
" Dasar pada kegenitan kayak gak pernah lihat laki laki tampan ja.gerutu Saina dalam hati.
" Saina ..kau dikesini juga ?," seru Aldo senang begitu melihat Saina memasuki restoran .
" Ya Al kamu juga kemari?" balas Saina senang karena bertemu rekan kerja nya itu disini.
"Kau mau makan Na ?, yok sama sama kebetulan aku dah lapar juga.
" Hmm ayolah aku juga gak da teman nih.
i
Hans dan yang lainnya pasti sudah makan . jadi lebih baik aku makan bersama Aldo ja dari pada bete nanti makan sendiri, pikir Saina .
"Yok ambil makanannya disitu.sambil menunjuk meja prasmanan yang sudah penuh dengan berbagai macam makanan.
Saina berjalan disamping Aldo.
Aldo memberikan nya piring , Saina tersenyum .
" Makasih !. Ucapnya lalu mengambil makanan yang tersedia .
"Kita duduk disana saja ucap Aldo sambil menunjuk sebuah meja yang ada diujung.
Saina menganguk mengikuti Aldo.
__ADS_1
Aldo menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Saina duduk .
" Makasih Al !, " ucap Saina lalu duduk .
Saina menyantap makanan yang diambilnya dengan lahap.tiba tiba saja dia tersedak ,
"huk...huk..Aldo dengan sigap memberikan air putih kepada Saina,dan menepuk nepuk tekuk gadis itu pelan .
" Makasih sudah Al merasa gak enak menepis tangan Aldo ditengkuknya .tanpa sengaja matanya melihat kearah Hans yang sedang menatap nya tajam.dan ada kilatanan kemarahan disana.
"Minumlah yang banyak ,ucap Aldo sambil duduk kembali.
Saina mengangguk dilihatnya Hans masih menatap ke arahnya .
Hans menyudahi makannya sambil matanya masih melihat kearah Saina dan Aldo.
" Maaf silahkan nikmati makan malam nya saya mo istirahat dulu , semoga Anda semua menyukai hidangan yang disediakan .
"Ketemu lagi besok."Selamat malam !.
Hans berjalan meninggalkan meja
diikuti Oleh ,Bram.
"Lola kamu temani para tamu !,perintahnya pada lola.
__ADS_1
Saina berdiri begitu melihat Hans berjalan kearahnya.
" Ikut saya .! perintahnya pada Saina .
Saina mengangguk lalu cepat cepat mengikuti Hans dan Bram.
Sampai dia lupa permisi pada Aldo karena takut melihat tatapan dingin Hans padanya tadi.
Meneger Hotel juga beberapa karyawan hotel juga mengikuti mereka .
Mereka berjalan kearah samping dalam Hotel ada sebuah bangunan seperti villa yang sangat indah dengan lampu lampu yang temaram . sepanjang jalan menuju bangunan itu terlihat tanaman bunga warna warni yang indah membuat Saina memandang takjub , " Indahnya... bagus sekali bunga nya taman nya bagus sekali bangunan itu dikelilingi taman yang indah.
didepan pintu nya terlihat dua orang pengawal yang sedang berjaga jaga.
Silah kan tuan semua keperluan tuan dan yang lain nya sudah tersedia seperti yang tuan Bram perintah kan .
"Hmm... silahkan pergi . jangan biarkan ada orang yang menganggu istirahat Presdir. perintah Bram pada Meneger hotel .
"Hans masuk lalu berjalan kesamping bangunan itu terlihat sebuah kolam renang terbentang didepan mereka , disana juga ada dua orang pelayan wanita yang sedang berdiri menunggu perintah dari tuan nya.
Saina tetap berjalan mengikuti Hans sambil matanya melihat sekelilingnya menatap kagum pada bangunan yang dilihatnya. karena baru kali ini dia melihat bangunan yang indah begini secara langsung dan dia gak pernah juga menginap dihotel jangankan Hotel bintang lima bintang satu aja belum pernah.
"Aduh.. Saina mengusap kening nya yang sakit karena menabrak dada Hans. yang berdiri didepannya.
" Maaf .. ucapnya malu , "Aduh Saina kenapa juga kamu seperti orang udik gitu, bikin malu saja gerutu nya dalam hati.
__ADS_1