siap.


Sesampainya didepan hotel 2 mobil sudah menunggu.


Hans langsung mengajak Saina untuk Masuk ke mobil yang paling depan.


Sedangkan Bram dan Karin masuk kemobil yang satunya lagi.


Mobilpun melaju meninggalkan Hotel,Berjalan beriringan.


Didalam mobil Hans terlihat gelisah, duduk diam sambil memejamkan matanya.


Sedangkan Saina hanya bisa memandangi Hans tanpa berani berbicara untuk bertanya.


Karena dia gak ingin membuat Hans tambah kalut.


Sedangkan dimobil yang lain.terlihat Bram sedang sibuk dengan Ponsel miliknya.


Hans cukup lama Hanya diam tenggelam dalam pikirannya sendiri .


Hans tersadar setelah mendengar ponsel nya berdering.


"Halo Pa ,Gimana keadaan Mama Pa? tanya Hsns kepada Papanya Tuan Artha.


"Mama masih berada diruangan Icu, dia mssih belum sadar."Ucap Pak Artha yang terdengar sangat mengkhawatirkan istrinya itu.


"Hans akan secepatnya pulang Pa."Ucap Hans dengan wajah yang sangat gelisah.


"Ya cepatlah pulang Mama pasti senang kalau kau ada disini didekatnya."Ucap Pak Artha lagi.


Pak Arthapun mengakhiri panggilan telponnya.


Saina hanya diam mendengar pembicaraan Hans dengan Papanya itu.


Dia bingung harus bagaimana.


Digenggamnya tangan Hans mencoba memberikan dukungan nya kepada Hans.


Hans melihat kearah Saina mencoba mengulas senyumannya untuk Saina yang memandang khawatir kepadanya.


"Maaf aku sudah mengabaikanmu tadi ."ujar Hans sambil menarik Saina dalam pelukkannya.


"Gak perlu Mas minta maaf begitu, Aku tahu Mas sekarang sedang merasa khawatir akan keadaan Mama Mas.


"Mas gak usah memikirkan aku , Mas Harus kuat dan harus sabar .


"Sekarang ini yang bisa kita lakukan hanya berdoa,


Semoga ALLAH segera mengangkat penyakit Mama Mas agar Mama bisa sembuh seperti biasanyanya."ucap Saina sambil menatap Hans hangat.


"Iya makasih karena sudah mau mengerti dan makasih sudah mau mendoakan untuk kesehatan keselamatan Mama."ucap Hans sambil memeluk Saina membenamkan wajah Saina didada bidangnya ,lslu mencium puncak kepala Saina.


"Mas istirahat saja biar nanti sesampai dibandara bisa lebih segar ."Ucap Saina Sambil mengangkat kepalanya menatap Hans lembut.


Saina tersenyum menggeser tubuhnya lalu menarik tubuh Hans dan meletakkan kepala Hans dipangkuannya.


Hans mencoba tersenyum sambil memandangi wajah Saina ,Lalu dia memejam kan matanya sambil wajahnya menghadap perut Saina.

__ADS_1


Saina menghela nafasnya sambil tersenyum .melihat Hans mulai memejamkan matanya.


Dibelainya dsn diusapnya kepala Hans lembut , sampai akhirnya Hans pun tertidur lelap dipangkuannya.


Hans tertidur, Karena tubuh dan pikiran nya begitu lelah karena adanya peristiwa kemarin ditambah lagi dengan masalah Bu Hani yang lagi sakit sekarang.


Saina memgusap usap kening Hans dengan perasaan sayang , akhirnya tak lama kemudian Saina pun tertidur juga sambil masih tetap memangku kepala Hans dalam pangkuan


mereka berdua pun tertidur di sepanjang perjalanan menuju Bandara .


Tepat jam satu malam mereka sampai di Bandara .


Bandar udara Kuala Namu terlihat tidak begitu ramai.karena mereka sampai sudah tengah Malam.


Bram turun terlebih dahulu dari mobil nya.


lalu mendekati Mobil yang dinaiki Hans dan Saina.


"Bos dan Nona masih tertidur ,Mas Bram ucap Pengawal yang duduk didepsn bersama supir.


"Ya sudah biarkan mereka tidur , masih ada waktu sekitar 3 jam lagi sebelum berangkat.


"Kalian tetap berjaga disini .


Saya akan mengurus keberangkatan Bos nanti sekalian Cek In."ucap Bram memerintahkan anak buahnya untuk berjaga jaga dan membiarkan Hans dan Saina yang masih tertidur di dalam mobil.


Bram kembali ke mobil yang dinaiki nya tadi mengambil tasnya .


Dilihatnya karin masih tertidur didalam mobil.


ditutupnya pintu Mobil lalu berpesan kepada supir


dan pengawalnya untuk berjaga jaga.


lalu dia dan seorang pengawal lainnya beranjak pergi memasuki bandara untuk mengurus segala sesuatu untuk keberangkatan Hans nanti.


Setelah beberapa waktu kemudian Saina tersentak bangun.


Saina bermimpi sedang bersama Hans disuatu tempat , Berjalan bersama sambil bergandengan tangan sambil tertawa bersama .


Mereka berdua terlihat bahagia bercanda , Saina berlari lari kecil lalu Hans mengejar nya .


Hans menangkap Saina memeluknya lalu mengendong Saina sambil berputar putar.


mereka tertawa bahagia.


Saina melihat ada seekor kupu kupu yang lucu , Hans meninggalkan Saina mengejar kupu kupu itu ingin menangkapnya .


Saina memandangi Hans dari kejauhan.


tiba tiba Saina tak melihat Hans lagi,karena tiba tiba seluruh tempat itu tertutup kabut putih.


Saina berlari mencari cari Hans ,Sambil memanggil manggil Hans cemas.


"Mas..!


Dan akhirnya Sainapun terbangun dari mimpi buruknya itu.

__ADS_1


__ADS_2