Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
Cincin Berlian Bu Marni.


__ADS_3

Saina dan Karin menjadi pusat perhatian pada acara itu Semua mata memandang takjub pada kecantikan kedua gadis itu yang terlihat Bak seorang putri yang annggun cantik alami tanpa riasan mencolok menor,


"Yah kecantikan mereka keluar dari hati mereka yang bersih sehingga semua orang merasa senang melihat


mereka.


Saina dan Karin duduk bersebelahan dimeja yang sudah disediakan untuk mereka.


Beberapa karyawan wanita memandang iri kepada mereka karena merasa heran kenapa Saina yang dulunya hanyalah karyawan biasa seperti mereka kenapa hanya dalam beberapa hari terakhir statusnya bisa menjadi begitu penting dan sekarang cara berpakaian nya juga jauh berbeda, sekarang ini barang barang yang dipakai oleh Saina merupakan barang barang branded mahal.


Dan dia terlihat jauh lebih cantik sekarang.


"Lihat tuh SiSaina dan karin cantik banget mereka sekarang .Dan pakaian yang mereka pakai pasti Mahal , Pasti mereka itu jadi simpanan Om Om senang deh, makanya mereka bisa membeli barang barang mahal seperti itu ,kalau dari gaji mereka saja mana mungkin bisa membeli barang barang itu.


"Benar tuh lihat saja tuh dari tadi para laki laki petinggi perusahaan dari tadi melotot melihati mereka."Ucap karyawan yang lain.


Pembawa acara sudah naik kepanggung dan memulai Acara Gala Dinner.


Terlihat Maya Sedang duduk anggun diatas sebuah kursi .


Mengenakan gaun panjang berwarna hitam dengan rambut disanggul cepol membuat dia terlihat sangat cantik malam itu.


Maya dan Seorang pria dengan lugas membuka acara Dinner Malam itu.


Saina memandang gelisah kearah pintu masuk.


"Kenapa Hans dan Bram belum juga muncul " Pikirnya.


Memang tadi pembawa Acara sudah mengatakan Bahwa Presdir Akan Datang terlambat malam ini.


Saina membuka tasnya mengambil mengeluarkan ponsel yang ada didalamnya.


Dan jemari Saina mulai bergerak lincah menyentuh layar Ponselnya.


"Mas dimana Kenapa belum datang kemari ,acara sudah dimulai ?" Tanya Saina melalui pesan Wa nya.


Tak lama terasa ponselnya bergetar .


"Mas masih ada urusan yang penting yang harus diselesaikan malam ini, mungkin datang agak sedikit terlambat .


"I Love You 💗💗💗".


"Ada Apa Na ?"Apa sudah ada kabar dari mereka ?"Tanya Karin beruntun.


"Mereka ada urusan jadi datang terlambat ."Jawab Saina lesu.


Saina kehilangan semangatnya.


"Untuk apa berdandan seperti ini kalau orang yang membuatnya berdandan cantik tidak ada disini.

__ADS_1


"Boleh kami duduk disini Nona Nona cantik "Ucap Aldo sambil tersenyum .


Dia datang bersama Seorang pria paruh baya yang memandangi karin Dan Saina penuh Gairah.


Kalian pasti sudah mengenal ini Mr.Harry kolega kita yang dari Singapura.


Saina dan Karin tak dapat menolak permintaan itu.


Dan Hanya bisa mengangguk pelan.


Aldo dan Mr Harry duduk satu meja dengan mereka.


"Kau sangat cantik malam ini Na" ucap Aldo memandangi Saina penuh Nafsu ingin memiliki.


Sementara Mr. Harry mencoba berbicara pada Karin yang terlihat dengan terpaksa menjawab pertanyaan demi pertanyaan lelaki itu.


"Maaf .Mr Harry Kami tinggal dulu "Ucap Saina sambil mengajak Karin .


"Mau kemana ?Biar Saya temani"Ucap Mr.Harry dengan logat khasnya.


"Terima kasih Mr , kami Hanya mau ke toilet Sebentar Ucap Saina ,Lalu menarik Karin meninggalkan meja itu.


"Ah Akhirnya bisa lepas dari Buaya buaya darat itu" Ucap Saina lega.


"Iya Na kau tahu kepalaku pusing menjawab pertanyaan pertanyaan Mr. Harry yang tak penting itu."gerutu Karin kesal.


"Nanti kita cari cara supaya bisa menghindari mereka.


Setelah beberapa Saat mereka didalam Toilet ketika meraka berdua mematut diri berkaca membenarkan riasannya tiba tiba Bu marni Muncul dan melihat mereka lalu dia pun tersenyum Ramah pada Saina dan Karin.


"Oh Ada Nak Saina dan Karin .


"Kalian berdua terlihat cantik sekali malam ini."ucap Bu marni memuji Saina dan Karin.


"Ah ibu ini bisa aja ,Biasa aja kok Bu "Ucap Saina tersenyum kecil.


"Alhamdulilah sepertinya Bu marni sudah berubah mungkin dia sudah sadar karena kejadian siang tadi" pikir Saina senang.


"Kesambet setan apa Ibu ibu satu ini "Pikir Karin heran dengan perubahan sikap Bu marni yang berubah sangat drastis .


"Apa ibu bisa meminjam alat kosmetik Kalian ibu tadi lupa bawa,"ucap Bu Marni ramah.


"Boleh Bu !."Ucap Saina sambil menyuruh Karin meminjamkan kosmetiknya.


Karin menyodorkan dompet kecil berisi alat kosmetik nya kepada Bu marni.


Bu marni pun menerimanya lalu dengan tersenyum ramah mulai berhias membenahi riasan wajah nya .


Saina dan Karin memilih menunggu diluar.

__ADS_1


Setelah beberapa Saat Bu marni pun keluar dan menyerahkan dompet kosmetik milik Karin.


"Makasih Ya kalian anak yang baik dan Cantik ."ucap Bu marni Ramah.


"Sama sama Bu"Balas Saina tersenyum tulus.


"Kami Duluan dulu ya bu"Ucap Saina mengajak Katin Kembali memasuki ruangan pesta.


Saina dan Karin berjalan menuju meja Hidangan yang sudah tersedia secara prasmanan.


Disana tersedia berbagai macam makanan .


ada makanan luar seperti steak , spageti ,laksa dan pasta juga ada makanan makanan penutup dan makan makan lain yang Saina tak tshu namanya.


Saina dan Karin mengambil makanan yang menyediakan makanan khas indonesia yang gak banyak peminatnya .


karena karyawan yang lain sepertinya lebih tertarik makan makanan Ala -ala Eropa dan jepang.


Biar dibilang lebih berkelas.


Saina dan karin mengambil beberapa makanan dan membawanya lalu duduk dikursi dekat meja hidangan.


Ketika mereka menikmati makanan yang mereka Ambil tadi tiba tiba terdengar suara seorang Wanita yang sedang menanggis panik.


Membuat beberapa Orang berkumpul mengelilingi perempuan itu.


Saina menghentikan makan nya, Sedangkan Karin tetap melanjutkan makannya .


Melihat Karin tak perduli Saina pun memilih melanjutkan makannya."pikirnya lebih baik gak usah ikut campur urusan orang.


"Maaf saudara saudara sekalian kami hanya ingin mengimbau bagi yang menemukan cincin bertahtakan berlian milik Bu marni yang tertinggal tadi di toilet Harap mengembalikannya segera tapi kalau ada yang menemukan tapi tidak mau mengembalikannya maka kami akan bertindak dengan tegas."Ucap kepala sekuriti hotel tegas dan penuh ancaman.


"Saya akan menghitung mundur satu sampai 10 kalau sampai batas waktu itu tidak ada yang mengaku dan mau mengembalikan cincin tersebut mska kami dengan sangat terpaksa melakukan beberapa kebijakan.


Lalu kepala sekuriti itupun mulai menghitung mundur sampai sepuluh dan tak ada satupun orang yang mengaku dan mengembalikan cincin tersebut.


Sementara Saina dan Karin tidak begitu perduli dengan hal itu.mereka kembali melanjutkan menyantap makanan mereka.


"Baiklah karena tidak ada yang mengembalikan cincin Milik Bu marni tadi setelah saya memberikan waktu keringanan untuk mengembalikan cincin tersebut maka dengan terpaksa kami harus mengeledah Anda semua tanpa terkecuali.


Diharapkan para hadirin semua jangan ada yang meninggalkan tempat ini.


Semua pintu masuk dan keluar ruangan itupun ditutup. Lalu beberapa orang keamanan mulai mengeledah para karyawan dan tamu yang ada diruangan itu.


Maaf Mbak bisa kami memeriksa Tas yang Mbak bawa"Ucap seorang sekuriti kepada Saina.


Saina mengangguk setuju dan menyerah kan tas milik nya untuk diperiksa.


Sekuriti itu memeriksa tas milik Saina dan tak menemukan cincin yang mereka cari .

__ADS_1


sementara sekuriti yang lainnya sedang memeriksa tas yang dibawa Karin.


Maaf Mbak Sebaiknya ikut Saya"Ucap Sekuriti itu dingin kepada Karin.


__ADS_2