
Bram keluar dari ruangan itu ,sekarang hanya ada Saina dan Hans diruangan itu.
Saina melirik kearah Hans dilihatnya ,Hans fokus melihat Laptop yang ada didepannya tanpa sekalipun melihat kearah nya .
Saina menelan ludah nya yang tiba-tiba saja terasa pahit,dia duduk dan melihat map yang bertuliskan ,
TUGAS DAN PERATURAN
ASISTEN PRIBADI PRESDIR.
Matanya tiba-tiba terbelalak membaca tulisan itu
ASISTEN PRIBADI, yang bener aja ini orang seenaknya memindahkan aku menjadi Asisten pribadinya, bukankah Bram itu asisten pribadinya,kenapa.....!" Ah... Saina menghela nafas nya yang tiba-tiba terasa berat.
Dibukanya lembar pertama disitu tertera beberapa peraturan ,dan tugas yang harus dilakukan seorang Asisten pribadi .
Jangan membantah apa yang diperintahkan Bos
Utamakan kepentingan Bos diatas kepentingan
pribadi.
3.Mengikuti kemanapun Bos berada.
__ADS_1
4.Menyediakan segala kebutuhan pribadi Bos.
Saina membaca semuanya dengan wajah berubah tegang ..
ini peraturan membuat kepalanya pusing membacanya.
Gila bener apa aku bisa melakukan semua peraturan yang ada dibuku ini . sepertinya pekerjaan ini gak cocok buatnya ,mana mungkin dia bisa seperti Bram yang selalu sigap siap sedia selalu menemani kemanapun Hans pergi.
Apa aku menyerah saja ya,mungkin lebih baik aku mengundurkan diri saja ,aku tahu Hans pasti ingin membalas dendam padaku. buktinya dia sama sekali gak memperdulikan keberadaanku disini.
Kenapa itu mata gak pernah lepas melihat Layar laptop itu, pikir Saina kesel bibirnya cemberut mancung lima inci.
Sekarang pake senyum senyum sendiri lagi,dasar lelaki sinting lagi kerja bisa senyum-senyum sendiri.
"Hmm..hm..." Maaf Pak , sepertinya saya gak cocok dengan pekerjaan ini." Jadi saya mengundurkan diri saja ,ucap Saina sambil berdiri di depan Hans.
Hans tak mengubris apa yang dikatakan Saina.
Membuat Saina tambah gusar.
" Saya mau mengundurkan diri ..! ucapnya keras!
Hans terkejut tapi matanya tetap tak melihat kearah Saina.
__ADS_1
"Kamu gak bisa menolaknya !!"itu sudah menjadi putusan saya dan gak ada yang bisa membantah apa yang sudah saya putuskan.
"Kalau kamu ingin mengundurkan diri !!"Ajak juga temanmu dan Om nya untuk mengundurkan diri,ucap Hans dengan ekspresi dingin dan tegas.sambil matanya tidak lepas menatap laptop didepannya
Membuat Saina merasa diabaykan ,segitu benci nya kah dia padaku sehingga berbicara pun matanya gak mau melihat kearahku.
" Maksud Anda mereka juga harus mengundurkan diri."Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka jangan bawa-bawa mereka ucap Saina kesel.
"Kalau begitu lakukan pekerjaanmu jangan pernah berpikir untuk melarikan diri lagi!" ucap Hans tegas
"Sekarang bersiap- siap temani saya makan siang.
"Tapi.......!"Saina gak jadi meneruskan kalimatnya dilihatnya wajah Hans sekarang sedang memandangnya tajam seakan ingin menerkam nya saja ,membuat Saina bergidik takut.
"Iya ..baiklah..!"seru Saina pelan
sambil kembali lagi kemeja nya.
"Dasar gadis bengal ,sambil melihat kelaptopnya yang ternyata itu merupakan video cctv ruangan mereka sekarang ini, dan yang dilihatinya dari tadi adalah semua tingkah laku Saina dimejanya tadi sampai Saina berdiri didepannya tadi.
Yang ada dilayar Laptop Hans bukan pekerjaan tapi wajah Saina yang dizoom memenuhi layar Laptop nya.
Jadi tadi Hans senyum-senyum sendiri karena sedang melihat Saina yang kesel melihat kearahnya, sambil memancungkan bibirnya kearah Hans.
__ADS_1
Dan Saina tidak mengetahui bahwa Sebenarnya Hans Sedang menonton tingkah laku nya tadi, bukan bekerja seperti yang dipikirkannya...