
"Silah kan Bos...!"Semoga Bos suka dengan semua makanan ini."Ucap pimpinan kantin.
Hans menganguk ,dan mulai mengambil makanan yang tersedia,dan mulai makan.
Saina hanya diam saja masih risih dengan suasana disana yang tiba - tiba saja terasa legang.
" Hans melihat Saina seperti itu,mengambil kan nasi dan meletakkan nya kepiring Saina ,serta mengambilkan beberapa lauk pauk yang ada dimeja itu kepiring Saina.
Hans melihat tajam kearah Saina . mengisyaratkan memerintah agar Saina makan -makanan yang ada didepan Saina itu.
Saina mengerti dia gak mau membuat Hans nanti berbuat sesuatu hal yang bisa membuatnya malu nantinya.Karena itu dia cepat cepat memakan makanan yang ada didepannya itu.
"Ya ada apa ?Seru Hans menerima panggilan telepon
" Hmm urus semuanya jangan sampai ada kesalahan, layani mereka dengan baik .Nanti malam kita akan menemui mereka disana.
Hans berdiri menyimpan Hpnya.
"Sudah..... ?" tanya nya pada Saina.
Saina menganguk ikut berdiri.
" Maaf Bos , saya mau ketoilet dulu, sambil pura pura memegangi perutnya.
__ADS_1
"Cepat kembali jangan lama- lama! sambil berlalu meninggalkan Saina.
Saina cepat cepat menuju toilet.sambil memberi isyarat kepada karin untuk mengikutinya.
Saina masuk ketoilet disusul karin.
"Na sebenarnya apa yang terjadi kenapa kamu bisa bersama Presdir bisik Karin , takut yang lain mendengar.
Aku gak bisa cerita sekarang bisik Saina.
"Aku diangkat jadi Asisten pribadi presdir.
"Apa... kamu..?"Iya sambil menutup bibir Karin dengan telunjuknya.agar karin gak mengulangi perkataannya.
Saina cepat -cepat keluar dari ruangan itu ,dan ketika dia membuka pintu ada beberapa karyawan wanita yang berdiri disana ,sambil berpura pura ingin ketoilet padahal Saina tahu mereka pasti ingin mendengar pembicaraannya dengan karin tadi.
Saina berlalu dari sana diikuti tatapan iri para karyawan wanita itu.
" Pake ilmu sihir atau pelet kayaknya si Saina itu, masak iya Presdir tampan itu bisa sangat perduli padanya.Wajah dan tubuh nya biasa aja masih jauh sama si Dini atau si Rani primadona nya kantor kita. "Iya ya... sama gue aja masih cantikan gue .
"Tapi kenapa Presdir tampan itu bisa sangat perduli padanya.
"Jangan suka ngegosib ! bentak Karin yang mendengar mereka membicarakan tentang Saina.
__ADS_1
" Dasar mulut ember,seru karin sambil berlalu dari sana.
Saina menuju lift mau naik kelantai atas.tapi ketika pintu terbuka Hans dan Bram baru saja turun .
" Ayo ikut ! perintah Hans ,pada nya.sambil berjalan berlalu bersama Bram .
Saina terkejut.masih berdiri begong memandangi Hans dan Bram yang berjalan menuju pintu keluar gedung.
Tiba-tiba Hans berbalik melihat kearah Saina yang masih berdiri begong disana.
Saina tersadar ,cepat-cepat berjalan mengikuti Hans dan Bram keluar gedung.
Hans menaiki mobil yang sudah terparkir didepan gedung . "Silahkan Nona ,ucap Sopir mempersilahkan Saina masuk .
Saina masuk kemobil duduk disebelah Hans.
sedangkan Bram duduk disebelah supir.
Mobil melaju meninggalkan gedung perkantoran .
Didalam mobil Saina duduk dengan gelisah ,mau bertanya kepada Hans mau pergi kemana takut membuat Hans marah.
"Telpon keluargamu katakan bahwa kau tidak pulang beberapa hari karena harus keluar kota!."Perintah Hans pada Saina. sambil melipat tangan didada nya dan memejamkan mata nya, berpura pura ingin tidur.
__ADS_1