Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
Terpisah lagi.


__ADS_3

Saina terbangun mendapati Hans masih tidur dipangkuannya.


"Syukurlah tadi itu hanya mimpi."Pikir Saina dalam hati.


Dibelainya rambut dan wajah Hans, Mudah mudahan itu hanya mimpi ."ngumannya sambil memejamkan matanya teringat kembali pada mimpi nya tadi.


Saina memandangi wajah suaminya itu seakan tak ingin melepaskan pandangannya dari wajah Hans yang masih tertidur pulas.


 


YA ALLAH JANGAN LAH KAU PISAHKAN LAGI AKU DENGANNYA.


 


AKU GAK TAHU APAKAH AKU SANGGUP KALAU HARUS HIDUP TERPISAH DENGANNYA.


MUDAHKANLAH URUSAN SUAMIKU.


SEMBUHKANLAH SAKIT IBUNYA.


SEMOGA AKU KELAK BISA MEMBUAT MEREKA BAHAGIA .AAAMIIIN.....


Saina mengakhiri doanya didalam hati sambil masih mengusap usap kepala Hans pelan.


Entah mengapa Saina jadi merasa sangat takut kehilanganan Hans tak terasa air matanya menetes jatuh mengenai wajah Hans.


Saina cepat cepat menghapus air matanya.


Tapi Hans malah terbangun karena nya.


"Hm Hans menguap lalu mengucek ngucek matanya.


Dilihatnya Saina yang tersenyum namun matanya masih kelihatan dia baru saja menangis.


Hans tersenyum lalu mengeliat sebentar lalu duduk disamping Saina,Sambil melihat jam dipergelangan tangannya.


"Hm sudah jam 3 pagi , ternyata aku tertidur cukup lama ."Ucap Hans sambil memandangi Saina yang yang mencoba tersenyum pada Hans.


" Kau habis menangis ?"Tanya Hans sambil mengusap wajah Saina.


"Engak siapa yang menangis , itu tadi aku menguap karena masih mengantuk "Elak Saina mencoba memberi alasan yang dirasanya paling pas .


"Maaf gara gara aku kau gak bisa tidur dengan baik."Ucap Hans sambil menarik Saina kedalam dekapannya.


"Aku tadi juga tidur,Ketika Mas tidur, cuma masih sedikit mengantuk tadi , Tapi sekarang dah gak mengantuk lagi "Ucap Saina sambil membenamkan wajahnya didada suami nya itu.


"Sudah jam 3 pagi kelihatannya kita sudah sampai dibandara."Ucap Hans sambil melihat keluar kaca jendela mobil.


"Ya Mas ." Ucap Saina sambil mengangguk ikut melihat keluar.


Hans meraih ponsel miliknya lalu mulai menelpon .


"Bram kau dimana? tanya Hans pada Bram.


"Bos sudah bangun kami lagi duduk duduk menunggu Bos bangun"ucap Bram kepada Hans.


"Aku akan kesana menjemput Bos "ucap Bram hendak beranjak menjemput Hans dan Saina.


"Tidak usah biar kami yang kesana, kau katakan saja dimana lokasi keberadaan kalian sekarang."Ucap Hans kepada Bram


Setelah Bram memberitahukan keberadaannya ,Hans pun menutup telponnya .


"Ayo kita menyusul mereka ."ajak Hans kepada Saina.


Saina mengangguk setuju,lalu ikut Hans turun keluar dari mobil .

__ADS_1


Pengawal dan dua orang pak supir yang sedang berbicara sambil duduk menunggu disamping mobil langsung berdiri melihat Saina dan Hans keluar dari mobil.


"Maaf Bos sudah bangun ."Ucap Pengawal sambil berdiri bersikap Hormat pada Hans.


"Iya ."Ucap Hans lalu mengajak Saina untuk melangkah meninggalkan tempat itu.


Sang pengawal pun lalu mengikuti dari belakang.


Setelah berjalan beberapa saat , mereka pun sampai ditempat yang dituju .


Terlihat Bram bersama seorang pengawalnya menunggu didepan restoran.


Sedangkan Karin terlihat duduk didalam .


"Silahkan Bos." ucap Bram mempersilahkan Hans untuk duduk.


"Bagaimana kapan kita bisa berangkat? "Tanya Hans kepada Bram.


"Jam 5 nanti ,Penerbangan yang pertama ucap Bram kepada Hans.


"Nanti setelah aku pergi kau tinggal disini dulu untuk mengurus pekerjaan yang belum selesai disini.


"Bicaralah dengan Pak Yanto.


Nanti aku akan meminta Hendra untuk membantumu selama disana.


Tiba tiba ponsel Hans berbunyi sebuah pesan wa dari Hana terlihat dilayar ponselnya.


terlihat foto ketika Hans sedang menjelaskan status hubungannya dengan Saina.


Memang wajah Hans dan Saina tidak terlihat jelas disitu karena foto diambil dari samping .


foto itu dikirim ke sosial media oleh seorang wartawan dan menyebar luas ,


PUTRA PENGUSAHA MILYADER ARTHA GRAHA GRUP MEMBATALKAN PERTUNANGAN NYA KARENA MEMPUNYAI WIL (Wanita idamam lain)


Hans terlihat sangat Marah wajahnya memerah menahan kemarahannya membaca berita yang dikirim Hana.


Dia terduduk lemas.


Saina dan Bram memandanginya merasa heran .


Saina mengambil Ponsel ditangan Hans penasaran dengan apa yang baru dilihat Hans.


Setelah melihat isi pesan itu ,Saina terbelalak tak percaya dengan apa yang baru dibacanya itu.


Pantas saja Hans terlihat Sangat marah.


Bram mengambil ponsel Hans dari tangan Saina .


dan mulai melihat pesan dan foto yang dikirim Hana pada Hans itu.


Bram langsung menelpon seseorang meminta orang itu segera menyelidiki berita itu.


"Pasti Mama melihat berita ini membuat dia menjadi sakit sekarang "Ujar Hans lirih.


"Selidiki segera siapa yang menyebarkan foto dan berita ini segera ."ucap Hans kepada Bram lagi.


dan hubungi media yang menyebarkan berita itu untuk menarik berita itu secepatnya kalau tidak tuntut mereka."Ucap Hans dengan penuh kemarahan.


"Sabar Mas .. Mas harus sabar menghadapi hal seperti ini jangan terbawa emosi."Ucap Saina untuk menenangkan Hans.


Saina menggengam tangan Hans memberikan kehangatan pada Hans.


Bram tampak berbicara dengan seseorang ditelpon.

__ADS_1


wajahnya juga terlihat tegang.


Bram duduk didepan Hans dan Saina .


"Maaf Bos sepertinya Saina tidak usah ikut dulu pulang kejakarta ."Ucap Bram hati hati.


"Kenapa dia gak bisa ikut ."Bentak Hans kepada Bram


"Mas Sabar Mas dengarkan dulu apa yang dikata kan oleh Bram."Ucap Saina menenangkan kemarahan Hans .


"Begini Bos kalau Saina ikut sekarang dengan Bos kejakarta disana pasti sudah banyak wartawan yang sedang menunggu kedatangan Bos.


kalau mereka melihat ada Saina datang bersama Bos maka nanti akan ada berita berita yang lain lagi yang bisa menambah ruwet keadaannya.


"Jadi lebih baik kita menghindari hal hal seperti ini dahulu dari pada nanti berita berita yang tak kita inginkan makin menyebar.


"Benar yang dikatakan Bram itu Mas.


Lebih baik Mas pulang dulu sendiri nanti setelah semua berita itu sudah reda dan bisa diatasi baru aku bisa pergi menjumpai Mas disana.


"Tapi mana mungkin aku meninggalkanmu sendiri disini ."Ucap Hans sambil menggengam tangan Saina.


"Aku gak sendiri Mas ,ada Karin , Bram,Andra dan Nenek disini jadi Mas gak usah khawatir aku bisa jaga diri disini.


"Bukannya kita dulu juga pernah berpisah.


Mas bisa tanpa ada aku didekat Mas.


Sekarang juga pasti bisa, itupun sampai semuanya bisa terkendali.


"Kalau dulu kita bisa sekarang juga pasti bisa Mas.


"Aku akan menjaga Saina disini memastikan keamanannya.Ucap Bram lagi.


"Nanti kalau Bos memang mau Saina ikut kesana aku pasti akan mengantarkannya dengan Selamat sampai kesana.


"Bos sudah jam 4.30 Bos harus segera bersiap siap untuk berangkat."Ucap Bram kepada Hans.


Saina menatap Hans tersenyum untuk menyakinkan Hans bahwa dia tak apa apa ditinggalkan Hans .


Hans memandang Saina mencium jemari tangan Saina , Mencium kening Saina mesra.


"Aku akan segera menyelesaikan Semua nya dengan cepat .


"Dan segera membawamu menemui Mama dan Papa .


"Berjanjilah untuk menungguku jangan pernah lagi lari dan meninggalkan ku seperti dulu."Ucap Hans sambil memeluk Saina.


Saina menganggukkan kepalanya sambik membalas pelukan Hans.


"Iya mas Aku janji gak akan seperti dulu."Ucap Saina sambil melepaskan pelukannya.


AKU MENCINTAIMU


Ucap Hans sambil berjalan memasuki pintu untuk menaiki pesawat .


Saina melambaikan tangannya sambil berkata .


AKU JUGA MENCINTAIMU .


**ADAKALANYA KITA BERPISAH UNTUK SESAAT


TAPI PERPISAHAN ITU MERUPAKAN PEMBUKA


JALAN UNTUK BERSAMA SELAMANYA.***

__ADS_1


__ADS_2