
"Aduh kenapa Mas disitu."Ucap Saina panik melihat Hans berdiri didepan pintu sambil memegang bantal yang dilemparnya tadi.
Hans hanya diam memandangi kamar yang terlihat berantakan karena ulah Saina dan dua sahabatnya itu.
"Maaf Mas kami permisi dulu."Ucap Sarah diikuti Karin.
"Hei kalian berdua mau kemana ?"Teriak Saina ingin mengejar Karin dan Sarah yang keluar kamar sambil menjulurkan lidahnya sambil berkata,
"Selamat bersenang senang ."Ucap Karin sambil mengedipkan matanya kepada Saina.
Membuat Saina wajahnya merah karena malu.
"Rin ,Rah awas ya kalian ,"Ucap Saina ingin mengejar Karin dan Sarah yang sudah keluar kamar .
Tapi langkah Saina tertahan karena kini didepannya Hans sudah menghadang langkah Saina dengan tubuhnya, Lalu Hans pun menutup pintu kamar dan menguncinya.
Saina yang masih merasa kesal kepada Karin dan Sarah melampiaskannya pada Hans.
Dengan memasang wajah cemberut kesal.
"Biarkan aku keluar Mas."Ucap Saina mencoba membuka pintu kamar dengan mengulurkan tangannya meraih gagang pintu yang ada dibelakang tubuh Hans.
"Biarkan mereka ,Kalian ini benar benar seperti anak kecil ."Ucap Hans sambil mengendong Saina dan menduduk kannya di pinggir tempat tidur.
"Aku mau tukar pakaian dulu ." Ucap Saina sambil ingin berdiri.
"Nanti saja aku masih ingin memandangimu seperti ini."Ucap Hans sambil berjongkok sambil matanya menatap Saina.
Membuat Saina merasakan tubuhnya terasa bergetar karena Hans memandanginya seperti itu.
Saina membuang pandangannya gak berani menatap Hans balik.
Hans pun memegang dagu Saina agar Saina menatap kearahnya.
"Kenapa menghindar ?"Apa aku gak boleh memandangi wajah istriku?"Kalau istrinya gak mau dipandangi ya sudah aku pandangi wanita cantik lain saja diluar sana."Ucap Hans sambil berpura pura hendak berdiri.
"Enak saja gak boleh."Ucap Saina sambil tangannys memeluk leher Hans membuat Hans tak bisa berdiri .
"Awas saja kalau matanya suka jelalatan ."Ancam Saina kepada Hans.
"Kan sayang kalau ada barang bagus gak dilihat ntar mubajir ."Ucap Hans masih mengoda Saina.
"Pokoknya gak boleh kalau tidak........
Saina gak menyelesaikan kalimatnya
"Kalau tidak apa?"Tanya Hans sambil tersenyum menggoda.
"Kalau tidak aku gak mau dekat dekat Mas lagi ."Rajuk Saina sambil menarik bibirnya cemberut dan dengan mata terbuka penuh (melotot)π€¨π€¨
Hans tersenyum senang melihat ekspresi istri nya itu.
"Benar gak mau dekat dekat."Goda Hans lagi kepada Saina.
"Iya pokoknya kalau Mas berani macam macam diluar sana aku gak mau ada didekat Mas lagi.
__ADS_1
"Ucap Saina semakin gusar digoda Hans seperti itu.
"Tapi kemarin ada tuh yang menangis satu malaman dan gelisah gak bisa tidur ,karena gak ....
Hans gak bisa melanjutkan kalimatnya karena Saina mencubiti pinggangnya gemas.
"Aduh aduh Na Sakit nih," Ucap Hans pura pura kesakitan.
"Rasain Mas jahat Senang lihat aku menangis seperti itu ."Ucap Saina dengan wajah kesalπππ€¨
"Hans tertawa senang melihat Saina yang sedang kesal itu.
"Dari mana Mas tahu aku nangis, siapa yang bilang , lagian kemarin aku nangis karena lukaku sakit bukan karena Mas."Ucap Saina memberi alasan pura pura merasakan luka ditangannya sakit.
"Jadi bukan karena rindu kangen sama Mas,"Ucap Hans memasang wajah memelas.
"Ya Sudah kalau gak kangen ,"Ucap Hans sambil berdiri
Saina diam saja membiarkan Hans berdiri
(Rasakan emang enak dikerjain."Ucap Saina dalam hatiπ)
Saina mengira Hans akan beranjak pergi sehingga dia ikutan berdiri ,"Ingin mengganti pakaiannya yang terasa sedikit berat.
Tapi baru saja berdiri Hans sudah meraih pinggangnya dan menarik Saina kedalam peluk kannya.Lalu dengan cepat Hans mendaratkan bibirnya dibibir Saina.
Dan akhirnya merekapun berciuman cukup lama.
Sampai Saina terengah engah karens kehabisan nafas baru lah Hans melepas kan ciumannya di bibir Saina dan kini ciumannya malah beralih keleher Saina membuat Saina gak bisa menolaknya.
Tiba tiba terdengar suara ketukan yang keras di daun pintu kamar mereka.
Hans gak perduli tetap mencumbui Saina.
"Mas ada yang mengetuk pintu ."Ucap Saina sambil mendorong tubuh Hans untuk menjauh dari tubuhnya.
Hans akhirnya menghentikan aksinya sambil memandang kesal ke arah pintu kamar.
Sedangkan suara ketukan semakin keras terdengar.
Hans pun berdiri membenahi pakaiannya.
lalu menuju kepintu.
Gambar visual HANS PRASETYO PRATAMA
Visual Gambar . SAINA NAMIRA
__ADS_1
Saina pun berdiri membenahi pakaian nya juga dan mengikuti Hans yang berjalan dengan kesal karena merasa terngangu gak bisa melampiaskan hasratnya yang sudah dua hari ini tak tersalurkan.π€£π€£π€£π€£
(Kasihan deh lo Hans gak jadi buka puasa)πππ
Begitu pintu terbuka terlihat Hana berdiri dengan wajah cemas .
"Mas cepat Mas tolong Selin ,"Ucap Hana ter bata bata sambil menarik Hans untuk ikut dengannya.
Hans tertegun gsk mengerti membiarkan Hana menarik tangannya.
Tapi Hans tak lupa menarik tangan Saina yang berdiri dibelakangnya untuk mengikuti nya dan Hana.
Mereka pun memasuki lift dan Hana memijit nomor dua .
Hana terlihat tegang menunggu dengan gelisah memandangi pintu lift .
Sedang Hans terlihat tenang membiarkan Hana tanpa bertanya tanya kepada adiknya itu.
Karena tahu Sekarang Hanz sedang dalam keadaan panik , jadi lebih baik dis mengikuti Hana dan melihat apa sebenar nya yang sedang terjadi.
Sainapun hanya diam disamping Hans tak ingin bertanya .
Hans mengengam erat jemari Saina. sambil tersenyum untuk menenangkan Saina.
pintu lift terbuka Hana berjalan dengan cepat menuju suatu ruangan .
diruangan itu terlihat Bram dan beberapa sekuriti sedang berdiri sambil berbicara pada seseorang disana.
Hans dan Saina tertegun melihat Selin sedang berdiri diatas balkon sambil menangis sedih.
"Lin turun Lin ini Mas Hans sudah ada disini."Ucap Hana sambil menangis meminta Selin untuk turun dari atas balkon itu.
"Aku gak mau jangan mendekat "Ucap Selin Sambil menangis.
Hans menghela nafas melepaskan gengaman tangannya dari Saina,memandang kepada Saina sebentar lalu melangkah mendekati Kebalkon tempat Selin sedang berdiri sekarang.
Hans berbisik pada Bram menyuruh mereka untuk menjauh.
Bram menganguk mengerti lalu keluar ruangan itu bersama beberapa sekuriti.
"Jangan mendekat Mas."Ucap Selin kepada Hans.
"Biarkan aku mati aku gak mau hidup lagi , aku sudah kehilangan Mas, aku gak bisa hidup tanpa Mas , Aku sangat mencintai Mas.
"Aku gak ingin hidup lagi ,aku malu pada semua orang ,Aku malu mas."
Biarkan aku mati biar aku gak menderita seperti ini lagi."Ucap Selin dengan berurai air mata.
"Jangan bertindak ceroboh semua bisa dibicarakan,
kalau kau mati seperti ini tak akan menyelesaikan masalah.
kematian seperti ini paling dibenci."Ucap Hans sambil berlahan berjalan mendekati Selin .
"Aku Senang bisa melihat Mas untuk terakhir kalinya." Ucap Selin tersenyum dan berlahan mundur kebelakang.
__ADS_1
"Selin...Jerit Hana .melihat Tubuh selin jatuh kebawah tanpa sempat diraih oleh Hans.