Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
Hukuman Hans.


__ADS_3

Setelah berbicara beberapa saat dengan Nenek Bram pun pamit untuk pulang kepada Nek Sri.


"Saya pamit dulu Nek titip Karin "Ucap Bram sembari melirik Karin .


"Jangan khawatir Nenek pasti menjaga cucu cucu kesayangan Nenek ini."ucap Nek Sri sambil memeluk Karin dan Saina.


Bram pun berlalu meninggalkan rumah Nenek Saina Kembali keHotel untuk mengurus sisa pekerjaan mereka disana .


Saina pun pamitan pada Neneknya untuk beristirahat dikamarnya bersama Karin.


Setibanya didalam kamar Saina langsung menuju kamar Mandi .


"Rin aku mandi duluan ya dah gerah banget ni."Ucap Saina lalu masuk kekamar mandi.


Setelah beberapa saat dikamar mandi Saina pun keluar , dilihatnya Karin tertidur pulas sekali.


Saina pun ikut berbaring disebelah Karin, karena Saina pun merasa tubuhnya sangat lelah .


Tak lama kemudian Saina pun tertidur pulas disebelah Karin.


Hans berjalan cepat memasuki Rumah sakit , dia tak perduli dengan kehadiran , beberapa jurnalis yang menunggu di lobby rumah sakit terbesar dijakarta itu.


Beberapa wartawan itu mencoba mendekati Hans tetapi dengan sigap beberapa pengawal Hans menghalau para wartawan itu agar tidak mendekati Hans


Akhirnya para wartawan itu hanya bisa mengambil foto Hans dari jarak jauh saja.


Hans berjalan memasuki ruang VViP dirumah sakit itu.


"Bagaimana keadaan Mama Pa?" tanya Hans kepada Pak Artha yang terlihat duduk ditepi tempat tidur yang ditempati Bu Hani.


"Kau sudah datang "Ucap Pak Artha kepada Hans.


"Hans ..."Panggil Bu Hani pelan ,matanya berbinar begitu melihat Hans ada didepannya.


Hans memeluk Mamanya sambil menangis karena merasa takut kehilangan ibu yang sangat disayanginya itu.


Bu Hani melepaskan pelukannya ,matanya terlihat memandangi kebelakang Hans seperti sedang mencari sesuatu.


"Dimana dia ." Tanya Bu Hani kepada Hans sambil masih melihat sekeliling ruangan itu.


"Dia siapa Ma "Tanya Hans bingung.


"Wanita yang bersamamu


"Kenapa kau tak menyuruhnya masuk."Ucap Bu Hani lagi.


"Maksud Mama apa Ma , Hans gak ngerti." Ujar Hans merasa bingung dengan perkataan Bu Hani.


"Bawa kemari wanita itu ,Bukannya kau disana berjumpa dengan nya ."Ucap Bu Marni sambil menarik telinga putranya itu pelan.

__ADS_1


"Aduh Ma sakit Ma ."Ucap Hans meringgis kecil.


"Mama bicara Apa Ma, "Sudah Mama istirahat biar Mama cepat sembuh ."Ucap Hans mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Hm masih mau mengelak lagi, ini apa ?ucap Bu Hani sambil memperlihatkan foto foto Hans bersama Saina .


Hans mengambil ponsel yang dipegang Bu Hani.


menatap tak percaya kelayar ponsel milik Mama nya itu.


Terlihat fotonya bersama Saina ketika berada dihotel sedang berjalan bergandengan. dan beberapa foto yang memperlihat kan kemesraan nya bersama Saina.


Dari mana Mama mendapatkan foto foto ini semua Ma?" Tanya Hans dengan wajah tegang.


"Gak perlu kau tahu dari mana Mama mendapatkannya,"Ucap Bu Hani lagi.


Hans merasa serba salah dia bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan Mama nya itu.


"Ya Hans berjumpa dengan Saina disana Ma,


kalau Mama dan Papa Mau marah silahkan Marah pukul Hans Ma ,Pa .


"Semua ini Salah Hans tolong jangan Marah dan benci pada Saina Hans lah yang memaksanya untuk menikah dengan Hans waktu itu.


"Hukum Hans saja Hans yang sudah membuat Papa dan Mama malu, Jangan sakiti Saina dia tak bersalah ,Hukum Hans saja Pa." Ucap Hans sambil berlutut didepan Pak Artha dan Bu Hani.


"Hans akan menerima hukuman yang Papa dan Mama berikan Asal jangan Hukum Saina .


Karena Hans lah yang bersalah pada Mama dan Papa."Ucap Hans sambil menghela nafasnya.


Hans merasa tidak mungkin baginya sekarang untuk melawan Keinginan Kedua Orang tuanya , karena dia


gak mau terjadi sesuatu yang buruk pada kesehatan Mamanya.


Tapi dia juga gak mau Saina disakiti oleh keluarganya..


"Hukumanmu adalah bawa Saina secepatnya kesini menemui Mama Dan Papa.."Ucap Bu hani kepada Hans.


"Tapi Ma kenapa harus bawa bawa Saina,Kalau Mama mau hukum Hans saja Ma.


"Sepertinya kau lebih mencintai wanita itu dari pada Mama ."Ucap Bu Marni dengan wajah kesal.


"Hans menyanyangi dan mencintai Mama lebih dari diri Hans sendiri.


kalau Mama mau pukul sakiti Hans saja Ma jangan sakiti Saina dia tak bersalah.


Hans yang salah karena sudah jatuh cinta padanya ."ucap Hans lagi.


"Karena itu kau harus cepat membawanya kemari Mama mau kau bawa menantu Mama itu kesini.

__ADS_1


"Apa Ma? Menantu Mama."Tanya Hans tak percaya dengan apa yang baru didengarnya.


"Iya menantu Mama."Mama ingin kau bawa menantu Mama kemari ."Ucap Bu Hani lagi.


"kalian berdua harus dihukum harus secepatnya memberi kan Mama cucu.


"Mama ingin menimang cucu secepatnya."Ucap Bu Hani lagi sambil tersenyum.


Hans berdiri menatap Bu Hani dan pak Artha bergantian.Hanspun kembali memeluk Mamanya sambil menangis terharu.


"Mama yakin dengan apa yang Mama katakan itu Ma, Ucap Hans untuk menyakinkan dirinya lagi .


"Ya jemput bawa menantu Mama kemari."Ucap Bu Hani lagi untuk menyakinkan Hans dengan perkataannta itu.


"Makasih Ma ."Ucap Hans sambil mencium tangan ** Hani.


"Sudah Mama mau kau secepatnya menjemputnya ."


"Papa sudah menyuruh Baron untuk melakukan Konfrensi pers tentang pemberitaan dimedia kemarin.


"Dan itu dilakukan setengah jam lagi bersiap siaplah ."Ucap Pak Artha kepada Hans.


"Ya Pa Hans akan bersiap siap."Ucap Hans sambil tersenyum bahagia karena kedua orang tua nya sudah memberikan restu mereka untuknya dan Saina.


"Ma Hans tinggal dulu nya ,Mama cepat sembuh."Ucap Hans sambil mencium kening Bu Hani.


"Tentu saja Mama mau cepat sembuh , Mama mau bertemu Menantu Mama."Ucap Bu Hani sambil tersenyum .


Hans berpamitan pada Papanya dan dengan semangat melangkah keluar ruangan itu .


Bu hani dan Pak Artha menatap kepergian putranya itu dengan mata berkaca kaca bahagia , melihat Putranya itu begitu bersemangat dan terlihat sangat bahagia karena mereka sudah merestui hubungan nya.


Ya semua itu karena Bu hani selama ini sudah memikirkan kebahagian putranya itu.


ketika dia melihat foto foto Hans dan Saina yang terlihat saling mencinta dan bahagia.


membuat dia sadar bahwa kebahagian putra nya itu adalah bersama Saina.


Dia teringat kembali waktu Hans ditinggalkan Saina.


Betapa menyedihkannya keadaan Hans waktu itu mencari Saina sampai sebuah kecelakaan menimpa putranya itu.


Dia melihat bagaimana putranya itu melalui hidupnya dalam beberapa bulan itu tanpa tersenyum maupun tertawa.


Hans seperti kehilangan semangat hidupnya


Makanya dia meminta suaminya untuk mencari saina lalu mengirim Hans kesana .


Dan selama Hans disana orang kepercayaan Bu Marni selalu mengabari dan memgirimkan foto foto kebersamaan Hans dan Saina.

__ADS_1


__ADS_2