Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
Persahabatan yang indah.


__ADS_3

Karin melepaskan pelukannya ,Menatap Saina sendu .


"Makasih karena selalu ada untukku selama ini , sudah melindungiku dan menyayangiku selama ini Na.


"Tidak Rin aku gak bisa melindungimu tadi malam


"Apakah masih Sakit?"Aku gagal Rin Aku gak bisa menghentikan Bu Marni ketika dia me......"Saina tak Sanggup meneruskan Kalimatnya masih terbayang dimatanya peristiwa ketika Bu Marni Menampari wajah Karin dan menjambaki rambut Sahabatnya itu.


"Aku tidak Apa apa Na lihatlah Aku segar bugar bukan .


"Kenapa kau begitu Bodoh mau menolongku Sampai membahayakan nyawamu seperti ini Na?ucap Karin Sambil menangis.


"Karena waktu itu aku Sudah berjanji untuk melindungi Kau dan Sarah sampai kapan pun Aku gak akan membiarkan ada orang yang menyakiti Kalian berdua."Ucap Saina sambil tersenyum.


Karin teringat kembali peristiwa lalu dimana waktu itu dia baru beberapa Hari menjadi murid baru di sekolah yang baru .


Setelah beberapa hari sekolah ada beberapa anak lelaki kakak kelasnya yang selalu menggodanya


Karena karin merupakan seorang anak perempuan yang imut dan pendiam membuat para anak leleki itu sangat suka menggodanya.


Suatu hari ketika pulang Sekolah Salah satu anak lelaki menariknya dan membawanya kesamping sekolah.


"Hai anak baru "Kamu mulai hari ini harus memberikan uang jajanmu untuk kami ,


Kalau tidak mau celaka."Ancam seorang anak lelaki yang bertubuh paling besar.


"Kalian mau apa "Jangan ngangu dia"Ucap Sarah sambil memegang lengan karin.


"Kalau kalian berani menganggu kami ,aku akan laporkan pada Bu Guru nanti.


"Awas saja kalau kau berani lapor Bu Guru"Ancam anak lelaki itu Sambil mendorong Sarah dan Karin hingga terjatuh .


Anak lelaki itupun mendekati Karin dan Sarah lalu mengambil uang yang ada dikantong baju mereka.


"kembalikan uang mereka".Saina tiba tiba datang dia membantu Sarah dan Karin untuk berdiri kau tidak Apa apa Rah.?Tanya Saina pada Sarah.


"Dia mengambil uang jajan kami Na."Adu Sarah


Sedangkan Karin mulai menangis karena merasa takut.


"Aku bilang kembalikan Uang mereka."Bentak Saina marah.


"Jangan ikut Campur , Apa keripik yang kau jual masih ada, Sini biar kami borong."Ucap anak lelaki itu Sambil tertawa senang.


Saina mendekati Anak itu lalu dengan cepat merampas uang yang sedang dipegang Anak laki laki itu.


Anak laki laki mencoba merebut kembali uang yang diambil Saina .Tapi Saina mengelak malah menangkap tangan Anak laki laki yang tubuhnya cukup besar dari tubuhnya itu lalu memelintirnya kebelakang membuat anak itu menjerit kesakitan.


Beberapa teman nya mendekat ingin membantu teman nya itu tapi sebelum mendekat Saina sudah menendang perut salah satu anak laki laki itu .


membuat anak itu meringgis kesakitan memegang perutnya.


Membuat temannya yang lain mengurungkan niat mereka untuk membantu .

__ADS_1


"Jangan mendekat kalau tak ingin bernasib sama dengan mereka"Gertak Saina.


Saina membuat Anak laki laki itu berlutut.sambil masih memelintir tangan anak itu kebelakang.


"Minta maaf pada mereka"Ucap Saina tegas.


"Maaf maaf maafkan aku"ucap Anak itu.


"Sebelum aku lepaskan kau harus berjanji tidak akan menganggu mereka dan anak anak yang lain lagi.


"Iya Aku janji tidak akan menganggu mereka lagi, tolong lepaskan tanganku sakit sekali,"ucap Anak itu .memohon pada Saina.


Saina melepaskan pegangannya dan melepaskan Anak itu.


Anak anak lelaki itu memandang takut pada Saina.


"Kalau kalian berani menganggu anak perempuan lagi kalian akan merasakan lagi pukulan dan tendangan ku."Ancam Saina pada Anak Anak laki laki itu yang mengangguk lari meninggal kan Saina ,Karin dan Sarah.


"Ini uang kalian , lain kali


kalau dinganggu jangan takut lawan saja ."ucap Saina sambil tersenyum.


Karin dan Sarah menganguk dan mengucapkan terima kasih kepada Saina.


Dan sejak hari itu mereka bertiga selalu bersama .


Para anak lelaki itupun tak berani menganggu lagi.


Saina mengajari Karin dan Sarah jurus jurus untuk membela diri seperti yang diajarkan kakeknya pada nya.


"Aduh Rin ,Sar .tangan nya bukan begitu"Seru Saina kesal karena dari tadi gak bisa membuat Sarah dan


karin mengikuti gerakannya.


"Sudah Na kami capek kami gak bisa mengikutimu.


"Kami gak bisa Na.


"Sudahlah kami gak mau belajar silat lagi.


"Enakan kita main masak masakan saja "seru Karin dan dibalas anggukan cepat Sarah.


"Kalian aku melakukan ini agar kalian berdua bisa melindungi diri kalian sendiri "Ucap Saina pelan merasa kecewa karena Karin dan Sarah tak mau belajar lagi.


"Kan ada kamu Na kamu kan gak mungkin membiarkan kami celaka "jawab Karin.


"Iya Na kau pasti bisa melindungi kami


lihat saja sekarang gak adakan yang berani menganggu kita.


"Tapi Aku gak bisa selalu melindungi Kalian berdua."ucap Saina lagi.


"Kami yakin kamu bisa Na"ucap Sarah sambil memeluk Saina , dan Karin .

__ADS_1


Mereka bertiga berpelukan lama.


"Aku janji akan berusaha menjaga dan melindungi kalian berdua dari orang orang yang ingin menyakiti kalian nanti.


"Ya kita akan Selalu bersama,selamanya."


Kita akan meraih impian kita bersama sama.


"SAHABAT UNTUK SELAMANYA."


Seru tiga gadis kecil itu sambil melompat lalu berlari dan tertawa bersama.


Sejak saat itu mereka selalu bersama , bersekolah ditempat yang sama sampai mereka kuliah dan sekarang bekerja walaupun Sarah sekarang jauh dari mereka .


Tapi persahabatan mereka tak pernah bisa terpisahkan.kalau yang satu sedih yang lain juga ikut sedih , Yang satu gembira yang lain juga ikut gembira.


"Maaf bisa Saya menganggu Sebentar ."Ucap Dokter Sinaga Sopan.


"Silahkan Dok"Ucap Karin beringsut melepaskan pelukannya setelah melihat Dokter Sinaga.


"Bagaimana perasaan Nona ,apa ada keluhan."Tanya Dokter Sinaga pada Saina sambil memeriksa kondisi Saina.


"Tidak ada Dok"Saya merasa sudah mendingan, hanya masih sedikit merasa pusing kalau duduk begini."Ucap Saina pelan.


"Itu Wajar terjadi karena kemarin anda banyak kehilangan darah .


"Saya rasa sudah tidak ada lagi yang mesti dikhawatirkan .Dan kemungkinan satu atau dus hari lagi kondisi Anda akan segera pulih.


"Saya kira itu saja dulu penjelasan dari Saya.


Saya permisi harus memeriksa pasien yang lain."Ucap Dokter Sinaga mengangguk Hormat pada Hans dan Bram lalu berlalu meninggalkan mereka.


"Apa luka nya masih Sakit"Tanya Hans sambil mendekati Saina dan duduk disebelahnya. sambil membelai wajah Saina lembut.


"Gak Sakit Kemarin memang sakit tapi sekarang sudah gak sakit lagi.


"Aku dan Bram Ada urusan sebentar . Setelah semua nya selesai aku akan secepatnya kembali .


"Janji cepat kembali "ucap Saina seakan enggan ditinggalkan oleh Hans.


"Janji"ucap Hans sambil mencium tangan dan kening Saina.


Mencium mata dan pipi Saina ketika Hans mau mencium bibirnya. Saina menutup bibir nya mendorong Hans pelan. Sambil berkata.


"Malu Mas banyak orang ".Ucap Saina pelan.


"Kenapa Harus malu memang gak boleh mencium istri sendiri."Ucap Hans sambil tersenyum mengoda Saina.


"Mas ini !."Kan malu "ucap Saina wajahnya bersemu merah karena malu pada Bram , Karin dan Seorang perawat yang ada disitu.


"Mas pergi dulu ,Rin titip Saina ucap "Hans pada Karin.


"Karin mengangguk pelan sambil tersenyum pada Hans dan Bram yang berjalan keluar .

__ADS_1


Ketika sampai dipintu Hans sekali lagi berbalik menatap Saina , tersenyum kecil.yang dibalas Oleh Saina dengan senyuman juga.


__ADS_2