
Tring....tring..... tring..............
"Hans... .. hans..
Hans menghentikan cumbuannya dilihatnya sekeliling mencari sumber suara deringan itu.
" itu suara ponsel milikku ! seru Saina
bangkit dari tempat tidur mengambil handuk yang ada dilantai lalu melilitkan ketubuhnya .
Diraihnya tas yang ada diatas meja rias..
Mencari ponselnya didalam ..
" Karin ... ngumannya membaca nama dilayar ponsel miliknya.
" Ya halo Rin ada apa...!seru Saina..
"Halo Na lo dimana sih .?. tadi aku nunggu kamu lama . .. katanya tadi mo cerita...
aku telponin katanya " Nomor telepon yang anda hubungi sedang berada diluar jangkauan..
" Maaf Rin aku gak sempat ngabarin kamu tadi aku pergi kekota P bersama bos .tadi mendadak jadi gak sempat kasih tahu kamu..
"Apa jadi kamu sudah kesana bersama bos..?
jadi sia sia dong aku nungguin kamu dari tadi aku kira kamu bakalan terlambat datang rupanya kamu sudah sampai disana...
malam ini aku dan karyawan yang lain akan kesana naik bus.. pariwisata.
"Oh ya benar kamu mau kemari Rin ..?
"Iya kan semua karyawan di undang menyaksikan peresmian resort kita..
__ADS_1
Nanti sampai disana kita bertemu ya .. kau berhutang cerita padaku...
"Apa Bos ganteng itu bersamamu sekarang ..?
" Bos yang mana..? ucap Saina ..
Sambil mendelik geli karena sekarang Hans sedang memeluknya dari belakang sambil menciumi leher
membuat wajah Saina merah menahan geli dan nikmat.. ..
"Ah..... Jerit Saina sambil menutup mulutnya..
Matanya melotot melihat Hans yang tersenyum jahil mengendong Saina membaringkannya kembali ketempat tidur..
"Na . Na .. kamu kenapa.... Na..?
Ah gak apa rin tadi ada semut menggigitku...
sudah dulu rin ... nanti saja kalau kamu sudah sampai kita sambung lagi....
" Hans merampas hp milik..Saina
Hans. mematikan daya hp nya
MENGANGGU SAJA..gerutunya
"Hans .. jerit Saina kesal kembalikan ponselku..
ucapnya ..
Hans melemparkan ponsel Saina ketempat tidur..
" Sekarang gak akan ada ngangguan lagi...
__ADS_1
Aku akan mengambil yang sudah menjadi hak ku yang sudah tertunda sekian lama..
bisik Hans ditelinga Saina . membuat Saina merinding ketakutan..
"Tapi. .. belum sempat Saina bicara bibirnya sudah dilumat Hans lembut ... dan Saina gak kuasa menolaknya berlahan lahan dia mulai membalas lumatan lumatan Hans dibibirnya..
Tangan Hans menarik handuk yang melilit tubuh saina.. dia mencumbui setiap inci tubuh gadis itu membuat saina mendesah dan mrngelinjang bak cacing kepanasan..
Dan sekarang Hans sedang berada didaerah yang paling sensitif ditubuh gadis itu Hans tersenyum mempermainkan jarinya ditempat yang sudah lembab dan basah itu.
"Hans ... ceracau saina memandang sayu pada lelaki itu..
Hans menindih tubuh gadis itu Saina merasakan ada sesuatu yang mengeras diatas tubuhnya hans menarik tangan saina membawanya menyentuh senjata miliknya..
Saina terkejut karena merasakan dan melihat senjata pemangkas milik suaminya itu..
dia memandang takjub ,ngeri dan malu melihatnya .karena ini pengalaman pertamanya melihat dan menyentuh alat kelamin seorang pria.
"Ah apa itu nanti bisa masuk ke dalam sana pikirnya takut..
"Sayang aku masukin ya aku dah gak tahan nih...
Saina mengangguk pelan ..
"Aku akan pelan pelan ya .
Hans mengerti saina takut...
Hans mengarahkan senjata miliknya kemiss V Saina..
setelah dirasa pas didorong tapi gak berhasil membuat saina meneteskan air mata menahan sakit..
Hans yang melihat itu memeluk saina Maaf sayang tahan sakit sedikit ya nanti juga gak sakit..
__ADS_1
Saina mengangguk pasrah.. dia gak mau membuat Hans kecewa lagi... dan itu sudah menjadi kewajibannya.. melayani suaminya...